Soul Therapi – Terapi hati/Jiwa, intinya pembersihan kembali ke ZERO AWARENESS, pengaturan semula…….(1)

Salam Sahabatku yang selalu tercerahkan,

Banyak buku-buku di luar sana yang menyatakan bahwa Soul Therapy adalah yang terbaik karena kena ke intinya. Masak sih….

Sejujurnya yang membuat saya memahami apapun konsep psikologi, psikoterapi, membaca apapun semesta, pastlife, masuk lorong waktu ke semesta sebelumnya atau kedepannya, adalah karena sudah menjadi diri sendiri.

Soul adalah jiwa-diri sendiri, badan astral yang MENGONTRAK di badan jasad ragawi yang karena hukum keteraturan Tuhan (balasan sesuai apa yang telah dilakukan pada semesta sebelumnya) dan random (mengacak alias terserah Tuhan, mau-mauNya DIA) ditugaskan dengan peran/lakon sekarang ini. Badan ragawi yang dihidupi oleh Tuhan melalui RuhNya – SPIRIT (dalam versi agama), ZatNya yang menghidup yang dikaji oleh ilmuwan manapun tidak akan pernah ketemu seperti apa energi maupun partikelnya. Karena jelas beda antara Yang menghidupi (khalik) dan yang dihidupi (mahluk). Mahluk pasti ada energi dan partikel, bisa dikaji.

Misteri kehidupan ada di Soul yang konon seperti sekeping mata uang dengan SOUL. Satu sisi sebagai manusia (DIRI), dan satunya lagi sebagai (SPIRIT-SEJATI). Ngomong memang mudah, dua sisi yang berbeda yang pembatasnya adalah ZONE TITIK NOL atau banyak orang bilang adalah JEDA, TUMA’NIMAH, RUANG ANTARA. Sebagaimana dimensi tiada energi, maka seperti itulah ZONE SPIRIT. Maka sang SOUL harus MELEPASKAN…MELEPASKAN, sekali lagi MELEPASKAN energi nafsunya, egonya, kesombongannya, melenyapkan pemikirannya, keinginannya, apapun emosi yang menciptakan energi.

Semakin senang memainkan energi, nafsu, keinginan, akses energi, bukan melepaskan, maka semakin besarlah kerapatan energi SANG SOUL, maka semakin menjauh dari ZONE SANG SPIRIT.

 

SOUL THERAPY

Saya bermula dari gak ngerti apa-apa, jadi seperti memahami hal tersembunyi dan paham cara menangani berbagai kasus kehidupan terapi, adalah karena menjadi diri sendiri, sang soul, jiwa. Kembali menjadi Diri yang menempel dengan Sejati. Sang Soul-Jiwa yang terus menerus dibersihkan karena TERSADARKAN, NGEH, untuk kembali kepada Tuhan, melalui taubatan nasuha. Kesadaran ingin kembali ke Zone Zero.

Butuh waktu yang panjang untuk membersihkan SANG SOUL, karena harus membuka KEPOMPONG yang menyelimuti, dengan cara MELUBANGI dengan MEMBUKA PINTU (banyak orang menyebut CAKRA), dan tiap pintu ada penjaga (dalam agama saya disebut QORIN) yang menjaga melayani kita dalam berkehidupan. Begitu banyak pintu utama dan pintu-pintu seluruh tubuh, makanya setiap organ tubuh konon kata agama dikawal oleh QORIN malaikat yang jumlahnya banyak sekali.

Kata agama, rumah harus bersih, gak boleh ada gambar, demikian juga perumpamaan tubuh gak boleh digambari dengan apapun juga nafsu. Kalau digambari, maka sang Qorin ini jadi gak betah menjaga organ tubuh, maka tubuhnya sakit-sakitan.

Muncullah konsep terapi SENTUHAN, menyapa organ tubuh, inilah dalam rangka MENGOBROL dengan PENJAGA ORGAN TUBUH. Konsep terapi ini lahir di Eropa sana, namun orang jawa sudah melakukan ini turun temurun. Kalau sakit, dielus-elus, ngomong sama malaikat penjaganya, minta ampun kepada Gusti Allah, dan sakitnya mereda.

MEMBERSIHKAN dari apapun yang telah menjadikan ENERGI sejak kehidupan PRESENT TIME (sekarang ini), hari demi hari sejak dalam kandungan, terlahir, hingga sekarang. Lalu mulailah untuk membersihkan PAST LIFE yang masih melekat dalam SOUL.

 

JIWA YANG SAKIT, MAKA BADAN JASMANI JUGA SAKIT, JUGA JALANNYA KEHIDUPAN

Sesungguhnya saya kalau men-terapi, konseling bahkan ngobrol dengan siapapun adalah ngobrol dengan SOUL-nya, dirinya, jiwanya orang itu. Bentuknya sama tapi astral, dibalik wujud jasmani.

Pikiran dan omongan orang bisa berbohong, namun SANG SOUL- Dia sendiri akan jujur apa adanya.

Itulah mengapa sulitnya menjadi DIRI SENDIRI, karena selalu DIBOKISIN oleh PIKIRAN DAN NAFSU. So, jadi gak mau jujur, bahkan banyak yang sulit untuk jujur kepada dirinya sendiri.

Ditanya enak gak makan masakan saya….. jawabnya geleng-geleng, tapi ternyata lidahnya menjulur……UENAAAAAAAK! Lidah sama kepala dan pemikiran saja gak sinkron.

KEBOHONGAN walaupun kecil antara pikiran, dan diri sendiri serta seluruh organ jasmani inilah yang membuat JIWA SAKIT.

 

MENS SANA IN CORPORE SANO (bener gak yah tulisannya….)

Dan ketika saya melihat badan jiwanya itu sakit, bentuknya ya seperti orang sakit, penuh luka-luka, maka dipastikan BADAN JIWA SAKIT menjadikan JASMANI pun ikut SAKIT.

JIWA yang SAKIT, AWUT-AWUTAN, LUKA DALAM, BADAN ASTRALNYA MERINGKUK, kalau dalam bentuk AURA ya warnanya amburadul gelap. Ini karena cara berpikirnya yang BOHONG dengan diri sendiri jiwanya.

TERAPI JIWA/SOUL akan berimbas kepada TERAPI VIBRASI RASA dan TERAPI PSIKOLOGI/PEMIKIRAN, mungkin itulah banyak pakar di luarsana menyatakan bahwa SOUL THERAPY IS THE BEST karena akan kena ke semua aspek kehidupan.

Ketika saya melihat seseorang BADAN DALEMNYA (soul) sakit, maka saya membaca semua penyebabnya disana. Biasanya yang diterapi kecenderungan tidak mau membuka masalahnya bahkan kerap berbohong. BOHONG SAMA DIRINYA SENDIRI, ITU FATAL.

 

PENYEBAB PENYAKIT BADAN JIWA-SOUL

Adalah KEBOHONGAN pada dirinya sendiri, penyebabnya lagi adalah TIDAK IKHLAS, BELUM BISA MENERIMA ujian yang menimpa dirinya.

Contoh: ayahnya menikah lagi, atau dikeluarkan dari kantor

Ngomongnya sih sudah IKHLAS…..aku sudah ikhlas…bener loh, suer!

Ketawa ketiwi, cekakak cekikik, namun DALEMNYA NANGIS BOMBAY

 

KURANG BISA MENERIMA menimbulkan emosi.

Emosi lambat laun akan akumulasi menguat dan menjadikan jiwanya sakit, maka kelistrikan tubuhpun akan terganggu, jasmani ikutan sakit.

Penyebab kurang bisa menerima (IKHLAS) adalah karena EGO

Yaitu mau menang sendiri, merasa lebih hebat, merasa paling benar.

Ketika ngobrol sama orang tidak sepemahaman atau bapaknya yang menikah lagi, dia sih cuma cengenges cengenges seperti SEPAHAM, namun tanpa disadari SEMAKIN MENIMBULKAN EMOSI TERPENDAM.

WHY bro? Karena BADAN DALEM NYA EGO MERASA BENER SENDIRI, akibatnya dalemnya tidak bisa menerima pemahaman lawan bicara tersebut, atau bapaknya yang menikah lagi atau perusahaannya yang mengeluarkan dia.

Sekali lagi, TAMPAK DILUAR, ya bersahaja, wajah penuh cahaya, berwujud executive, motivator, pengusaha, karyawan, ahli terapi, dokter, psikolog, Ustadz, bahkan siapapun. Terkesan tersenyum menerima, namun DALEMNYA BERONTAK.

Inilah PENYAKIT KEJIWAAN, berawal dari EGO.

Seorang Sobatku, Ustadz peruqyah, yang akhirnya juga emosi dan gangguan jasmani ketika meruqyah seseorang yang pergi ke klenik, perdukunan, akses energi (isian). Akhirnya ketika diruqyah, pasiennya kelojotan. Sobatku itu menasehati pasiennya dengan emosi agar bahwa apa yang dilakukan ITU SALAH.  Walahh dia malah jadi emosi.

Lalu saya bilang dengan santai, itu yang bikin situ kena penyakit adalah gara-gara kebanyakan meruqyah dengan melabelkan, karena SITU MENGKONEKSIKAN dengan obyek pasien. Koneksi terjadi karena situ ada KESAMAAN EMOSI dan EGO. Maka menjalarlah energi negatif si pasien ke sobatku itu melalui jalur koneksi tersebut.

Saya kasih pemahaman, ente harusnya bersyukur banyak mendapat pasien dari mana-mana bejibun berdatangan. Itu rejeki bro, maaf, Ustadz.

Kalau gak ada perdukunan, klenik, metafisik, ahli akses energi (isian) yang mengisi jiwa seseorang, membekali seseorang, maka ente gak punya pekerjaan untuk membersihkan mengeluarkan isian itu.

Dia bengong……. Hussssh

Tuhan menjadikan semesta selalu berpasangan, ada sumber energi yang kerapatannnya halus (sholeh), ada sumber energi yang kerapatannya rapet banget (sehingga bisa untuk atraksi, isian). Keduanya diciptakan Tuhan seperti yin dan yang.  Tuhan menciptakan pasti ada sebabnya, GAK ADA YANG SALAH.

Silahkan ambil jalannya masing-masing.  Kalo ambil yang jalur energi dengan kerapatan renggang, nanti kecenderungan akan terus lanjut ke ZONE TUHAN yang tiada dengan tiada energi. Namun kalau jalur energi yang kerapatannya besar ya nanti mesti kerja keras deh bersihin, kerja keras bro.

Keduanya tidak salah, masak sih TUHAN SALAH MENCIPTAKAN SESUATU.

Saya anggap ada jalur kiri, satu lagi jalur kanan.

Tetapi kalau dirimu EGO MEMBENARKAN YANG KANAN, maka tanpa sadar kamu akan menyimpan emosi bila melihat yang KIRI, emosi menyalahkan.

Sejak kecil kita tahu, ada jalur AKADEMIS sekolah setinggi-tingginya, satu lagi jalur wirausaha, non akademis.

Nah, kalau situ MEMBENARKAN JALUR SEKOLAH SETINGGINYA ITU YANG BENAR, maka situ akan esmosi bin nyor-nyoran bila melihat anakmu kelak ada di JALUR WIRAUSAHA non akademis.

Kuncinya adalah JANGAN MELABEL-KAN.   Kebiasaan kita adalah senengnya MELABEL-KAN, itulah awal penyebab badan jiwanya sakit.

Pilihlah jalan masing-masing, istilah agama saya “lakum dinukum waliyadin”,  jalanmu jalanmu,  jalan gue ya gue. Ketika melabelkan, membenarkan, atau menyalahkan, maka ego itulah penyebab emosi terpendam.   Suatu saat, jiwamu ambruk, jasmani juga ambruk.

Makanya kecenderungan orang semakin tua umurnya, semakin sakit. Disamping daya tahan tubuh berkurang, ditambahkan jiwanya yang makin ambruk digerogoti akumulasi ego dan emosi sejak kecil.

Kebiasaan menumpuk ego, dan emosi juga gak salah, itu jalan masing-masing. Kalo gak ada yang menumpuk ego dan emosi maka gak laku deh EMOSI HEALING.

Kalau gak ada yang sakit pemikiran, maka gak lakulah psikolog.

Kalau gak ada yang sakit jasmani, maka gak lakulah dokter medis.

Kalau semua tercerahkan dan gak ada masalah lagi, maka gak lakulah MAHAKOSMOS

Kelemahan adalah keuntungan bagi pihak lain. Maka bersyukurlah adanya DUA KONDISI yang diciptakan TUHAN.

Sejak tahun 2000, saya sesungguhnya banyak menangani kasus metafisika yang parah-parah dan nyata. Kalau sudah dibawa ke mana-mana, habis uangnya, gak ada hasil, maka muncullah ke tempat saya. Seyem-seyem, sampai penampakan yang nyata. Mau ke rumah saya, pasti banyak halangan, tabrakan, bahkan gak bisa bangun. Ketemu juga, kelojotan, yang gak umum. Bahkan banyak yang gak umum, seperti ada yang berjalan di kulitnya, sehingga dia kelojotan di rumah sakit selama 2 minggu, gak jelas diagnosa selalu berubah-ubah. Bahkan ada yang darahnya habis, lambat laun, seperti kekurangan darah.

Aneh yang gak masuk akal dan nalar, itulah metafisika.

Saya tidak menyalahkan golongan itu yang kerapatan energinya sangat keras. Ketika mindset saya tidak bertentangan alias ZERO MIND, NETRAL diantara keduanya. Maka saya bisa berdiskusi kepada GOLONGAN YANG ENERGINYA KERAS itu.

Saya ngobrol saja, “woi, apa kabar nih bro….. orang ini sudah tobat dan kembali ke jalan Tuhan. Tuhan maha pemaaf, dan orang ini sudah ikhlas berada di jalanNya. Aku menghargai jalanmu, memang kamu diciptakan untuk menggoda manusia. Silahkan saja, kamu goda siapapun yang bisa kamu goda kecuali orang di jalan Tuhan. Inget bro, orang ini sudah kembali ke jalan Tuhan. Kalo kamu masih goda, nanti kamu berurusan sama Tuhan. Kamu akan tersedot masuki BLACK HOLE dan lenyap tiada bekas. Mau kamu lenyap gak beredar lagi?

Ok, saya hargai jalan situ, so, hargai juga jalan ku dan orang ini. Right bro? Oke….

 

Sejujurnya diskusi ketoprak itulah yang sering saya tunjukkan di setiap pelatihan ketika ada kasus beginian, bahkan sehari-hari menghadapi kasus metafisika. Biarkan mereka pada jalannya, kalau mau dicerahkan ya kita cerahkan. Kalo gak mau ya sudah, sa’karepmu.

Kalau mau ya syukur. Gitu aja repot.

 

Kenapa EGO diatas itu muncul, apa penyebabnya?

Penyebabnya adalah karena kita SOMBONG, merasa bisa dan merasa punya.  Merasa paling benar,  merasa hebat, merasa bisa men-terapi, merasa bisa menyembuhkan, merasa bisa memotivasi, merasa bisa menulis, merasa bisa mengajari orang, merasa bisa memimpin orang, dan lain sebagainya.  Kerennya sih orang bilang, KEMELEKATAN.

Bila sombong merasa bisa, dan merasa punya itu telah lenyap dari SOUL, maka lepaslah HIJAB dan bisa memasuki zone zero melalui lubang, zone SPIRIT.

Tanpa sombong, tanpa ego, akan menjadikan tanpa emosi bisa menerima Qodho dan Qodhar, takdir dan ketetapan Tuhan apapun.

Itulah makna dari TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.

Tiada menuhankan apapun dan siapapun, tiada yang melekat, kecuali ZAT YANG HIDUP DAN MENGHIDUPI.

 

Aku sudah berserah padaMu.  Ampuni kesombongan hamba duh Gusti Allah.

Rahayu,

mas kris

orang yang tiada sakti-saktinya lagi, lunglai

Tapi gak loyo

Peace……

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

2 Responses to Soul Therapi – Terapi hati/Jiwa, intinya pembersihan kembali ke ZERO AWARENESS, pengaturan semula…….(1)

  1. Rinal Jayadi says:

    Terima kasih Mas Kris, sangat membantu. Ditunggu episode selanjutnya dari tulisan ini.
    Semoga Mas Kris dan keluarga selalu dilimpahkan kesehatan, keselamatan, keharmonian dan rejeki melimpah oleh Alloh SWT. Amin

  2. renita says:

    saya suka sekali artikelnya. terima kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala