Guna-guna, melet-melet itu tidak ada……penyebabnya adalah ilusi kesalahan/kejelekan dari korbannya

Salam sahabat Mahakosmos,

Puji Syukur kepadaNya terus diajari hari demi hari melalui orang-orang yang datang secara nyata, logika berpikir yang jelas. Diajari olehNya melalui siapapun yang datang kepada saya, bertemu di jalan tidak kebetulan, dari anak kecil hingga tua, bahkan melalui facebook ini. Diajari karena sejak tahun 2000, saya hanya “berharap” diajari olehNya tulis baca dan apa-apa yang tidak diketahui mengenai rahasiaNya, SirrNya, jagat quantum, dan sebagainya.

Diajari bukan dari bertanya ke hati, jawaban hati, bisik-bisik hati, ghoib, itu tidak ada. Itu hanya ilusi kejiwaan seseorang yang bernafsu, dan justru nafsu immaterial menjadi memadat, menggumpal, jadilah ilusi material nyata. Tidak ada bisikan, tidak ada jawaban dari hati, tidak ada jawaban ghoib, tidak ada penglihatan ketemu nabi/wali, melihat cahaya, itu hanya ilusi dari godaan syaithon.

Jawaban dari Allah, selalu nyata, jelas, datang dari seisi semesta alam melalui peristiwa nyata yang dilalui menit demi menit. Dari siapapun yang datang kepada kita. Itulah jawabannya.

Demikian juga kasus melet-melet, sihir, guna-guna yang sudah ribuan kasus saya diajari olehNya. Dari pemahaman konvensional dan terus berkembang menjadi konsep psikologi spiritual. Kasus ringan hingga berat hingga hancur lebur kehidupan, rumah tangga, bisnis, penyakit aneh, dan lain-lain.

Melet-melet, guna-guna itu tidak ada.

Saya begitu banyak kasus yang pasiennya sudah kemana-mana, campur aduk terapi hingga pengobatan supranatural, metafisik, ruqyah, spiritual alternatif, hingga pasien “kebingungan” mana lagi yang bisa dipercaya. Karena apa?

Karena jawabannya selalu berbeda-beda, gak jelas, banyak teori, akhirnya ujungnya “berapa juta juta” uang keluar untuk hal sia-sia, tiada hasil, hanya fitnah, dugaan.

Banyak akhirnya jadi berburuk sangka, menimbulkan dendam kesumat, karena diduga disantet oleh si A,B,C,D. Jadilah perpecahan antara saudara, tetangga, pertemanan. Karena semua terapi pengobatan mengatakan di santet oleh si “anu”.

Kasus seperti ini adalah “Koneksi Energi Negatif”, sebagaimana pernah saya tulis dalam tulisan Law of Connection.

Misalkan saja: ada seseorang A yang bermuatan energi negatif, bahkan sangat negatif, ibarat bendungan air yang berisi air kotornya minta ampun. Negatif karena selalu berburuk sangka, jahat, zholim, dan seneng dengan dunia klenik.

Sementara ada seorang lain B yang terpisah jarak. Si B ini pernah dizholimi, dijahati.

Karena si B ini marah, sakit hati pada si A, maka pikirannya si B akan terkoneksi oleh si A ( law of connection).

Ibarat bendungan besar tadi dikoneksikan sambungan sebuah parit ke ladang seseorang, maka mengalirlah air bendungan melalui parit tersebut menuju ladang dimaksud.

Semakin si B dendam, sakit hati, terus memikirkan si A, maka muatan energi negatif si A semakin mengalir deras luarbiasa, karena paritnya makin melebar hingga seperti sungai mengalir.

Bisa saja yang terjadi, penyakit A akan berbagi sama dengan si B.
Atau energi negatif si A yang meluber, juga berbagi dengan si B

Atau bila si A sangat penuh dengan muatan klenik, maka kleniknya juga mengalir kepada si B.

Istilah dalam dunia klenik, bila si A punya pegangan (muatan energi tertentu) karena minta ke mbah-mbah yang katanya sakti. Ketika dia diganggu oleh seseorang, maka muatan energi pegangannya akan menghantan siapapun yang mengkoneksikan dengan niat jahat.

Jadilah si B, merasa dikirimi energi negatif oleh si A. Jadilah fitnah dibilang guna-guna.
Padahal si B, tidak pernah merasa mengirimi santet, karena mereka adalah professor, doktor, intelek, mana kenal dengan klenik/guna-guna?

Sudah rahasia umum bahwa pola pikir yang tertanam sejak kecil di alam bangsa kita, sehingga lahirlah film-film horor, cerita misteri yang laris manis dibumbui kisah-kisah hantu, klenik. Rasanya tema seperti ini sangat laris manis. Tetapi maaf, membodohi bangsa.

Masak sih…..hantu nya dalam pemikiran kita adalah sejenis hantu murahan, baju awut-awutan, bolong lagi punggungnya, pake pocong lagi.

Sementara alam pikiran bangsa barat yang senang klenik (buat dagangan misteri), adalah berbusana keren, punya mobil, kastil, peradaban yang maju. Gayanya keren lagi, gak pake baju rombeng.

Masa sih….cerita hantu kita kalah modern dengan hantu orang barat?
Ini pembodohan massal.

Namun karena kita sudah tertanam sejak zaman penjajahan diadu domba dengan kisah misteri. Akhirnya jadi dagangan cerita, baik komersil di layar lebar hingga tulisan. Dan teruslah berkembang turun temurun. Mau sampai kapan kita dicekoki cerita murahan begini….?

Kembali kepada kasus, si B yang merasa dikirimi santet akhirnya kesurupan. Yang tadinya tidak kesurupan. Namun ‘gara-gara” dibawa ahli pendo’a dengan bermacam-macam jubah atau pendo’a pake dupa dan mantra. Jadilah si B sering kesurupan.

Tadinya si B sehat-sehat saja kejiwaannya, kini jadi kesurupan dan akhirnya bertambahlah ilusinya.

Kasihan si B. Umumnya bila mereka kesurupan, seolah ada mahluk yang masuk, ngomong sembarangan dan isinya pasti bohong, fitnah. Maka dia akan mudah terganggu yang sama di lain hari. Karena frekuensi gelombang otaknya sudah terbuka dengan hal-hal seperti ini.

Apakah para pendo’a tahu untuk menutup gelombang otaknya kembali?
Tidak bisa. Karena kalau sudah terbuka, membentuk settingan gelombang di otak, maka selamanya ya begitu.

Sama seperti terapi disugesti, ditidurkan lelap semakin dalam, dan tidak sadarkan diri. Maka orang yang pernah diperlakukan seperti ini, mudah dipengaruhi siapapun. Mudah tersugesti, dan seringkali jadi latah di kemudian hari.

Si B, yang merasa disantet karena fakta kesurupannya, trance-nya, juga dugaan para ahli pendo’a, adalah disantet oleh si A, karena faktor penyebab ini atau itu. Namun ternyata program do’anya juga tidak ada hasil, karena next time pasti kambuh lagi.

Setelah saya jelaskan konsep logika psikologi spiritual ala mahakosmos, saya minta jangan percaya adanya fitnah ini.
Sama seperti tulisan saya sebelumnya, tentang hukum sebab akibat, apapun yang terjadi pada diri kita, apapun yang kita raih adalah hasil dari apa yang telah inginkan baik disadari maupun tidak disadari, baik dari pola piikir, inputan panca indera, pola perasaan, pola mental, dan pola perilaku.

Gangguan si B, berasal dari ilusi dirinya sendiri atau koneksi dengan seseorang yang bermuatan energi negatif. Koneksi bisa terjadi, karena si B selalu berburuk sangka atau terlalu berlebihan memikirkan siapapun namun negatif.

Maka dilepaskanlah satu persatu masalah psikologi yang terekam di seluruh level quantum. Maka terkupaslah puluhan bahkan ratusan kasus sebelumnya, penyebab ilusi, maupun koneksi negatif dengan seseorang lain karena string penyebab marah, dendam, sakit hati, kecewa dan lain-lain.

Saya sangat senang karena si B, mudah kerasukan, trance, karena efek dari puluhan pendo’a dari berbagi aliran yang telah menjadikan gelombang otaknya terbuka, tersetting, mudah terkoneksi dengan gelombang energi.

Semua yang dikira mahluk santet itu satu persatu hingga ratusan, ternyata adalah energi negatif. Atau dalam istilah agama saya, namanya syaithon rasa ketan basi.

Tukang tipu, tukang memperdaya, tukang adu domba, tukang fitnah sehingga asumsi para pendo’a selalu berbeda-beda karena mempercayai si energi negatif ini.

Energi negatif ini ternyata sudah ada sebelumnya dalam diri si B, akibat penumpukan beban psikologi.

Karena gelombang frekuensi yang sama, resonansi dengan gelombang si A bahkan C,D,E,F,G,D dan seterusnya. Maka muatan energi negatif si A,C,D,E,F,G mengalir pada si B.

Ibarat ladang sawah yang tadinya normal kini dialiri dari berbagi penjuru dengan parit bahkan sungai yang berisi air hitam, keruh bin butek, bau lagi.
Luber deh, kelelelp, kebanjiran yang efeknya dalam diri manusia disebut trance fatal. Alias sering kesurupan, tidak kenal waktu.

Solusinya adalah semua koneksi gelombang, aliran air keruh dari manapun itu ditutup. Di netralkan dari otak-pikiran-hati.
Mudah memaafkan, sifat welas asih dalam diri, yang kata agama bisa bikin masuk surga inilah senjata pamungkasnya. Maka si B, harus memaafkan, welas asih kepada si A,C,D,E,F,G dan seterusnya.

Adapun beban psikiologisnya yang ternyata diketahui menumpuk dibedah total, dan biasanya keluarga baru tahu….betapa rapuhnya si B, begitu besar beban psikologisnya. Namun tampak kokoh bagikan jembatan gantung, namun akhirnya gabruk juga.

Sebenarnya hal seperti ini yang akhirnya membuat si B sakit-sakitan, pastilah jadi penyakit jasmani berkepanjangan. Berobat kesana kemari, dengan berbagai teori asumsi. Belasan juta, bahkan banyak yang puluhan juta keluar dari koceknya. Belum rugi waktu, tenaga, keluarga yang ikut menderita. Ini tidak perlu terjadi.

Tidak perlu terjadi, seandainya dari awal, sejak kecil, belajar ikhlas.

Bukan ucapan ember doang, saya ikhlas.
Namun ikhlas adalah wujud dari perbuatan, pola pikir, mental, yang telah menerima apapun kejadian sehari-hari yang tidak sesuai harapan.
Belajar menerima.

Salamku. Rahayu
mahakosmos

“Setelah paham bahwa kasus psikologi berat adalah karena dirimu sendiri yang memelet dengan beban psikologis maupun pikiran yang berburuk sangka kepada siapapun. Maka rubahlah polanya: “guna-guna, pelet lah” dirimu dengan akumulasi pola psikologi, pola pikir, mental dan perilaku yang positif. Ditambah koneksikan diri dengan semua ide dan gagasan yang positif. Maka guna-guna, melet-meletmu yang positif akan menjadi diri ini sukses, bahagia, berkah dan selalu beruntung.”

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

One Response to Guna-guna, melet-melet itu tidak ada……penyebabnya adalah ilusi kesalahan/kejelekan dari korbannya

  1. Rofiq says:

    Ulasanya menarik, tapi..
    Hmm jadi energi negatif itu mengalir ya? bukankah energi mengalir dari kutup positif ke negatif, saya mau tanya tentang penjeasan energi negatif itu sendiri, termasuk kekuatan negatif itu sendiri benarkah memiliki kekuatan/daya yg memancar, saya minta ada diskusi lebih lanjut ttg ini, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala