Perahu Layar Kehidupan….. ikuti ombak yang membawamu!

Sahabatku yang indah,

Banyak temen-temen mahakosmos yang kepingin memulai usaha kebingungan, ingin memberi berbagi juga bingung mulai dari mana, saking bingung “meyuyu” apa pun yang dilakukan, apapun acara yang dibuat, apapun bisnis yang dikerjakan selalu berujung kurang sukses, bingung….

Kenapa mesti bingung?

Kita ini pernah menjadi bayi yang turun sejak janin dalam kemasan “zone zero”, janin suci tiada apa-apa namun hanya membawa suratan yang harus dijalani dari “masa lalunya”.

Bayi yang gak ngerti apa-apa, kini sudah ngerti banget, sampai punya segalanya…..baik yang positif maupun negatif. Baik material dan immaterial yang membahagiakan, juga pelengkapnya yang kebalikannya.

Apapun yang diraih, diperoleh juga bagian dari suratan yang harus dijalani, namun juga sebagian besar adalah hasil dari apa yang dipikirkan, dirasakan, yang ditangkap panca indera (do’a) pola pikir), pola mental, serta perbuatannya (pola perilaku).

Bersyukurlah yang mendapat kelimpahan materi dan immateri membahagiakan lahiriah dan batiniah karena rangkuman semua yang dipikirkan, dirasakan, dilakukan hingga saat ini. Hari esok pun akan berjalan sesuai pola design yang telah diajukan kepada Tuhan semesta alam dalam zone zero-Nya.

Kalau sudah tahu begitu, kenapa mesti bingung?
Bayi terlahir saja tidak bingung kini membahagiakan?
Bayi tak berdosa kini sudah menjadi kamu yang sekarang memiliki semuanya?

Hari esok juga misteri, tiada satupun yang tahu hari esok seperti apa, bahkan sejam lagi atau jam-jam berikutnya.

Namun hari esok akan berjalan sesuai rangkuman apa yang kita sampaikan kepada Tuhan melalui do’a pola pikir, pola mental dan perbuatan.

Sahabat,
Misteri hari esok, adalah seperti kita sebuah kapal layar mengarungi samudera luas yang tiada bertepi. Karena gak tahu besok seperti apa, dan sampai kapan?

Kapal layar yang kebingungan harus menuju kemana?
Semua tiada bertepi….
Bisa saja kita memiliki tujuan a, b, c, d, e, f dan seterusnya. Semua pilihan.

Apapun yang dipilihnya pasti penuh ujian, karena si kapal layar harus menuju ke tempat tak bertepi mencapai tujuannya.

Untuk mencapai tujuannya, kapal layar sampai melawan arus, menerjang ombak dan badai. Lelah sekali mengarungi kehidupan dengan menerjang ombak, arus, badai demi mencapai tujuannya sendiri.

Begitu banyak penderitaan, pengorbanan, dan ujian untuk mencapai apa yang diinginkan. Walaupun tercapai tujuannya, namun penuh keringat dan lahir batin pun terkuras. Menumpuklah penyakit lahir batin di usia menjelang tua, karena perjuangannya mencapai keinginannya.

Namun ada kapal layar yang mengikuti arus ombak, arus kehidupan. Kemanapun ombak membawanya, dia mengikuti dengan ikhlas. Gak pake banyak pikiran perencanaan, keinginan menggebu-gebu dan emosi yang pada akhirnya merusak dan melelahkan lahiriah dan batiniah.

Kapal layarnya hanya mengikuti arus kehidupan yang membawanya, dan akhirnya menepi ketemulah daratan yang indah, membahagiakan, menentramkan….. Indah dan tidak menguras lahiriah batiniah….

Sahabat, ketahuilah arus ombak kehidupan itu mengikuti hembusan angin. Dan hembusan angin kehidupan itu dikemudikan oleh niat seseorang.

“Semua bermula dari sebuah niat”

Kita memahami rahasia quantum dan rahasia do’a, bahwa apapun do’a (pola pikir dan perilaku) yang tiada emosi, tiada menggebu, dan orientasi kepada orang lain, ini sangat ajaib selalu dikabulkan oleh Tuhan.

Semua kisah orang yang dekat dengan Tuhan (para nabi, dan kekasihNya), selalu dikabulkan, karena semua yang dilakukan adalah untuk Tuhan dan untuk kebaikan umatnya.

Hidup sudah dicukupi, diatur, dipelihara oleh Tuhan Semesta Alam. Arah angin yang mengendalikan arah ombak yang membawa kapal layar kita pun sudah diaturNya.

Cape deh nahkoda untuk menerjang ombak, badai, ujian, walaupun “merasa sombong” sanggup, aku bisa…..aku bisa. Dan tercapailah. Namun di hari menjelang senja hanya meratapi kelelahan lahiriah dan batiniah. Hanya mendapatkan kegembiraan materi sesaat. Dan akhirnya kesendirian yang meratapi kelelahan lahiriah dan batiniah. Materi yang tidak pernah bisa mencukupinya. Tidak pernah bisa…..

Semua bermula dari sebuah niat. Semua kekasihNya sudah mencontohnya cara merajuk pemilik semesta. Meminta namun terkesan tidak meminta. Karena tahu sudah dicukupi, dipelihara dan diatur oleh kehendakNya. Akhirnya malu untuk meminta. Meminta dengan bahasa halus, karena Tuhan Maha Halus.

Ya Allah pemilik semesta alam, jka kehendakMu hamba harus menjalani tugas kantor ini dan kelak menjadikan kelimpahan rejeki, kebahagiaan, keberkahan dan keselamatan di sisiMu. Hamba ikhlas menjalani tugas kantor ini…..

Ya Allah pemilik semesta alam, jika kehendakMu hamba harus membuat usaha ini dan kelak menjadikan memberi penghidupan untuk orang banyak, kebahagiaan dan keberkahan di sisiMu. Hamba ikhlas…..

Ya Allah pemilik semesta alam, jika kehendakMu hamba harus memenuhi ajakan temen-temen silaturahim dan kelak menjadikan pertemuan hamba dengan pasangan hidup dalam satu pernikahan di sisiMu. Hamba ikhlas…..

***

Semua berawal dari niat. Apapun aktivitas dari bangun tidur hingga kembali tidur, seabrek-abrek itu sudah diatur oleh Tuhan. Sudah kehendakNya demikian.

Kenapa tidak menyatakan keikhlasan setiap aktivitas itu demi pencapaian apa yang kita inginkan di masa mendatang yang merupakan MISTERI-NYA, dalam sebuah niat yang baik.

Sahabat, ketahuilah, arah angin kehidupan yang menggerakkan ombak kehidupan akan berubah ubah sesuai ‘NIAT”. Semua tidak pernah kebetulan.

Maka ikutilah arah angin kehidupan dan ombak yang membawamu itu, ikhlaslah menjalani, karena itu sesuai niat yang “tak terucap bahkan tak disadari” di waktu sebelumnya.

BAGAIMANA SELANJUTNYA KAPAL LAYAR YANG SUDAH IKHLAS MENGIKUTI ANGIN DAN OMBAK YANG MEMBAWANYA KE TEPIAN, DARATAN YANG MEMBAHAGIAKAN…….

“Apapun yang diterima sepanjang perjalanannya itu adalah hasil dari pola-pola kehidupannya”

Jika ingin dalam perjalanan kapal layar itu selalu menerima rejeki darimanapun.
Maka langgengkan dalam batin/jiwa terdalam, seperti sebuah wirid. “Karena Engkau ya Allah, hamba ikhlas memberi rejeki kepada siapapun. Memberi rejeki kepada siapapun. memberi rejeki……..berulang-ulang”. Langgengkan.

Ucapan dari jiwa/batin (hati) akan menimbulkan otak memancarkan gelombang seperti apa yang dilantunkan. Semakin fokus lantunan itu dalam sebuah “gambaran” dan berulang-ulang, maka gelombang frekuensi memancar dari otak akan semakin kuat dan menarik elemen semesta yang sesuai (resonansi).

Jika ingin dalam perjalanan, selalu dipenuhi harapannya oleh siapapun. Maka langgengkan dalam jiwa terdalamnya. “Karena Engkau yang Allah, hamba ikhlas memenuhi harapan siapapun……memenuhi harapan siapapun……..terus berulang-ulang. Langgengkan, hingga menjadi “latah dalam kesadaran”.

dan seterusnya……..

Ketahuilah, dirimu akan dicuri karena polamu mencuri. Dirimu akan disakiti, karena polamu menyakiti. Dirimu akan dibuat penderitaan, karena polamu demikian.

Dirimu akan selalu bahagia, karena selalu membahagiakan siapapun.
dan seterusnya…..

***

Hari esok dan seterusnya, akan sesuai dengan apa yang ada dalam NIAT IKHLAS dan POLA-POLA KEHIDUPANMU sendiri……dan ACTION, bergeraklah sesuai niat dan pola tersebut hari demi hari. SAmbutlah semua yang datang kepadamu, karena itu bukan kebetulan. Hasil dari Niat dan pola-pola sebelumnya.

Sekecil apapun akan berbalas sama.

Salam ikhlas
mas Kris
“pejalan kehidupan yang gak ngerti apa-apa, hanya kebahagiaan memahami hidup”

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala