MEMAHAMI PERAN DARI ALLAH

Penulis share ini karena bejibun yg dateng itu bingung dg hidupnya, mesti gimana melangkah.

Contoh kasus adalah kisah yg nulis, bukan utk pamer, tapi krn privacy bila dishare kisah orang lain.

Intinya hidup itu JANGAN BIKIN PERAN, tapi mengamati sadari pola hidupnya, nanti ketemu dan paham sendiri apa perannya.

Yg nulis gak tau, masih kuliah udah diterima kerja dan ternyata besar gajinya, krn thn 1997, gaji plus bonus minimal 10jutaan, kadang 20-30jt perbulan. Lalu malah naik karir, hingga jadi Direktur Pemasaran ditawari perusahaan lain, dan juga ditawari pegang bisnis joint dg owner. Semua lancar, gurih..

Padahal dari kuliah, aktif di senat, dan ketua himpunan. Punya cita cita politisi dan seniman. Ikut aktif politik di luar kampus. Juga main musik, manggung sana sini saat kuliah.

Ternyata mandek berpolitik. Ditentang kakek dari bpk dan ibu. Juga jadi musisi, gk diizinkan orangtua. Krn gak jelas, gembel, celana bolong, gondes, apek lagi. Tambah lagi, kok susah karir main musiknya. Bikin rekaman gak diterima, bikin sendiri juga gak ada modal rekaman. Dan seterusnya.
Main politik juga gimana, ketemu orang yg cuma kepentingan, dibelakang disikut.

Lah, yg lancar malah gawe di kantor, berkarir dan ujungnya ditawari company lain jadi direktur lalu joint bisnis usaha lain.

Rejeki amburadul lagi tatkala bikin bisnis sendiri, perusahaan sendiri.
Tapi anehnya kalo bikin buat orang lain atau keluarga kok malah maju.

Pola ini terjadi terus, selalu sukses bila bikin utk orang banyak, bukan utk pribadi.

Diamati, iya sejak kuliah, sukses karir itu lancar sejak aktif di kampus hingga tawaran kerja karena hobby nolong orang, berbagi, mengangkat orang lain utk bangun. Mulai di senat, dan himpunan mahasiswa. Lalu di luar kampus.

Pola ini rupanya juga di bisnis. Sukses bila tugasnya membantu orang lain, dan bila tugas selesai, lucunya bisnis itu kok hilang, selesai kerjasamanya.

Sejak 1997 memang bejibun orang minta tolong dlm hal apapun. Dan penulis sangat passion untuk itu.

Dan baru nyadar, setelah ngalami tugas nolong bikin usaha, bangun perusahaan. Lucunya setelah selesai, maka semua berakhir. Kadang berakhir yg nulis dikerjai, harta modal dibawa lari, proyek ditelikung. Tapi intinya tugas penulis sudah selesai atas semua usaha usaha itu.

Hingga cerita bergulir tahun 2009 diundang temen temen pesbuk, jadi pembicara, coach di kantor, hingga bantu realitas pasien pemberdayaan.
Secara penulis gak pernah belajar khusus, jelas gak baca buku, apalagi sertifikasi. Anehnya ya kasus hingga orang sakit jiwa telanjang, akut. Kok ya sembuh. Juga bejibun penyakit akut, hingga metafisik, supranatural gangguan lain, urusan rumahtangga merukunkan, hingga rejeki.

Ngeri bingits lebih 30.000 orang itu dateng. Dan yg nulis cuma otodidak, belajar dari pasien dan peserta. Kadang yg dateng master, trainer, psikiater, kiai, ustadz, sampe dukun pula. Lah kan pinteran mereka…. Kok minta tolong ke yg nulis.

Bayangin, jadi pembicara, materinya muncul sendiri, ngomong sendiri, seolah disuruh bantu peserta yg dateng. Mengalir begitu saja…

Bejibun yg dateng, sampe nginep, dan rutin. Setelah selesai tugas yg nulis ya sudah, selesai. Seperti mimpi, kok bisa? Kalau bisa ditulis di buku itu bisa berjilid jilid kisah orang lain. Dan terbantu.

Nyadari oooh peran inyong disini. Hingga membimbing kesadaran akan Allah. Semua seperti ngerti sendiri, ngalami berproses. Melihat orang itu ya bisa keliatan semua apa dosanya, pola pikir, karakter, hambatannya, sampe ngomong di hati kadang ngerti. Seolah orang itu ya penulis sendiri.

Gak enak, karena ikut merasakan. Sering sakit penulis, ternyata baru ngeh itu sakit orang yg mau dateng. Ikut nyambung. Jadi ngerti, kenapa, sakit dimana, dstnya. Kadang sebel sama orang, gak taunya orang itu yg sebel. Atau baru liat, penulis gak suka, gak mau ketemu, rupanya itu sifat orang itu.

Baru ngeh, peran yg nulis ada disitu.
Hingga bikin banyak usaha karena ada tugas rejeki buat partner, atau yg terlibat di usaha itu.

Walaupun penulis kerap dibohongi, dikerjai, disakiti, hingga modal dibawa lari. Itu cuma cerita, penulis mensyukuri semua tugas Allah yg nyata. Ditipu, disakiti, diremehkan, dicuekin pun cengengesan. Karena jalani tugas. Seneng dg maksud Allah memperjalankan di kisah ini.

Jadi apapun coach, trainer, dukun quantum, guru hakikat, pengusaha, pejabat sosial, dstnya yg nulis cuma pelayanNya. Siap dibawaNya kemanapun peran.

Lantas dimana letak berdoa, dan pasang tujuan. Sesuai kebutuhan hari hari yg diperlukan dlm tugas itu. Semisal uang, materi, asset, dan goals setting kerjaan. Dan tujuan melangkah membuat apapun utk kemanfaatan orang banyak, berbuat kebajikan.

Semua tercukupi, dan cerita dateng sendiri. Peran juga dateng sendiri berikut pengetahuan didalamnya.

Semoga yg masih bingung akan hidupnya, terbuka kesadarannya membaca kisah ini.

Kita cuma hambaNya. Ikhlas terima dg semua tugas dan peran. Jangan pernah melekat dg peran sekarang, ikuti saja cerita demi cerita tanpa kepingin akan peran.

Fokusnya cuma PENUHI KEBUTUHAN SEHARI HARI. Ikhtiar, dan tunaikan hingga terpenuhi. Nanti semua terbentuk sendiri, kisah dan peran dateng sendiri membawa kita ke satu kisah ke kisah berikutnya.

Sangat nyenengin hidup ini. Tuhan seperti berbicara, komunikasi di setiap cerita. Ya Allah, hamba siap jalani.

Rahayu
Mas Kris

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *