The Power of Pasrah…. Living in Harmony

Sahabatku yang selalu tercerahkan,

Hukum Semesta selalu menganut keseimbangan dengan sendirinya.    Ketika  suatu daerah ada kekeringan luarbiasa, pasti ada di tempat lain yang kebanjiran.     Ketika ada di tempat lain yang kaya mendadak, maka ada yang miskin mendadak di tempat lain.   Ketika  ada yang gembira luarbiasa, ada juga yang sedih luarbiasa.   Ada yang kaya, pasti ada yang miskin.  Semua selalu berpasangan.

Ternyata komposisi energy pun berpasangan, ada + (plus) dan ada yang (-) minus, serta keseimbangan keduanya (netral).    Atau di ilmu fisika disebut Proton, Elektron dan Neutron.   Sains sudah sepakat bahwa  unsur terkecil adalah sel yang ditengahnya ada inti dan dikelilingi (berpusar / thowaf) proton, electron dan neutron.  Ketika Sains Quantum menggali lagi yang terkecil dari inti, ternyata hanya ruang melompong dan selalu saja ada dimensi lain disana, tiada habisnya selalu ada ruang.   Tiada akan pernah habis,  semakin manusia berpikir maka akan selalu saja ada energy dan partikel terkecil.

Karena semua terbentuk dari energy dan partikel dalam sudut sains, maka sama saja kita berada dalam lautan energy yang luarbiasa luas.  Seperti bola kehidupan yang isinya energy dan partikel dengan jumlah yang tetap sejak awal (hukum kekekalan energy).  Ketetapan inilah yang disebut dalam nilai spiritual bahwa Tuhan telah kekal menetapkan jatah, nikmat kepada semua mahluknya.   Sebutan Tuhan yang tidak akan pernah dijangkau dalam Sains hingga kini.   Tuhan tidak menyerupai yang diciptakan (energy dan partikel).

Apa yang tampak dalam ukuran terkecil yang disebut  “ada”  tentu beda dengan “ketiadaan”.  Ketiadaan  dibalik semua wujud  ada – nampak.    Penghubung antara ruang “ada” dan “ketiadaan” itu adalah lubang semesta (blackhole).  Yang konon, siapapun masuk ke blackhole akan berpindah ruang dan waktu.  Seperti kejadian baru lalu di daerah Jawa Tengah,  sebuah truk dan bis masuk ruang blackhole, ketika naik tanjakan sebuah jalan, namun tiba-tiba berpindah di sebuah hutan lebat dikelilingi oleh hutan.  Akhirnya perlu waktu untuk menebang pohon agar bisa keluar dari hutan tersebut.  Atau dalam kisah agama, ada sekelompok pemuda beriman melarikan diri bersembunyi di  gua, lalu tertidur, dan ketika terbangun sudah berada di masa mendatang.  Atau kisah nabi, yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dalam semalam.  Rahasia yang tidak pernah bisa dijangkau,  mengacak, randomitas.

Random, acak inilah hukumNya, terserah Dia dibalik wujud semesta ini mau memberikan harta kaya raya mendadak atau miskin mendadak juga pertolongan mendadak bagi mereka yang selalu yakin bahkan haqqul yakin kepada Dia dibalik wujud ini.

Bola kehidupan dengan jumlah energy yang kekal diatur oleh Tuhan dengan hukum keteraturan.  Berbuat baik akan dibalas kebaikan I(sebak akibat),  begitu juga sebaliknya.  Setelah bekerja menunaikan kewajiban, akhirnya mendapat upah (haknya).   Membeli mobil, rumah setelah bekerja semangat sesuai  niat tersebut.

Kita  berada di lautan energy, dari semua yang ada pada badan, organ tubuh, pikiran/jiwa  dengan “spirit / ruh” yang merupakan ketiadaan menghidupi wujud  badan dan pikiran/jiwa.   Komposisi energy harus seimbang kalau tidak maka kehidupan menjadi penderitaan.

Tubuh kurang gizi maka perlu ditambah gizi.  Kurang Calsium maka perlu ditambah Calsium,  kurang apapun harus ditambah.  Demikian juga sebaliknya bila berlebihan maka harus dikurangi.   Seperti apa kata nilai agama,  apapun yang dilakukan janganlah berlebihan.  Ini tergambar dari cara ibadah sholatnya orang Islam, ada pergerakan dinamis, ada pula harus tenang, tuma’ninah, dan ada pula tafakur – hening setelah seharian bergerak dimanis.

Semua harus seimbang, balance, harmoni, atau kalau tidak tatanan energy akan membuatnya kehidupan jadi menderita.

Semua pengobatan medis , non medis, maupun alternative / terapi adalah mencari penyebab ketidakseimbangan dari gizi, ataupun yang lain yaitu emosi.

Keharmonian, keseimbangan berada di tengah antara proton (plus) dan electron (minus), bisa disebut perumpamaan berada pada titik NETRAL.  Lahirlah konsep Yin-Yang di sebuah lingkaran, di tengah-tengahnya ada lubang (titik nol).   Keseimbangan berada di di tengah, itulah POWER yang merupakan titik keseimbangan diantara keduanya.

Titik keseimbangan yang  merupakan inti sel kehidupan, dan semakin seimbang maka inti sel kehidupan akan terbuka BLACKHOLE-nya, menuju Ruang Ketiadaan.  Maka disebut TITIK NOL.   Seimbang pada sebuah titik kehidupan, maka dimensi ketiadaanNYA akan mengambil alih keseimbangan tersebut, mengatur dan memeliharanya.

Keseimbangan hanya terjadi bila berpola pikir IKHLAS dan PASRAH TOTAL,  The Power of Pasrah adalah kekuatan TITIK NOL.

Kita berada pada samudera lautan energy quantum, lautan rejeki, lautan kesehatan, lautan kemakmuran, lautan kebahagiaan dan lain-lain.  Semua adalah lautan energy dan partikel.  Lautan Nur Illahi.

Bayangkan kita adalah kapal layar mengarungi lautan energy ini, namun samudera lautan kehidupan ini berombak ganas.   Kita akan capek, lelah, galau, kehabisan daya dan pulsa, sudah berapa banyak ikhtiar, pergerakan kerja keras, semangat, motivasi, manajemen.  Semua dikerahkan namun ombak lautan sangat ganas,  kapal layar seperti berada disitu-disitu saja.

Padahal seharusnya kalau samudera lautan energy itu tenang, maka kapal pun tanpa dikayuh hanya dengan kegembiraan, niat yang baik,  itu kapal layar berjalan dengan sendirinya.   Karena SAMUDERA LAUTAN ENERGI QUANTUM sudah memelihara  seluruh RUTE PERJALANAN.  Mencukupi dan memeliharanya.  Semua sudah kekal ditetapkan olehNYA.

Apa masih tidak percaya dan yakin bahwa Allah SWT yang berkuasa atas samudera lautan energy quantum ini telah menetapkan jatah, nikmat, rute perjalanan sejak awal.  Semua sudah kekal ditetapkan.  Bergembiralah !!  Bila samudera tenang, seimbang, harmoni, maka semua berjalan sesuai pengaturan awal,  kembali pada pengaturan semula.  Semua  penuh kebahagiaan sesuai jatah masing-masing.   Gak usah dikejar, dicari, maka jatah nikmat itu datang sendiri.  Inilah KONSEP KERJA CERDAS dan IKHLAS.

Apa yang membuat samudera lautan berombak ganas  dengan ombak naik (terlalu energy berlebih, proton) yaitu:  ambisi, banyak keinginan, memaksakan diri, memaksakan orang lain, memaksakan takdir, memaksakan Tuhan, niat berlebihan dengan emosi marah, juengkel, dendam, sakit hati.   Memaksakan pokoknya saya harus jadi ketua,  saya harus beli mobil tahun ini, saya harus dan harus!

Pokoknya target tahun ini harus dicapai, walaupun harus berdarah-darah dan menderita.   Halah…

Pokoknya tahun depan saya harus jadi Direktur, walaupun harus menjual semua asset.  Ini demi nama baik….halah, maksa.

Pokoknya saya harus bisa di sekolah unggulan ini walaupun harus bayar mahal jual semua harta.  Halah…..maksa, padahal di kemudian hari,  itu pelajaran sekolahnya gak dipake, gak tahunya takdirnya lain.

Sudah berapa banyak sejak kecil kita banyak keinginan, lebay berlebihan, memaksakan diri dan siapapun, apalagi emosi marah, dendam, sakit hati, dan lain-lain yang rentan menjadikan energy proton berlebih semakin berlebih,  jadilah ombak lautan energy meninggi berombak.

Atau sebaliknya,  samudera lautan energy berombak turun sangat karena energy terlalu minus (electron),  yaitu cara berpikir dan perilaku yang kurang bergerak, kurang motivasi, kurang inisiatif, serba paranoid takut pada dirinya sendiri tidak bisa sukses, takut tidak bisa bahagia, takut masa depan nanti kurang bahagia, was-was, khawatir, cemas, gelisah, stress, tertekan (depresi) dan lain-lain yang menjadikan ombak lautan energy menjadi berombak turun.

Lahirlah konsep spiritual agama untuk INTROPEKSI, kenapa perjalanan kapal layar ini penuh penderitaan dengan ombak yang ganas sekali.   Nabinya orang Islam saja selalu intropeksi 70 x dalam sehari, padahal sekelas nabi yang ombak kehidupannya sudah harmoni.  Beliau masih tetap mengajari umatnya untuk tetap ISTIQOMAH, terus menerus melakukan INTROPEKSI kedalam.

Paguyuban Mahakosmos, SWARA KESADARAN, adalah kumpulan dari orang-orang yang  mau mengubah nasib, kembali kepada kesadaran titik nol, kembali kepada pengaturan awal, mereset cara berpikir – perilaku untuk kembali SEIMBANG,  Living in Harmony.  Caranya dengan bebersih psikoterapi spiritual. Bebersih pemikiran dan hati.

Sudah banyak yang tadinya sakit kronis luarbiasa puluhan tahun, penderitaan hidup masalah keuangan, rumah tangga, bisnis dan lain-lain,   akhirnya kembali ke PENGATURAN SEMULA.   Sembuh, mendapat jalan keluar, pertolongan tak disangka tak terduga.   Apakah itu KEAJAIBAN?

Hidup ini tidak ada keajaiban.   Memang begitu seharusnya yang terjadi kalau dari awal TIDAK MELENCENG DARI PENGATURAN SEMULA.    Kaget seperti keajaiban, karena kembali dari jalan yang gak enak ke jalan semula yang penuh keteraturan kebaikan.

Ketika mulai harmoni dalam pemikiran dan cara hidup, ternyata gubrak rejeki berdatangan buanyak sekali. Bisa jadi itulah akumulasi rejeki yang harusnya datang sepuluh tahun lalu, atau lima tahun lalu atau diwaktu sebelumnya namun tertahan karena ombak lautan kehidupan kita berombak, dan jatah jadi menjauh. Kini berdatangan seperti menumpuk dalam satu waktu.

 

RAHASIA KEMUDAHAN HIDUP

Dalam sebuah forum saya membuat simulasi ada seseorang berdiri dan tiga orang berdiri dihadapannya.  Orang ini haqqul yakin kalau Tuhan sudah menetapkan jatah nikmat  yang kekal yaitu ke-3 orang temannya ini adalah jatah rejekinya.  Ternyata ketika dia emosi meminta jatah tersebut dengan memaksa, doa memaksa, meminta, berkeinginan, tiba-tiba ketiga temennya itu terhuyung-huyung mundur.  Namun ketika  dia bilang pasrah, pasrah, dan merunduk, atau mundur, malah justru ketiga temennya seperti terhuyung-huyung maju kedepan seperti tertarik/tersedot.

Ingat hukum kekekalan energy,  artinya dari awal semua jatah nikmat itu kekal telah ditetapkan kepada setiap mahluk.  Gak bakalan ketuker.  Kekal dalam jarak, kekal dalam waktu, artinya kalau sudah waktunya pasti jatah nikmat itu akan turun.    Gak usah dipaksa pun jatah itu akan turun dengan sendirinya sesuai jumlah dan waktunya.  Nam un semakin dipaksa, berkeinginan meluap, emosi, maka justru semakin menjauh.

Jarak antara kita dan nasib, jatah rejeki itu adalah jarak yang kekal, tetap.    Nasib rejeki akan selalu mengikuti kita dari depan, belakang, segala penjuru atas dan bawah.    Supaya yang didepan datang, maka kita mengalah, mundur, mengalah untuk menang.  Supaya yang  diatas turun, maka  kita merunduk, sujud seperti setitik debu kepadaNYA.  Seperti memancing,  ditarik kebelakang, maka  kail yang ada ikannya akan datang pada kita.

Pasrah, ikhlas, tunduk merunduk, mengalah untuk menang, menghargai etika santun, adalah  CARA BERPIKIR (MINDSET) yang menjadikan jatah itu berdatangan sendiri tanpa diminta, sesuai apa yang telah diatur oleh Tuhan.

Bergerak tetap dinamis, semangat, tetap dalam keseimbangan gerak, motivasi, inisiatif.

Ada project, tetap dikejar, dengan semangat, inisiatif yang seimbang  namun  dalam sikap pemikiran dan hati selalu sujud merunduk, pasrah jikalau ini rejekinya maka pasti gak ketuker.

Namun kalau memaksakan,  pokoknya harus dapat project ini, harus dapat dengan segala cara.  Gak tahunya setelah didapatkan project ini dengan hutang kredit sana sini, ternyata project ini macet.  Jadilah dia menderita, ambruk.     Terlalu memaksakan.

Penderitaan kehidupan terjadi karena mengambil jatah yang bukan miliknya.  Seolah besar, wah, dahsyat, hebat, namun isinya penuh penderitaan.   Ketika prinsipnya memaksakan terlalu proton, maka semesta akan menyeimbangkan dengan memberi electron (minus) dalam kehidupannya.

Banyak orang yang terlihat kalah dalam kehidupan, kalah dalam pendidikan, akhirnya PASRAH bahwa  Tuhan itu Kaya, telah memelihara dan mencukupi, telah menetapkan jatah rejekinya  kepadaNYA.   Mindsetnya hanya demikian, dan pasrah ikhlas atas ketetapan itu.   Ternyata semua berdatangan satu persatu tanpa diminta.  Semua tidak pernah kebetulan.

Lautan  energy yang harmoni, seimbang, menjadikan tanpa dipaksa, tanpa dikayuh pun,  perahu layar akan berjalan dengan sendirinya mengikuti arus ombak yang rutenya sudah jelas ditetapkan.

Semua berjalanmengalir apa adanya, tanpa pemaksaan, emosi keinginan berlebih.  Karena sudah tahu, semua sudah kekal jatahnya.

Jatah rejeki akan semakin bertambah seiring menghidupi siapapun, anak yatim maupun yang kehidupannya jauh dibawah kita.  Bertambahlah jatahnya.

Tinggal mari kita siapkan wadah yang besar dan cantik, dengan pemikiran besar, jiwa besar dan usaha besar untuk menampung jatah rejeki yang demikian besar.

Masak sih jatah sekolam, cuma menyiapkan diri dengan wadah segelas.

 

Salam harmoni,

Mas kris

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

One Response to The Power of Pasrah…. Living in Harmony

  1. ninik k says:

    mas kris sudah bolehkah saya menolong orang lain? saya masih ……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala