Terapi Ikhlas…. syari’i gak ya? Halah cuma pekpeksan kosong aja…..

Sahabat yang tercerahkan,

Dari bejibunnya konseling, ada sahabat di group ini yang meminta kesediaan waktu untuk “sharing” dengan orangtuanya karena sudah bertahun-tahun dan bahkan belasan tahun kok gak sembuh-sembuh.

Ya jelas lah, ada waktunya….

Saya tanya, memang yang mau sharing itu dirimu atau pasiennya?  Ternyata pasiennya yang tergerak, yaitu orangtuanya.  Ok kalau sudah tergerak, ya saya hanya menjalani saja.

Sampai di rumahnya, ternyata record berobatnya sudah lengkap.  Artinya ya mau apa lagi?  Ke rumah sakit sudah rutin, ke psikologi juga sudah. Ke kyai, sering.  Ke mbah alternative juga sering juga.  Minum obat herbal, juga rutin. Lah semua sudah lengkap.   Apalagi sharingnya….

Akhirnya saya cerita tentang ZERO LIMIT, betapa banyak  sekali kasus bahkan ada yang kanker stadium 3, juga penyakit kronis seperti yang diceritakan di group ini.  Tiba-tiba mengalami titik balik, yaitu kembali ke fitrahnya semula. membaik.  Ibarat, gerak sel itu mestinya lurus,  ini sudah melenceng ke samping.  Tiba-tiba gerak sel itu kembali ke relnya semula.  Kok bisa ya….

Mbuh, ora ngerti…..

Bahkan yang tadinya hutang milyaran, kini sudah nyengir…. walaupun mau nyengir kayak gimanapun, ya tetap pas pasan mukanya. Ya kayak gitu, lesung pipitnya gak jelas.  Tapi nasibnya sudah jelas, hutang sudah berlalu….

Apa fenomena zero limit, yaitu ketika semua cara sudah mentok.  Bisa jadi harta sudah habis, bahkan sakit pun sudah gak bisa diobati karena obat sudah gak bisa masuk tubuh.  Intinya, sudah gabruk gubrak bruk….sampai muncul bendera putih dari otaknya.  Berkibar-kibar….. Ya Allah tobat, menyerah…nyerah,  terserah Engkau saja.  Diberi hidup ya saya jalani, kalauupun mati malam nanti ya saya ikhlas.

Program otaknya sudah error dari sistem yang dia percaya selama ini.  Semua berkebalikan…

Saking sudah limitnya, akhirnya mati pun okeh…

Sudah gak ada lagi keinginan apa-apa…

Padahal ketika dia mengingat mati, sadar di posisi mati…..itu sesungguhnya SISTEM OTOMATIS SUDAH BERJALAN.

Mati itu suatu program yang tidak ada dalam otak, maka semua berhenti. Ketika mencapai zero limit, maka gerbang pertama adalah “kematian”.  Bawah sadarnya sudah meyakini mati atau terserah Tuhan saja.  Sementara Tuhan tidak  menyerupai apapun di dunia ini, artinya ZERO.Artinya, otaknya kembali ke reset otomatis, dan sel-sel tubuh pun akan bekerja normal kembali sesuai fitrah pengaturan.

Kuncinya inget mati, inget Tuhan.

Semua pasien itu saya bilang, tobat, minta ampun, jangan menginginkan sembuh, jangan menginginkan hutang terbayar, dan lain sebagainya.  Gak usah ingin apa-apa.  Namun tetap bergerak melayani takdir kehidupan yang berdatangan.

Langsung saja dihujat:  “Sesat……”

Keluar deh dalil-dalilnya…bla..bla..bla…  Saya cuma cengengesan, gak professional banget.  Cuma nyengir.  Kayak gini rupanya pendiri mahakosmos.  Culun….(tapi gak takut istri, gak seperti dirimu yang kemana-mana dikawal istri….. tapi  saya menghormati istri jadi tetap dikawal dan patuh pada permintaannya). Saya cuma bilang:  ya gitu fenomenanya,  kan sudah dari jaman prikiplik ya kayak gitu.  Maknai ceritanya, fenomenanya.  Memang begitu….

Lalu saya tanya:  “Suka zikir apa…..”

Langsung dijawab, ya seutamamanya zikir adalah La illahaillalah.  Tiada Tuhan selain Allah.

Saya cerita kisah fenomena, dan saya pernah alami.

Gini, saya diberitahu seseorang sahabat di group ini, bahwa ada obat bagus buat memperbaiki tulang, pengeroposan, mengencerkan darah, sehingga badan jadi bugar, seger.Ya karena gak percaya, makanya nyoba untuk membuktikan.

Ternyata, efeknya luarbiasa obat herbal ini. Sakit pinggang jadi sembuh,  yang pegel-pegel langsung hilang, saya merasa tubuh bugar.  Akhirnya saya cerita ke orang-orang adanya obat ini.

Suatu hari, saya sakit lagi di pinggang, pegel, gak karuan rasanya,  tentu saja dong….saya minum obat ini.  Lho kok  gak ada efek sama sekali, biasa saja.  Tidak seperti dulu.Kenapa?

Setelah saya amati, renungkan,  awalnya saya gak percaya, ngetes, sekedar nyoba, kok manjur.Kemudian saya percaya sama obat ini,  namun kemudian kok malah gak manjur.

Ketika saya gak percaya omongan orang, juga obat ini,  tentu saja itu kuadran “saya percaya Tuhan”.  Tombol itu otomatis,  ketika kita percaya A, maka B jadi off.  Namun ketika kita tidak percaya A, maka B jadi ON.Namun berikutnya saya percaya obat itu, maka otomatis kepercayaan dasar itu bergulir kepada “isi duniawi”.

Akhirnya saya minta ampun, tobat, sholat taubat, membayar kifarat,  atas segala settingan bawah sadar, memory DNA yang telah percaya sama obat.  Sekaligus dilepaskan deh, semua kepercayaan itu yg terlanjur tertanam.  Ingat Tuhan gak mau di duakan.  Betul gak….Aneh,  sakitnya malah sembuh sendiri malah gak pake apa-apa.

Kasus ini juga terjadi,  contoh:  ketika mulai berbisnis,  karena konon kata orang teknik bisnis A ini luarbiasa.  Tentu jadi tergerak mau ngetes,  tentu dasarnya mau tahu, untuk menguji kepercayaan itu.   Dan benar,  teknik bisnis A ini berjalan luarbiasa.   Namun seiring waktu, kok teknik ini jadi melempem, dan tidak sakti lagi….

Kenapa?  Ya itu, dirimu sudah percaya, menuhankan teknik bisnis itu, tanpa disadari.Banyak kasus serupa,  seorang pakar tidak sakti lagi, karena sudah ego mempercayai kepakarannya, tekniknya, caranya, ilmunya.

Dan sebagainya.

Kembali ke kasus diatas, akhirnya si pasien itu manggut-manggut, gak sadar selama ini percaya sama dokter, percaya sama rumah sakit, kyai, mbah alternative, obat herbal dan sebagainya.Dan tidak sadar, menuhankan “keinginannya untuk sembuh”, karena dalam benaknya selama belasan tahun ya kepingin sembuh.

Tiada apapun selain Allah,  termasuk keinginan.

Mas, tapi kan saya juga menginginkan Allah, juga menginginkan sembuh.

Bu, Pa…..Allah itu gak mau diduakan.  Makanya disebut kalimat tauhid,  tiada apapun DIA.

Ketika kita mempercayai yang lain apa namanya?   “Musyrik….” jawabnya serentak.

Itulah maknanya musryik tidak disukai Allah, sehingga dibilang dilaknat, dosa besar. Karena hakikatnya, ketika kita menginginkan apapun isi duniawi ini, tidak hanya sekedar ingin sembuh, ingin menikah, ingin hutang cepet lunas….tanpa sadar dalam benak kita sudah tertanam duniawi, dan DIA tidak ada. Namun ketika kita melepaskan keinginan apapun tentang isi duniawi, juga kepercayaan apapun dengan sesama, metode, gelar, konsep, cara, dan lain sebagainya.  Maka DIA mengambil alih kendali dalam kehidupan.

Ujian terjadi karena DIA tidak bersama dalam perjalanan ini,  DIA tidak mengambil alih, karena kita gak sadar mempercayai yang lain,menginginkan yang lain.

Lho, kan kita disuruh berdoa, meminta? Ya memang begitu, lantas……..kan juga bisa gak pake nafsu kepinginan atau mempercayai hasilnya.

Inilah motivasi kehidupan….JALANI HIDUP, BERGERAK BEKERJA KERAS, MELAYANI APAPUN YANG DATANG, TANPA MENGINGINKAN HASIL, TIDAK MEMPERCAYAI APA-APA.

Bayangkan, disuruh bekerja keras semangat namun seolah mati besok.  Artinya keinginan akan hasil di waktu besok ya sudah dimatikan, dipadamkan, gak ingin apa-apa.

Bapak, Ibu, kerja dimana?

Wah langsung cerita…..ternyata sukses di pekerjaan.

Lalu mereka bilang “Ya mas, saya gak percaya lho, kok bisa meraih karir seperti ini…..”

Nah tuh, gak percaya kan.  Berarti Bapak, Ibu tidak menginginkan, bahkan tidak percaya hasilnya jadi begini kan. Tuhan akan mengambil alih semuanya tatkala kita melepaskan kepercayaan apapun tentang isi duniawi ini, juga melepaskan keinginan apapun.  Gak ada apa-apa…..Zero.

Zero itulah wilayah Tuhan.

Bersyukur, mereka semuanya yang ngeh pun mengalami bergulirnya kehidupan. Ingat, cerita itu akan bergulir tatkala mau menerima itu benar adanya.  Maha benar Allah dengan segala pengaturan ceritaNYA. Dan keajaiban hidup terjadi berkali kali tatkala melepaskan keinginan apapun dari apa yang dikerjakan hari ini, juga melepaskan kepercayaan apapun tentang isi duniawi ini.

Semua gak ada apa apa

Salam,

mas kris

Mohon  maaf, karena banyaknya sms, inbox, saya tidak bisa bales semuanya.  Karena, pulsa terbatas dan waktunya kurang pas.

Bila dirimu tergerak mau menyelami kehidupan, memaknai ujian berat yang sedang dihadapi semisal ujian sakit jasmani, pemikiran, kejiwaan, bisnis, rumah tangga, indigo, gangguan ilusi, gangguan kantong kering, gangguan anak autis, gangguan mental, kepribadian, ilusi past life regression, dan lain-lain  rasanya coba dibaca semua ratusan status, dan ratusan artikel di group ini.  Bila tergerak lagi, ya bisa ikutan pelatihan, namun tergerak sekedar sharing konseling, ya datang saja langsung ke Ciganjur-Jakarta Selatan.

Bisa bel dulu untuk janjian di 085715244100

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala