Puyeng nih ye…mikirin anak yang gak mau sekolah…prestasi melorot…susah mikir… sama dong kayak bapake (mulai pikun)….kenapa?

Salam Sahabat Mahakosmos,

Semua orang tua kepingin sekali anaknya berprestasi, cerdas, dan kelak berhasil jadi “orang”. Emangnya sekarang belom jadi “orang”?

Akhirnya tuh orang tua jadi “pikun” karena kebanyakan harapan, pikiran terpendam agar anaknya kelak sukses dunianya…..

Banyak kasus, sudah orangtuanya telmi (telat mikir), tulalit, mulai rada pikun….lah, anaknya yang diharap berprestasi boro-boro menunjukkan impiannya, malah sama-sama tulalit, stress, puyeng, susah mikir, akhirnya minta pindah sekolah. Bahkan ada yang minta gak usah sekolah deh, ikutan home schooling ajah….
Bagaimana gak makin pusing orangtuanya?

Sahabat, sesungguhnya semua manusia itu cerdas, diberi akal dari sananya, tentu sesuai porsi lakon apa yang kelak akan dijalaninya. Yah sesuai deh grand designnya. Tentu kalo grand designnya kelak jadi pemikir, peneliti, ya diberi kecerdasan jauh melampaui yang lain. Namun umumnya, semua manusia itu cerdas.

Yang jadi masalah adalah “kenapa” daya pikirnya kok ya jadi telmi (telat mikir)?
Akhirnya susah menangkap pelajaran, susah menghapal, akhirnya nilainya kebakaran semua….merah warna warni.

Ini sih pandangan Mahakosmos, yang kerap didatangi kasus anak seperti ini, juga orangtua yang stress, dan mulai pikun rada lupa. Ada yang lupanya bocor halus alias lupa sedikit. Ada yang lupanya seperti bocor kasar alias lupa meyuyu.

Anyway, cara Mahakosmos banyak menyelesaikan kasus ini dan jadilah sang anak mulai semangat lagi dan orangtua pun mulai belajar mengelola pikirannya agar daya pikirnya tidak melemah.

Kenapa daya pikir melemah, sehingga jadi telmi dan sering lupa?

Daya pikir layaknya sebuah daya listrik di rumah, kalo banyak penggunaan banyak alat listrik yang memerlukan daya besar akhirnya sering jeglek, alias tidak memenuhi daya. Atau bahkan jadi korslet, karena sering overload.

Seperti daya pikir manusia yang sering terbebani dengan banyak masalah, sehingga overload, panas. Sehingga kalo dipegang kepalanya di kening yang agak menonjol (jenong) itu kok sering panas?

Ketahuilah bahwa apapun masalah yang terlalu dipikirkan plus tambahan emosi, maka memerlukan daya yang besar. Akhirnya menguras energi pikiran, dan juga energi badan. Seperti halnya orang bermasalah yang kerjaannya marah-marah sepanjang waktu, maka orang disekitarnya akan merasa lemes…karena tersedot energinya.

Daya pikir akhirnya tersedot oleh rekaman permasalahan bin emosi itu dan akhirnya melemah. Sebagaimana software komputer yang kekurangan daya karena full data. Akhirnya melambat, dan lambat laun jadi “hang”. Pikun deh, telmi.

Semakin merenungi masalah, ditambah emosi (marah, jengkel, sedih, bingung, menderita, bahkan hingga gembira berlebihan), ini sangat menyedot energi pikiran. Akhirnya daya pikir jadi melemah. Itulah kenapa, kalau orang mikir sambil marah-marah, maka yang ada pusing meyuyu…. migrain, dipastikan mikirnya juga kurang jernih.

Seorang anak yang selalu emosi dipaksa ke sekolah, mengerjakan pekerjaan sekolah, PR di rumah, pressure guru, pressure teman-temannya, dan pressure orangtuanya agar nilainya selalu top banget. Rekaman peristiwa yang penuh emosi hari demi hari inilah yang menyedot space daya pikir akhirnya tersisa hanya sedikit…….jadilah sang anak stress, susah mikir, karena softwarenya kurang pasokan daya yang tersedot.

Demikian juga orangtua, semakin tua….sudah berapa banyak jutaan peristiwa emosi yang tersimpan dalam ruang pikirannya dan menyedot daya pikirnya. Bersyukurlah seringkali penuh semangat berpikir positif, sehingga daya pikir jadi bertambah. Daya pikir bertambah, sehingga mampu merunning dan menyimpan semua peristiwa. Seperti deret hitung…. kebutuhan daya untuk merekam masalah terpenuhi dengan bertambahnya daya pikir karena positif mind bin bersemangat.

Namun ketika sudah tidak lagi bersemangat karena sudah pensiun, akhirnya stagnan deh alias segitu-gitu aja daya pikirnya, sementara kebutuhan daya untuk merekam masalah semakin bertambah. Akhirnya mulailah daya pikirnya menurun, drop, menyedot energi badan, badan mulai melemah, jadilah sakit-sakitan. Ditambah makin pikun.

Tips apa yang harus dilakukan agar daya pikir selalu terjaga baik, tidak perlu merekam permasalahan dan emosi?

Pastinya, ya bilang aja dalam hati: “Pikiranku menolak merekam permasalahan ini…., masalah klienku, masalah kantorku, masalah rumah tanggaku…..dan lain-lain”

Kedua, HINDARI merenungi permasalahan yang bikin emosi. Semakin merenung, maka rekaman masalah akan semakin kuat terekam dan membutuhkan daya besar.

Ketiga, berpikirlah positif. Berpikirlah solusi, harapan di masa mendatang. Bukan memikirkan masalah.

Kalau sudah terlanjur, daya pikirnya melemah seperti case diatas karena tidak mampu mengelola pikirannya dengan benar.

Ya inget-inget saja bejibun permasalahan yang pernah dilalui. Kalau inget, ya berarti terekam. Semakin terekam kuat, ya semakin ingat.

Satu persatu masalah itu dikeluarkan…..dari ruang pikiran. Seperti manajemen listrik di rumah, ya peralatan listrik yang gak perlu dan menyedot daya, mbok ya dicabut, gak perlu.

Mengeluarkan semua daya masalah dari ruang pikiran dan badan, hanyalah dengan minta kepada Tuhanmu sendiri.
Dengan berzikir, temukan pusaran thowafNya, dan gunakan powerNya untuk mengeluarkan semua rekaman masalah satu demi satu. Inilah hakikat ZIKIR dan DO’A.

Juga keluarkan rekaman pola pikir kenapa dirimu selalu sakit, sering sesak, sering migrain, nyut-nyutan, rejeki habis meyuyu, rumah tangga berantem teyus sih, karir kok mandek, tiada bulan tanpa hutang sampai puluhan tahun? Semua ada pola rekaman yang kita buat sendiri. So, keluarkan rekaman pola (blue print) itu yang menyusahkan anda sendiri. Karena bila masih ada pola itu dalam rekaman pikiran, maka seperti psikosomatik…akan terus mengulang.

Kenapa sih gak diganti menjadi uang selalu berdatangan, peluang selalu datang, pelanggan selalu senyam senyum manis mengantri dirimu, semua serba mudah dan lain-lain.

Mengenal Tuhan dan memahami kekuasaanNya bekerja, plus jadi kaya, beruntung dan selamat.

Semua karena sangkaan dirimu sendiri dari ribuan rekaman peristiwa lalu yang tidak disadari.

Salam Ikhlas. MAHAKOSMOS
Jaga Hatimu……

Konsep ini adalah bagian dari pelatihan aplikasi sehari Quantum Mahakosmos Life Programming, serta sehari Soul Healing yang akan diadakan di:

SAMARINDA (28-29 mei) Mas Jalis 0815.20973111

JAKARTA-PAMULANG ( 2 Juni) Mas Zain 082148001530

KUTA BALI (4-5 Juni) Mas Redy 081999930377

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala