Renungan: disinilah letak penderitaanmu di dunia, karena dirimu cari sih…

Sahabat yang saya kasihi,

Salam untuk seluruh saudara saya,  Gusti Dalem dalam diri manusia, juga dalem langit dan bumi.   Wahai pemilik lautan cahaya, limpahkan cahayaMu pada seluruh saudara dalem.

Saya sudah menemui beribu-ribu konseling tatap muka dan semua penderitaan yang terungkap dalam konseling sesungguhnya sederhana.   Namun rasanya manusia modern sulit melepaskannya, kecuali sudah mulai muncul kesadarannya.

Ini banyak sekali terjadi, seseorang yang sudah dikaruniai anak namun selalu saja kecewa.  Kenapa?  Karena ternyata keinginannya untuk memperoleh anak laki-laki tidak kunjung datang.  Akhirnya setelah dikaruniai 3 anak perempuan dan semuanya sudah kuliah, SMA, dan SMP, namun dia tetap saja berambisi untuk mendapatkan anak laki-laki.  Saking berkeinginan, maka cara apapun ditempuh.  Keinginan yang menggebu tentu “getaran” atau vibrasinya sungguh merusak.  Namun Tuhan mengabulkan, dan akhirnya terlahirlah anak laki-laki ini.

Sejak dalam kandungan, anak ini diharap-harap, dan terlahir dengan sangat dimanja.  Dan ketika anak ini tumbuh SD, SMP dan seterusnya.  Ternyata anak ini berbeda dengan ketiga kakaknya.  Secara umum penurut, baik, namun ternyata muncul kebandelannya seperti terlibat narkoba, mencuri.

Secara ilmu dunia,  menanamkan pola pikir, mindset, perialku yang baik maka demikian juga si anak.  Apa pikiran orangtuanya ketika mendidiknya sejak kandungan, itulah masa depan anaknya.

Ini ternyata meleset, si anak bener bener jadi ujian luarbiasa.  Orangtua yang tadinya kaya, harta berlimpah,  dengan nakalnya si anak yang diluar dugaan.  Semuanya habis, dan ibunya pun meninggal menahan penderitaan batin melihat anaknya ini.  Akhirnya disusul Bapaknya pun meninggal dunia.

Pengusaha yang karena kerja kerasnya, menggambarkan dirinya dalam perilaku adalah sukses, ternyata tidak disangka-disangka.  Tidak pernah diminta,  dia sukses dengan sendirinya.  Padahal gak ada dalam list impian untuk punya usaha berkembang, karyawan banyak, dan harta banyak.

Atau sebut saja seorang pegawai negri, yang tidak menyangka pergerakkannya mencari rejeki lain, dan membantu temannya ternyata dibanjiri order supplai barang.  Akhirnya hartanya bermilyar-milyar, tidak pernah diinginkan atau dalam list impiannya.  Semakin tidak diinginkan, lho kok order makin membanjir dan harta semakin banyak.

Mulailah dia bermain pikiran bagaimana expansi lagi bisnis lain, agar hartanya makin bertambah.   Mulai force, nafsu berlebih,  pikirannya mulai memasuki ruang waktu kedepan yang wilayah itu adalah milik Tuhan.

Expansi bisnis lain ini pun berjalan, namun ternyata kok bisa kejadiannya diluar analisa, perencanaan, data.   Semua kok bisa meleset, dan akhirnya hutang pun mulai berdatangan dan semakin menumpuk.

Awalnya berlimpahan yang tidak diinginkan, namun ketika diinginkan kini malah menjadikan penderitaan yang sangat menyakitkan.

Seseorang yang mau berumah tangga, karena kini dalam kehidupan modern.  Dengan tampilan dirinya yang menarik, akhirnya menginginkan mendapat pasangan yang kaya, kumis kayak gini, wajah kayak gini, bentuk badan kayak gitu,  dan sebagainya.  Image (gambaran impian diatas) + Action pun dilakukan sehari-hari dan terjadilah output.    Semua  memang gak pernah kebetulan, dan Tuhan Maha Mengabulkan apapun Image + Action, dan jadilah output.

Berpacaranlah dia dengan semua spek diatas…..tongkrongan sama, juga kekayaannya.  Akhirnya terpilih yang paling keren semua ‘IMAGE” impiannya.

Dan ternyata dalam mengarungi biduk rumah tangganya,  dia mengalami neraka dunia yang selalu ditutupinya baik kepada keluarga, dan teman-temannya.  Hingga akhirnya berpisah, dan banyak yang kemudian bertemu pasangan baru berumah tangga yang membahagiakan padahal saat itu dia gak mencari bahkan tidakmenginginkannya.

Begitu banyak kasus kehidupan yang intinya sama, kenapa selalu muncul ujian dan penderitaan ketika menginginkan sesuatu secara berlebihan.

Inilah kehidupan,  tempat bermain, taman bermain.   Siapa yang bermain baik mengikuti hukum semesta, hukum sunatullah, ya outputnya bahagia.  Ibarat team bermain bola, semua orang punya peranan masing-masing, dan mencapai satu tujuan yaitu output pencapaian.  Namun bagaimana pencapaian itu, bermain dengan baik, bermain cantik tidak terkena kartu kuning apalagi kartu merah yang bikin penderitaan luarbiasa.

Tuhan semesta alam sudah mengatur sebaik-baiknya pengaturan.  Tanpa menginginkan berlebihan apapun yang belum terjadi,  DiIA dengan sistemnya telah mencukupi apapun kebutuhan manusia.  Kebutuhan yang terwujud dari perilaku hariannya,  bahkan manusia tidak pernah kepikiran untuk meminta setiap kebutuhan yang muncul setiap menit, jam, sehari-hari.  Manusia hanya bergerak, beraktivitas, dan Tuhan pun menyertainya,   semua tidak pernah kebetulan.    Bahkan keinginan berlebihan (impian) pun juga dikabulkannya seperti cerita diatas,  ribuan kisah serupa yang berimbas kepada outpun penderitaan.

Ujian manusia adalah apapun yang diinginkan di dunia ini.

Karena apapun keinginan dan semakin berlebihan untuk meraihnya, maka vibrasi (getaran pun) akan mengikuti.

Getaran keinginan berlebihan, ibarat orang memasak apapun, ternyata makanannya berimbas.  Bisa jadi enak, atau bahkan basi dalam hitungan jam atau bahkan jadi gak enak.

Yang menginginkan berlebih,  pasangan yang keren, kelak ujiannya adalah pasangannya.

Yang menginginkan berlebih, uang banyak, kelak ujiannya adaah uang itu sendiri.

Yang menginginkan karir melangit, kelak karirnya itu yang jadi ujian hidupnya.

Dan sebagainya.

 

Semua tidak ada yang salah,   hanya pilihan hidup.   Siapa yang bermain cantik, tentu tujuan juga tercapai dengan sendirinya, tanpa kena kartu kuning, apalagi kartu merah.

Ibarat orang makan, gak usah menginginkan kenyang….. nanti malah jadi stress, dan penyakit.

Bergerak saja, makan di manapaun yang membuatmu bahagia lahir batin,  srek, plong, kebahagiaan di dalam hati.  Maka kenyang akan mengikuti.   Bahkan kenyang yang membahagiakan, bukan kenyang yang menyakitkan.

Namun kalau dirimu sudah makan banyak namun gak kenyang-kenyang,  coba sadarkan dirimu ya…    Jangan-jangan perutmu cacingan…..Jangan-jangan dirimu tidak sendiri memakan makanan, masih banyak keluargamu di perutmu.  Keren kok cacingan.

Uang, harta, karir, sukses itu datang dengan sendirinya, tanpa diinginkan.  Semua mengikuti dengan sendirinya sesuai gerak perilaku, cara kita professional melayani tugas kehidupan sehari-hari.

Hanya bergerak, menyenangkan, do the best dalam perilaku.  Gambaran perilakumu adalah masa depanmu sendiri.

Terjadi dengan sendirinya.

 

Salam mbejos,

mas kris

 

Rumah Motivasi, Konseling, dan Terapi

Ciganjur Jakarta Selatan

dan Serpong – Belakang BSD City

 

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala