Semakin ikhlas dengan besarnya tanggungjawab, semakin lancar rejekimu….

Salam Sahabat Mahakosmos,

Pepatah mengatakan banyak anak banyak rejeki. Banyak sekali para sahabat yang rejekinya menjadi bertambah ketika anaknya terlahir. Bahkan banyak yang tak tersangka tak terduga dapat peluang pekerjaan dan rejeki justru ketika menampung anak yatim, merawat orangtuanya yang lansia ataupun menampung saudaranya yang terkena musibah.

Sesungguhnya setiap jiwa yang lahir telah diatur seluruh rejekinya oleh Tuhan. Bahkan binatang yang tidak mengenal gaji bulanan pun telah diatur rejekinya oleh Tuhan. Rejeki Tuhan selalu mengalir dan turun kepada makhluk yang diaturNya, sepanjang “mau diatur” dalam pengaturanNya. Yaitu mengikuti aturan semesta yang mengalir sesuai hukum-hukumnya.

Mereka yang demikian berkah rejekinya selalu tercukupi walaupun tidak memiliki slip gaji, tidak pernah ada planning meningkatkan penghasilan namun sekedar menjalankan ikhlas kehidupan seperti air mengalir.
Ada undangan dipenuhi, ada kewajiban dipenuhi, ada rejeki dimanfaatkan dengan baik dan bijak, ada yang minta tolong dibantu, ada janji ditepati dengan komit, ada makanan dengan senang hati dimakan ketika lapar, dan ketika mulai terasa kenyang langsung berhenti, terasa mengantuk dan lelah segera berbaring tidur untuk istirahat, ada perkara yang tidak baik – segera dihindari, dan lain-lain. Semua mengalir apa adanya, ikhlas adanya, tidak dibuat-buat.

Ada pula yang sudah memiliki slip gaji dimana-mana, bisnisnya macem-macem, sehingga nampak seperti orang paling sibuk sedunia yang banyak sekali pekerjaannya. Namun hutang dimana-mana, masalah pun muncul dimana-mana, diluar terlihat sumringah bahagia namun perasaan didalamnya hingga kehidupan rumah tangganya seperti api dalam sekam. Penuh penderitaan.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Mereka yang selalu dicukupi Tuhan walau terkesan sederhana adalah mereka yang telah memahami aturan semesta bekerja sebaik-baiknya untuk manusia. Sudah “ngeh” tersadarkan bahwa Tuhan melalui semestanya sudah memikirkannya, mengaturnya, sehingga membiarkan aturan itu berjalan adanya tanpa perlu ikut campur. Membiarkan Tuhan sedang bekerja. Hanya do’a memuji yang dilantunkannya: “Ya Allah penguasa semesta, Sang Maha Suci, Engkau Maha Mengatur, hamba ikhlas dalam pengaturan rejekiMu”
Memahami bahwa setiap jiwa yang diturunkan ke dunia sudah dilengkapi dengan tools pendamping yaitu facility rejeki yang lapang.
Memahami bahwa setiap kewajiban pasti ada hak rejeki yang akan diterima.
Memahami bahwa setiap tanggungjawab pasti ada rejeki menyertainya.

Sehingga dikarunia apapun tanggungjawab seperti mendapat anak, maka serta merta dirawatnya. Bukan menggugurkannya dan menolak rejeki yang datang.
Kedatangan saudara dari kampung halaman maka serta merta dibantunya.
Diberi tanggungjawab merawat orangtuanya, maka dengan bahagia dirawatnya dengan penuh kasih.
Seorang suami kepala rumah tangga dengan penuh semangat menyenangkan bekerja memenuhi belanja rumah tangga karena tanggungjawabnya menghidupi rumah tangganya, anak serta istrinya.

Kemampuan menerima tanggungjawab dengan lapang itulah sesungguhnya yang menjadikan pintu rejeki yang menyertai tanggungjawab itu akan mengalir.

Seorang sahabat yang tidak punya slip gaji kaget ketika menyadari bahwa dalam beberapa bulan ini setelah dihitung-hitung pengeluarannya mencapai belasan juta. Uang darimana? Kerja hanya serabutan apapun dikerjakannya, namun rejeki tidak tersangka selalu datang. Peluang selalu datang dan ada rejekinya.
Dia tidak menyadari itu semua sekedar menjalani apa adanya, tanpa prasangka jelek, tanpa komentar negatif apapun. Yang dia tahu ketika istrinya meminta sesuatu yang baik maka dipenuhinya. Anaknya meminta uang sekolah, dipenuhinya. Keluarganya meminta liburan, dipenuhinya. Saudara-saudara yang datang meminta bantuan, dibantunya. Ada yang meminta pekerjaan, dicarikannya. Orangtuanya datang, diberi kebaikan dan diberi oleh-oleh. Ada iuran lingkungan, langsung dipenuhi. Ada permintaan sumbangan, segera diberikan. Dan semuanya dilakukan dengan keikhlasan tanpa komentar apapun.

Namun suatu waktu betapa kagetnya dia mengalami rejekinya macet, biasanya ada peluang rejeki, lha ini sama sekali gak ada yang muncul.
Setelah diintropeksi, disadari bahwa ketika mulai emosi dengan permintaan keluarganya. Mulai marah-marah dengan tuntuan istri dan anak yang meminta “refreshing jalan-jalan”, dan pasang muka perang ketika harus keluar uang belanja untuk rumah tangganya. Memberikan uang belanja namun dengan persyaratan macem-macem, agar irit, hemat, dan pesan-pesan emosi lainnya. Ketika ada saudara dan teman-temannya datang, kepinginnya dihindari karena ingin hemat dalam pengeluaran menyuguhi jajanan tamu. Dan lain sebagainya perkara dengan missi berhemat.

Ketahuilah, ketika dia bermindset demikian. Mulai komentar, karena mulai tidak ikhlas dengan tanggungjawab yang datang mengalir padanya. Maka sesungguhnya, Sang Rejeki Tuhan pun akan berlaku sama.
Sang Rejeki Tuhan adalah balatentaraNya yang mengatur mendatangkan rejeki untuk siapapun mahluk Tuhan. Ketika sang mahluk mulai bermindset “kurang atau bahkan lepas bertanggungjawab dengan aliran kehidupan”, maka Sang Rejeki pun juga berlaku sama. Jadilah aliran rejeki menjadi kurang lancar.

Ketika menyadari kekeliruan ini, sahabat ini langsung bersedekah untuk membayar kesalahannya kepada Tuhan, perbanyak istighfar hingga berhari-hari. Dan mulai kembali belajar menjalankan aliran kehidupan, apapun tanggungjawab yang datang kepadanya adalah tugas Tuhan dan sudah “ngeh” rupanya pasti ada rejeki dibaliknya.
Sesungguhnya semua diciptakan berpasangan. Ada tanggungjawab, dengan kesulitan, pasti ada kemudahan dibaliknya.

Manajemen rumah tangga pun dibuat terbuka. Menerima dengan lapang semua tanggungjawab dan menjamu menyenangkan apapun dan siapapun yang datang. Sudah yakin bahwa semuanya adalah Tuhan dibalik itu semua yang menggerakkannya datang.
Sesungguhnya dia juga sedang menyongsong Sang Rejeki menyertainya yang juga akan datang menghampiri.

Salam Ikhlas. Rahayu

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

One Response to Semakin ikhlas dengan besarnya tanggungjawab, semakin lancar rejekimu….

  1. bayi ikhlas says:

    ampunkan hamba ya allah yang telah menyakiti rejekiMu… mulai saat ini & seterusnya hamba pasrah dan ikhlas menjalani pengaturanMu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala