Salam Sahabat Mahakosmos,

Beberapa tahun lalu, baru aja beli mobil bekas…lha pas disetir teman kok ya kena tabrakan? Waduh ikhlas deh, Tuhan sudah mengatur demikian.
Lha masa iya sih…seterusnya itu mobil seneng banget dikerubuti kendaraan-kendaraan lain. Kayak nge-fans banget sih lho. Ge-er deh. Semuanya kepingin banget nyeruduk, menyenggol, bikin mobil penyok sana-sana, baret sana sini.
Kenapa sih demen amat nyeruduk itu mobil.

Seorang teman dan juga banyak cerita sejenis, ketika mengontrak rumah atau beli rumah di suatu tempat, kontak dalam beberapa bulan rejeki seperti berdatangan. Alhamdulillah, rumah itu ternyata bawa hoki. Halah, musyrik lho….hari geenee masih pikiran kayak gitu. Ada apa dengan rumah itu yak?

Namun ada pula yang lucu, beli rumah harganya bagus karena yang punya bangkrut selalu dirampok orang. Dan dibelilah rumah itu, namun yang terjadi kok ya penghuni baru juga kena kasus sama. Dirampok. Ada apa ya? Apa kena kutukan mak lampir ya, gara-gara sering nonton film beginian?

Saya punya rumah ex dari seorang kenalan yang sekarang tinggal di apartemen, nikah sama orang jepang. Pasti banyak duit. Lantainya aja banyak.
Ternyata seneng banget orang mengontrak di rumah itu. Bahkan ada orang yang sudah mengontrak rumah lain, sudah bayar, ketika dia lihat rumah itu langsung saja turun dari kendaraannya langsung dipanjer. Saya kontrak deh, gitu katanya.
Selidik punya selidik, pas ditanya kenapa juga mau ngontrak rumah ini, lha malah meninggalkan rumah yang baru saja dikontraknya.
Jawab orang itu yang seorang pebisnis, rumah ini pas banget chemistry-nya, hawanya dapet. Feeling saya pas sama tempat ini.
Sahabat, tahu gak, ternyata orang ini pun rejekinya berdatangan tinggal di rumah saya. Dan sudah 3 orang yang kontrak rumah ini, mereka akhirnya punya rumah, rejeki tak tersangka datang.
Ada apa ya dengan rumah itu?

Hukum Semesta menganut hukum tarik menarik (Law of Attraction). Apapun yang tertanam programming chip (do’a), rekaman di suatu obyek maka akan menarik elemen yang sama kepada obyek itu. Konon begitu sih…..

Sama seperti manusia, mobil, rumah, atau barang-barang apapun bila ada rekaman peristiwa yang melekat dan tertanam di sel-sel nya dan semakin kuat tertanam, maka akan resonansi menarik energi/kisah/elemen yang sama.

Setelah dilakukan test vibrasi juga menggunakan “rasa hati” discanning di sel-sel mobil yang pernah tabrakan, ternyata ada rekaman terekam disana. Rekaman inilah yang menarik kecenderungan terjadi peristiwa yang sama. Senang banget mobil ini dicelakai diseruduk mobil lain.

Rumah-rumah yang sering kena pencurian, itu juga banyak sekali chip rekaman tertanam di dinding-dinding rumah. Aura (energi rekaman) yang memancar pun akan menarik gelombang frekuensi yang sama. Menarik pencuri datang.
Seorang copet / pencuri ketika beraksi kok ya dalam pandangan penglihatannya hanya tertuju kepada seseorang A, sementara disitu ada ratusan orang yang jelas-jelas jauh parlente. Tetap kenapa dalam frekuensi gelombang otaknya hanya melihat tertuju kepada segelintir orang saja.
Sama halnya dengan orang mau pergi ke pasar serba ada. Ketika niatnya cuma jalan-jalan, maka dia bisa menikmati semua yang dijajakan. Frekuensi otaknya nyaman dapat browsing hal-hal menyenangkan disana.
Namun sebaliknya, ketika berniat (mindset) mau beli jaket. Maka ketika berjalan, seolah mata itu terkunci tertuju kepada semua barang dagangan yang ada jaketnya.
Sehingga pas ditanya oleh temannya, tadi melihat promosi apa di pasar itu? Dia menjawab, gak lihat, karena sedang fokus membeli jaket. Padahal promosi itu tidak jauh dari situ. Kenapa? Karena gelombang otaknya sudah dikunci hanya mencari jaket.

Demikian juga, dengan kenapa mobil suka bener kecelakaan kecil, ringan, hingga lumayan berat. Ya karena sudah ada rekaman disitu yang akan menarik cerita yang sama.
Rumah yang jadi langganan dicuri, karena ada rekaman pencurian disana.
Bagaimana dengan rumah yang baru dibangun namun jadi langganan pencuri, pastinya sih memang banyak hartanya? Namun kenapa rumah itu yang dibidik, bukan tetangganya yang jauh lebih banyak hartanya.
Konon, bisa jadi rekaman chip pencurian yang terekam di rumah itu berasal dari penghuninya yang punya mindset “mencuri”.
Enak aja, saya kan orang baik, mas…..
Ya siapa tahu, seneng mencuri hak suaminya, istrinya, anaknya, tetangganya, hak karyawannya dicuri.
Dia kecopetan, siapa tahu punya mindset mencopet dompet suaminya, hak teman di kantor dicopet, dan lain sebagainya.

Rekaman inilah demikian banyak tertanam dalam gelombang pikiran manusia, lalu merembes ke sel-sel tubuhnya, dan semakin mendalam masuk gelombang pikiran ruhaninya (yaitu hati/qolbu/fuad-batin).
Dalam konteks terapi Mahakosmos, semua peristiwa sejak kandungan hingga detik ini akan terekam dalam pikiran jasmani (gelombang gama-beta-aplha-teta-delta), sel-sel tubuh, juga pikiran ruhani (hati, qolbu, fuad-batin). Dan rekaman negatif akan menarik kejadian negatif sama di kemudian hari. Rekaman (mindset positif) akan menarik hal-hal positif berdatangan.
Muncullah penyakit psikologi (psikis, stres, depresi, kejiwaan paranoid, schizoprenia, halusinasi, dll) adalah karena efek rekaman negatif yang sudah terakumulasi. Ibarat ember diisi air, itu sudah luber. Rekaman masalah sudah luber, sehingga energinya membumbung (eterik) menjadi halusinasi.
Pressure rekaman negatif yang jumlahnya bisa ribuan ini pun berakibat pressure energi jelek di tubuh, sehingga mengganggu sistem kerja tubuh, sistem kekebalan tubuh, merusak sistem kelistrikan (chi, ki, nur, listrik) dan jadilah tubuh rentan dimasuki penyakit.

Sesungguhnya untuk membersihkan rekaman itu mudah banget. Ilmunya dalam agama Islam cuma Istighfar doang, yaitu minta ampun atas rekaman kesalahan apa yang sudah terlanjur terekam di pikiran, sel-sel tubuh, hati-qolbu ruhani. Sebutkan, akui apa kesalahannya, dan minta ampun, tobat, ikhlaskan. Cuma itu saja…
Namun nyatanya, amalan ini juga sulit.
Sudah banyak istighfar, tetapi kok ya masalah terus.
Bisa jadi masalahnya, mulut bergumam Astaghfirullah, namun gak ngerti apa yang dimintai maaf yak? Emang saya salah apa ya?

Mengakui suka menyakiti anak, istri, suami…..kan sulit ya
Mengakui suka selingkuh pasangan…..juga sulit
Mengakui tiap hari kerjaanya cari proyek di kantor, gimana caranya dapat uang tambahan dari rekap laporan dan bikin bon-bon.
Mengakui ternyata sudah ribuan kali bohongi pasangan hidupnya.

Jadi pernah ada orang sharing, dia kena stroke ringan, badannya kaku sebelah, jadi harus dioperasi minggu depan. Akhirnya dia bertanya, apa penyebab sakit ini. Rekaman apa yang sudah tertanam?
Saya jawab, lha kehidupan yang jalani situ sendiri. Kok ya lupa.

Akhirnya menggunakan rujukan hukum tarik menarik. Kalo badan sakit menahun itu, berarti ya suka menyakiti, sehingga energi menyakiti akan tertarik kebadannya.
Lalu, sebelah badannya yang kaku, keras, ya bisa jadi karakter mindsetnya yang kaku, keras.

Lha dia nanya lagi, kapan saya menyakiti ya? Halah, dia lupa.
Ibu, namanya juga manusia sering lupa, khilaf, kalo selama ini suaminya suka sakit perasaannya, karena ibu kerap menyakiti suami. Lho, tapi saya kan sering salam-salaman maaf lahir batin tiap tahun, juga pas sholat berjamaah. Impas dong?
Lha, memang ibu pernah mengakui perbuatannya satu persatu yang menyakiti suaminya? Ibu itu hanya melongo… yah kebongkar deh!
Lalu dicobalah pengakuan itu satu persatu, minta ampun, dan ikhlaskan, dan ternyata sakitnya pun jauh berkurang. Dan nyaris enak sekali, syaraf-syaraf seperti enakan. Semakin membaik setelah pas intropeksinya. Pas dengan rekaman-rekaman penyebab sakitnya.

Ada banyak sahabat yang mendatangi mahakosmos, karena ada kasus kesurupan teyus, sudah kemana-mana baik cara modern, hingga spiritual kok ya kambuhan terus. Kenapa ya? Nyerocos deh keingintahuan keluarga, siapa sih yang bikin anak saya jadi begini? Siapa yang guna-guna?
Saya jawab, yang bikin ya Tuhan. Dia yang bikin anak itu kesurupan. Tuhan yang mengguna-guna anaknya. Hayo….berani gak?
Kalau Tuhan gak menghendaki ya gak bakalan tembus tuh gangguan.
Lha Dia juga yang menggerakkan orang untuk menjahati….
Habis gimana dong solusinya…..
Ya, anaknya harus sadar. Ini semua karena dia sendiri yang menariknya, yaitu banyak rekaman kesalahan yang kerap menyakiti orang lain….jadi disakiti. Banyak rekaman kejelekan perilakunya, sifatnya kayak jin. Jadi banyak jin yang gandrung sama anaknya, karena resonansi, sifatnya sama. Sama-sama jelek.
Zaman begini, mendingan digandrungin fans kayak SMASH tuh lagi ngetop. Lha ini, digandrungi gangguan jin. Gak zaman….
So, setelah dibersihkan seluruh rekaman itu, ya normal tuh….gak ada apa-apa. Itu cuma ilusi.

Rumah yang kerap dicuri, lingkungan yang kerap terjadi pencurian. Do’akanlah, dengan minta ampun kepada Tuhanmu yang menciptakan, minta ampun karena pola mental (akhlak) mencuri telah terekam di lingkungannya, rumahnya. Lalu mintakan agar diangkat rekaman itu lenyap sempurna, terhapuskan.
Insya Allah siapapun yang punya mindset mencuri ketika mendekat ke lingkungan yang “bersih” dari rekaman pencurian. Maka sang pencuri akan kebingungan, karena gelombang otaknya yang tersetting “mau mencuri” tidak akan resonansi… justru seolah otaknya masuk ke gelombang “bersih”. Dan dia jadi lupa untuk mencuri.

Menurut cerita agama, konon ada orang sholeh yang ketika mau dipukul, dibacok ketika membaca ayat suci, tiba-tiba terpentallah yang membacok/memukul.
Itulah konsep perbedaan gelombang frekuensi. Dimensi mindset menyerang tidak akan menembus mereka yang bersih / anti dari mindset itu. Sehigga terjadi total menolak.

Dengan konsep ini pula, maka agama mengajarkan untuk selalu intropeksi, istighfar, atas seluruh milyaran perbuatan jelek yang pernah dilakukan.
Namun supaya menakutkan, diberilah label ditakut-takuti: “dosa, masuk neraka….” agar tidak dilakukan.

Sesungguhnya bila ada rekaman gagal maka kecenderungan akan menarik hal sama di kemudian hari. Maka dihapuslah rekaman itu.
Rekaman meracuni (omongannya, perbuatannya) sehingga merugikan orang lain maka tubuh akan menarik elemen racun mengendap di badan jadilah penyakit asam urat, kolestrol, dan yang extrem kanker.
Rekaman “mau senengnya sendiri, manisnya doang” maka tubuh akan menarik manis mengendap di tubuh, jadilah penyakit kemanisan. Habis wajahnya manis sih!
Rekaman akhlak yang seneng hutang janji sama temen, anaknya, istrinya, suaminya. Ntar sok, ntar sok. Okey Insya Allah ‘deh” besok ya….(gak tahunya bablas janjinya, karena menang paling enak bilang Insya Allah untuk menyakini siapapun).

Mindset senang hutang ini, akan menarik pola yang sama di semesta. Hutang-hutang pun berdatangan. Ketika dulu gajinya 3 juta, hutangnya 2,5 juta. Gajinya 5 juta, hutangnya 4,5 juta. Gajinya 15 juta, hutangnya 14 juta. Penghasilannya 100 juta, lha hutangnya juga sama. Kapan senengnya bebas hutang?
Dan lain sebagainya, pola akhlak (mental, mindset) akan menarik hal sama.

Pantas saja Nabi Muhammad SAW, belasan tahun mengajarkan akhak. Agar semua masuk surga. Surga kehidupan yang menyenangkan sehat lahir batin di dunia nantinya bila mengamalkan dan tentu cerminan setelah kematian.

Salam Ikhlas. Rahayu
mas Kris

Mahakosmos
Terapi Pencerahan Psikologi (psikoterapi), Mental (mindset, akhlak) dan Spiritual
0857.15244100

Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Senang amat sih penderitaan menyeruduk mu…. Kenapa sih mobil seneng banget ditabrak orang?

  1. yr rahayu

    Terima kasih Mas Kris atas sharingnya…

  2. Silvia

    alhamdulillah dpt pencerahan lg…moga2 bisa dipraktekin..^^

Leave a reply

required