REJEKI SEPERTI BAB

Kelancaran Rejeki seperti BAB teratur
Komitmen Bayar dan Beli yg dibutuhkan..

Salam Senafas,

Mereview bejibun orang orang yg polanya bertahun tahun selalu sulit keuangan, rejeki dan orang orang yg selalu beruntung.

Mereka yg pola rejekinya mudah, beruntung ternyata selain berpikir dan berbuat untuk membaikkan orangtua, keluarga dan sekitarnya
Juga komitmen, tepat waktu dalam janji. Semisal janji jam 12, seringkali sudah muncul duluan sebelumnya
Juga komitmen pembayaran, semisal mesti bayar tanggal 10, kerap kali sudah bayar lebih awal.
Atau bayarnya misalnya 725,000, seringkali dilebihkan.

Kita semua sudah ngeh bahwa semesta selalu memantul, dan semakin mantul tatkala ikhlas lepas pasrah.

Artinya perbuatan yg memudahkan, komitmen tepat waktu apalagi mendahulukan rejeki orang lain, maka itu terjadi pada pelakunya dibalas serupa.

Kita sudah ngeh, sama seperti kita nahan beol. Semakin nahan berhari hari, perut sakit, dan mau makan juga gak enak.

Lepaskan dulu BAB, plung, kosongkan, maka kita pun bisa makan enak, nikmat, lega dan banyak. Out dan in, keluar masuk energi yg dinamis. Demikian dengan rejeki yg juga berbahan dasar energi, mengalir, berputar, keluar dan masuk menempati wadah kita.

Itulah ajaran agama menyuruh ibadah tepat waktu, dahulukan orang lain, perbanyak sedekah, berbagi.

Semakin perbanyak out, berbagi, maka wadah pun bersih, kosong, dan menarik lebih besar rejeki yg masuk.
Dan semakin komitmen, tepat waktu, dan memudahkan, seperti itulah yg juga dialami.

Kita sudah belajar di artikel sebelumnya bahwa rejeki selalu mengikuti beban yg dibutuhkan.
Semakin banyak beban pengeluaran, semakin banyak rejeki melimpahi utk membayarnya.
Mereka yg pengeluarannya cuma 5juta perbulan, tentu beda dengan mereka yg pengeluarannya 200juta perbulan untuk membiayai karyawannya. Dan rejeki mengikuti.

Wadah rejeki mengikuti beban kebutuhan. Move on lah dari zone nyaman untuk membebankan diri menambah kebutuhan kebutuhan lain semisal membiayai saudara, anak asuh, perbanyak cicilan tabungan, asset, dan seterusnya.
Dan ikuti gerak rejeki yg dateng karena selalu saja ada cerita, peluang, tantangan dari semesta untuk mencukupi beban bayar bulanannya.

Sebaliknya mereka yg bertahun tahun pola rejekinya susah, walau sudah kemana mana ikut seminar, hingga ritual ibadah. Pola susahnya karena sudah terbentuk dari dirinya sendiri yg kerap kayak orang susah. Dan polanya nyusahin orang dengan tidak komit, tidak mau bayar kewajiban hutang, kesepakatan diingkari dan seterusnya. Merasa dirinya susah sehingga merki bingits, gak mau keluar duit, cari gratisan, nunda nunda kewajiban berharap lupa Wadahnya mampet.
Kayak orang yg nahan beol menahun, gimana rasanya.

Keluarkanlah penyakit merki nya, pelit sama diri sendiri, gak komit, gak mau bayar, gak mau memperjuangkan kebutuhannya, dan gak perduli dg kebutuhan orang lain. Bebaskan wadah diri dari penyakit susah yg dibuat sendiri. Sudah bukan waktunya hidup susah yg dibikin sendiri.

Salam Rahayu.
Mas Kris

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *