Pelajaran berharga buat orangtua siapapun agar anak tersayang tidak terkena gangguan jiwa

Salam Sahabat Mahakosmos,

Selama 3 hari jalan-jalan ke sumatera barat, salah satunya dimintai tolong kasus gangguan kejiwaan seseorang yang sudah beberapa tahun mengidap. Temperamental, perilaku extrim, selalu berseberangan dengan orangtuanya, halusinasi, mengamuk, teriak-teriak, hingga memutarbalikkan yang benar jadi salah, salah jadi benar, juga sholat saja arahnya kebalik-balik, barat jadi timur.

Ketika saya datangi kasus ini dengan didampingi dua sohib yaitu: Tri Joeswa (0813.30680255) dan Yulil Amri (0856.1260735), saya coba analisa penyebab gangguan kejiwaan orang tersebut.

Sejujurnya saya bukan seorang psikolog, juga psikiakter, namun hanya belajar dari banyaknya kasus kejiwaan saja. Gak tahu kenapa, kok ya suka dimintai tolong kasus beginian. Learning by experience.

Biasanya gangguan kejiwaan baik level sedang hingga level berat terjadi karena mental sang korban yang bermasalah, dan latarbelakang tekanan serta harapan keluarga.
Seringkali orangtua tidak belajar memahami karakter dari semua anak-anaknya yang berbeda. Namun diperlakukan sama. Juga tidak menyadari, merasa sukses karena dulu dididik keras untuk disiplin, belajar, dan bekerja lalu diterapkan sama kepada anak-anaknya. Semua dengan karakter keras.

Bisa jadi ada sang anak yang bisa menerima namun tidak sedikit yang akhirnya terngiang masa-masa kecil diperlakukan keras oleh orangtua demikian membekas.
Bahkan ada seorang sahabat yang hingga usia 60 an tahun dan sudah punya cucu, masih membekas betapa masa kecilnya selalu dibeda-bedakan oleh orantuanya. Sehingga akhirnya merasa iri dengan saudara kandung dan akhirnya terbawa hingga masa tua. Hubungan dengan saudara kandung bertahun-tahun kurang harmonis, padahal sudah punya cucu.

Seringkali dalam kasus kejiwaan menengah berat, banyak perilaku aneh seperti gangguan mahluk halus, namun sesungguhnya bukan itu akar masalahnya. Gangguan itu hanyalah efek hukum tarik menarik, pemikiran negatif karena gangguan pikiran menarik semua yang jelek-jelek ikut berdatangan.

Akar masalahnya adalah mental yang jatuh karena tekanan serta melihat perbandingan dengan saudara kandung serta berprasangka negatif terhadap apapun, akhirnya terakumulasi oleh demikian banyaknya perlakuan tekanan yang sama di sekolah, pergaulan dan sekitarnya. Mental yang down menjadi parah, ketika satu harapan ternyata gagal dicapai. Semakin banyak kegagalan dan melihat perbandingan serta tekanan harapan keluarga, maka semakin terpuruklah mentalnya.

Perkembangannya harapan yang selalu gagal dicapai ini berubah menjadi khayalan, halusinasi, seolah-olah terjadi. Senang menyendiri dengan khayalannya, hingga sulit tidur, otak selalu mengkhayal. Inilah yang memicu pikiran negatif satunya muncul.
Dalam pengalaman metafisik, Tuhan selalu menciptakan apapun berpasangan, demikian juga pikiran manusia, ada pikiran jernih, juga ada pikiran kebalikannya: yang selalu negatif (terbolak-balik estrim) alias pikiran syaithon.

Pernahkah Anda melihat suatu perilaku seseorang, dan berusaha sekuat tenaga ’no comment’, namun hati Anda keluar juga mengkomentari negatif. Siapakah yang komentar jelek itu? Itulah pikiran Syaithon yang ada dalam diri kita sendiri. Prasangka-prasangka negatif yang selalu keluar tanpa disadari, dan sulit dikendalikan.
Pikiran jelek yang sifatnya merusak, seringkali menimbulkan hura hara, pertengkaran hingga pertumpahan darah antar sesama.

Dalam kasus gangguan pikiran, pikiran jelek inilah yang dominan muncul menguasai. Akhirnya dalam perilakunya selalu terbolak balik, yang bener jadi salah, yang salah jadi bener. Semakin terakumulas pikiran jeleknya, prasangka negatifnya, maka akan menarik pikiran-pikiran jelek di semesta. Dan masuklah tambahan pikiran jelek jadi memperberat.

Kalau sudah kacau begini ya sulit diajak diskusi, apalagi disadarkan atau terapi. Karena dikuasai oleh pikiran jelek, pikiran yang tidak jernih.

Cara saya adalah dari ruang sebelah membersihkan seluruh pikiran-pikiran jelek alias pikiran syaithon yang bejibun bersemayam dalam pikirannya, perasaannya (hati). Kebetulan dalam perjalanan panjang menajamkan mata hati, saya pernah mengalami dan pengalaman menghadapi fase membersihkan pikiran jelek.

Setelah dibersihkan seluruh pikiran dan perasaan jelek (syaithon), maka dibersihkan (ruqyah) gangguan jin yang mengikuti hingga jiwa raga sang korban menjadi bersih.

Tahap berikutnya adalah memprogram otak dan pikirannya dari jarak jauh dengan satu parameter kunci. Tujuannya melenyapkan vibrasi energi meluap yang diakibatkan oleh tekanan masa kecil, kejengkelan, beban pikiran, beban perasaannya. Inilah mental block yang biasa ada dalam setiap kasus gangguan stress, depresi, sehingga sulit membuka diri.

Ternyata efeknya menakjubkan, sang pasien tersebut mulai mendekat dan ngobrol dengan nada bersahabat dan adem ayem. Tanda-tanda baik untuk mulai step berikutnya, yaitu programming jarak jauh otak pikirannya agar selalu senang, bahagia, dan membuka diri. Kemampuan programming otak seseorang dari jarak jauh juga dilatih oleh Mahakosmos dalam sebuah pelatihan bertopik: ”Brain and Mind Power”.

Terapi dilanjutkan esok harinya menunggu reaksi sang pasien gangguan kejiwaan tersebut.
Alhamdulillah, perubahan sangat mendasar, yang bersangkutan sudah bisa diajak ngobrol, dan mulai membuka diri. Mulailah dilakukan fase membuka keinginannya untuk curhat dan mengetahui lebih dalam apa beban masalahnya.

Akhirnya dengan teori NAPOLEON HILL yaitu bila ingin merubah seseorang maka perlakukan orang tersebut seperti apa yang ingin kita rubah. Awalnya dengan masuk kedalam perilakunya untuk menyamakan frekuensi. So, keluarlah curhat si pasien dari A sampai Z. Ember.

Prolog diatas itulah semua beban masalahnya dari mulai tekanan, harapan, keinginan orangtua, kejadian kegagalan, hingga kesalahannya yang menjadi halusinasi. Terus berimbas ke masa sekolahnya hingga ke pondok pesantren ternama yang juga penuh tekanan menambah penyakit kejiwaannya.

Tiada berubah nasib suatu kaum, ya kaum itu sendiri yang bisa merubahnya.
Puji Syukur, sang pasien memiliki keinginan untuk berubah, punya keinginan positif dan mau membuang masa lalunya.

Maka lancarlah programming otak pikiran pada step selanjutnya. Sesungguhnya pikiran seseorang ibarat rekaman pita yang suatu saat akan muncul bila tidak terhapuskan.
Beberapa teknik pemrograman bisa dirancang di otak pikiran manusia agar efek peristiwa negatif, kejelekan, kegagalan, stress, dikenyapkan dan dihapus memory-nya lalu diganti dengan efek bahagia dan ikhlas. Sehingga walau seseorang penderita stress depresi mengingat peristiwa itu, maka seperti biasa saja, tiada efek yang memicu ledakan emosi.
Teknik sederhana ini juga dipraktekkan dalam pelatihan The Power of Ikhlas, topik programmming otak-hati-pikiran.

Yang terberat adalah merubah persepsi yang biasanya terlanjur terjadi dari kasus gangguan halusinasi yang telah tertanam persepsi salah. Disinilah kemampuan seorang terapis untuk berdiskusi membalikkan persepsi, dan memberi bukti.

Contoh: tangannya selalu bergerak sendiri, karena katanya dulu banyak melakukan kesalahan kepada keluarga. Pernyataan salah dan terhalusinasi inilah yang menjadikan tangannya selalu bergerak sendiri. Ada juga kasus bibirnya selalu bergerak-gerak.

Inilah langkah terakhir mencerahkan pasien untuk merubah pernyataan, persepsi yang salah selama masa halusinasi. Perubahan akan signifikan bila sang pasien tercerahkan dan berubah persepsinya, lalu sama-sama memprogramkan dalam otak-pikirannya.

Alhamdulillah perubahan drastis terlihat nyata membaik, kembali mulai beranjak normal dalam waktu 2 hari terapi yang panjang.
Selanjutnya keluarga harus bersama-sama berkarakter positif, dengan cara perlakuan, komunikasi untuk memprogram ulang otak pikiran sang pasien anggota keluarganya ini agar terbangkitkan hidupnya.

Suatu pelajaran berharga bagi orangtua untuk jangan selalu mengutamakan karakter keras dalam mendidik, pressure memberikan target, atau tidak disadari membeda-bedakan perilaku ke anak-anaknya karena tidak semua pskis anak mampu menerima.

Dan mesti diingat, dari banyak pengalaman kasus gangguan kejiwaan menengah berat selalu dialami oleh anak yang pintar, cerdas, IQ tinggi. Kenapa? Karena otak mereka aktif seperti sekarang yang lagi rame AKTIVASI OTAK TENGAH. Efeknya adalah mereka mampu menangkap pikiran dan perasaan orang-orang sekitarnya. Namun karena tidak terdukung mental kuat, maka mereka seperti menyerap tanpa filter. Sehingga bila anggota keluarga ada yang tertimpa kesedihan, maka sang pasien ini akan menangis. Bila bapaknya pulang kerja memendam kemarahan pada pekerjaan kantornya, maka sang anak ini jadi teriak-teriak gak karuan karena menangkap vibrasi memory sang bapak.

So, jagalah pikiran perasaan orang sekitar harus tetap cool, dan positif. Maka sang anak yang kena kasus kejiwaan pun akan sama-sama positif. Perilakukan mereka sebagai orang luarbiasa yang memiliki kemampuan indigo dikarenakan otak aktif yang sering muncul gejala bisa jadi cenayang karena mereka bisa berbicara dengan angin, tanah, binatang, bahkan bisa melihat mahluk halus. Suatu hal lumrah, karena efek dari otak aktif (aktivasi midbrain alamiah). Justru peran orangtua dan keluarga yang bisa menjadikan kelebihan ini sebagai anugerah dengan membimbing sang anak mampu mengontrol dengan mental kuat.

Dan pelajaran bagi siapapun agar tidak selalu berprasangka karena akan menarik prasangka jelek itu kedalam alam pikirannya dan menjadi halusinasi.

Salam Ikhlas,
maskris
praktisi kejiwaan
pemerhati indigo

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

One Response to Pelajaran berharga buat orangtua siapapun agar anak tersayang tidak terkena gangguan jiwa

  1. Salam Mas Kris,

    Saya dr Malaysia…saya punya seorang anak saudara seperti yg Mas Kris katakan,bagaimana Mas Kris dapat membantu krn utk dtg ke Indonesia adalah mustahil krn jauh…
    Semoga Mas Kris dpt membantu.
    Sekian terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala