OLAH PIKIR, OLAH RASA….KENAPA KALAU JATUH SUSAH BANGET BANGUNNYA….BANGUN DONG!

Salam sahabatku yang tercerahkan kembali kepada kesadara semula,

Sungguh anugerah tidak terkira tanggal 3 Juli 2009 saya bener-bener melepaskan semua pekerjaan executive, bisnis, karir di perusahaan namun malah mendapat sesuatu pencerahan diri sendiri, pelajaran berharga dari ribuan orang yang menemui saya.   Rasanya sungguh bukan kebetulan,  diatur demikian, pertemuan saya dengan orang-orang hebat, peristiwa hebat, diajari satu persatu pengetahuan kehidupan.

Biasanya melepaskan harusnya merugi, namun kok ya dapat untung banyak hal dan malah ribuan orang berdatangan.  Jangan-jangan yang saya jalani dulu selama ini bukan garis edarNYA,  karena penuh dengan penderitaan.   Ketika kulepaskan  apa yang sedang kujalani saat itu yang “menjanjian besar”, kok ya peristiwa kemudian berubah drastis.  Satu persatu penderitaan saya terkelupas.

Apakah sebelumnya kapal layar saya telah berlayar di luar garis edar dan inilah yang menjadikan penderitaan.   Namun ketika saya lepaskan rutenya, “keinginan besar” posisi saat itu, saya lepas semua, lepas semua  mimpi besar pada lakon tersebut.     Ternyata saya dapat peran yang menentramkan, semuanya berdatangan mencukupi.

Istilah agama saya, hijrah total dari suatu peran yang penuh dengan carut marut kehidupan, ketidaknyaman, penderitaan.   Sebulan, dua bulan hingga beberapa bulan  berserah total.  Tiada pekerjaan, tiada kesibukan, tiada projek-projek besar lagi.  Ternyata malah diberi kehidupan baru hingga saat ini.   Sesuatu yang bukan keinginan, rencana, ambisi, dreaming.  Aku pasrah pada garis edar pengaturanNYA yang sempurna.

Sahabat, baru saya sadari semua sudah diatur sempurna dan tidak pernah kebetulan.  Kita memang mahluk sempurna yang selalu dikabulkan Tuhan Sang Kuasa.  Apapun yang kita pikirkan dan rasakan serta pergerakan dengan kuat terus menerus, fokus, maka terkabullah apa yang kita inginkan.  Ketika semua yang telah dislogankan “pasti bisa, yess” didapatkan dan kemudian muncul begitu banyak penderitaan kehidupan dibalik pencapaian.  Mulailah berpikir:  “kenapa aku telah sukses meraih semuanya, hidup masih semrawut, penuh ketidaknyaman, ketidakbahagiaan dan penderitaan”.

Ketika orang membuat dreaming dengan pola pikir dan rasa yang fokus, ternyata apa yang diinginkan mendapat sebuah mobil baru tercapai.   Dreaming anak laki-laki pun tercapai.   Dreaming beli rumah baru pun tercapai, dan seterusnya.  Namun  kok ya setelah dikoreksi, disadari sepenuh hati, kenapa hidup belum bisa bahagia, belum nyaman, dan terus saja didera penderitaan.  Seringkali hutangnya lebih besar dari assetnya.  Atau bocornya pengeluaran lebih besar dari penghasilannya yang besar.   Dreamingnya mendapat anak laki-laki tepenuhi, namun kok ya perilakunya seperti perempuan.  Dreamingnya beli rumah baru terpenuhi, namun kok ya hutang makin tak terkendali.

Akhirnya banyak yang gubrak gabruk, tersungkur terjerembab dan sulit bisa bangun.  Mulailah bertanya sana sini dengan para ahli,  dengan para motivator, para trainer,  seabrek-abrek pelatihan dilahap.  Namun tetap  saja, jalan kehidupannya masih terjerembab.  Woi,  help me…help me please!

Sahabat,  saya pastikan Tuhan itu Maha Pengabul atas apa sangkaan (rasa hati) dan pemikiran terdalam.   Terus menerus fokus dengan cara berpikir dan rasa sangkaan A,   maka menggerakkan energy partikel kejadian menjadi A.  Namun yang jadi pertanyaan,  apakah itu memang baik untuk kita?  Apakah itu memang pengaturanNya sesuai jatah garis edar kita?

Sesuatu yang membuat penderitaan, kecenderungan sang kapal layar  yang kita kayuh dengan slogan, “aku harus bisa”, bisa jadi telah melenceng dari rute pengaturanNya yang sempurna.  Jadilah penderitaan yang disimpan sendiri.   Diluar tampak gaya, bonafid, megah,  untuk “penampakaan”.  Namun didalamnya dia menyimpan penderitaan luarbiasa.    Biar suseh dalamnya, yang penting kesohor, kata tetangga gue.

Mereka yang tersadarkan, akhirnya manggut-manggut.   Sadar, jangan-jangan penderitaan ini karena Tuhan Maha Penyayang yang telahmengingatkan bahwa rutenya melenceng dari garis semula.   Menyadarkan bahwa kalau diteruskan ya gak bagus.  Menyadarkan kalau langkah, ambisi, keinginan yang memaksa,  lakon impian yang sedang dijalani ini tidak baik diteruskan.     Terkesan dapat, tapi berdarah-darah.

Sahabat, sesungguhnya Tuhan telah mengatur sempurna  semua langkah perjalanan si kapal layar dalam mengarungi samudera air kehidupan.   Tanpa dikayuh pun,  maka arus air akan membawanya ke tepian.

Laju muncul pertanyaan, apakah itu memang jalannya semua yang berdatangan membawanya ke tepian. Silahkan sangka saja dalam cara berpikir dan olah rasa hati di dalam dada ini.  Rasakan kegembiraan luarbiasa telah diatur sempurna oleh Tuhan yang saya sebut Allah SWT.  Rasakan terus menerus dalam setiap aktivitass,  dalam setiap hembusan nafas.  Serahkan, pasrahkan, ikhlas……lepaskan.  Bergembiralah, itulah cirri-ciri orang beriman, kata agama saya.   Bergembiraa karena semua nikmat telah dicukupi.  Qodho dan Qodar telah ditetapkan.

Namun seringkali kita sendiri yang membuat rute sendiri dengan impian, keinginan, harus bisa, memaksan, ambisi lebay,  merasa benar dengan langkahnya,  baik dalam cara berpikir, dan emosi (rasa) dalam dada.  Seperti tulisan sebelumnya, bahwa otak (mind) dan hati (rasa) akan menggerakkan energy dan partikel di lautan energy quantum.   Menggerakkan kejadian yang tidak pernah kebetulan.

Namun sayangnya,  kita sendiri yang menciptakan kejadian itu.  Keinginan sendiri, pemaksaan dari emosi pemikiran dan rasa hati.  Kita sendiri yang telah membawa kapal layar ini menjauh dari garis edar rutenya.  Inilah yang menjadikan penderitaan yang tersimpan rapat.

 

KENAPA ORANG KALAU KENA KASUS, MAKA MAKIN AMBRUK

Ketika seseorang sudah jauh dari rute kehidupannya sendiri  dengan penderitaan menyelimutinya.  Maka otomatis, pemikiran akan terpengaruh.   Pemikiran akan bertemu resonansi dengan sesama pemikiran, jadilah dia bertemu dengan orang-orang yang memiliki penderitaan sama.    Lingkaran yang sama.

Rasa hati vibrasi juga akan terpengaruh.  Rasa hati sangat menggerakkan energy dan partikel di lautan energy dunia ini. Maka kejadiannya kemudian, seperti lingkaran penderitaan.  Terus menerus kejadiannya selalu membuat penderitaan.

Dunia ini hanya dalam genggaman tangan, begitu kata motivasi.  Biarkan apapun kejadian sehari-hari hingga kasus penderitaan pun jangan dimasukkan dalam pemikiran dan hati.   Berpikirlah terbalik,  memikirkan terus menerus solusi, hal-hal positif, kebaikan dan tawaran kerjasama dari manapun.  Demikian juga jagalah hati, tetaplah rasakan kegembiraan bahwa semua sudah diatur sempurna oleh Tuhan. Rasakan kegembiraan terus menerus.

Bukan menunjukkan muka gembira,  bibir tersungging senyum,  namun senyum simpul rasanya adalah simpul mati semua.  Muka tersenyum, ceriah, gembirah, obral tertawa namun vibrasi rasa hati berkebalikan.   Justru kuncinya adalah JAGALAH HATI, JAGALAH RASA DI DADA INI.  Bergembiralah.

 

BAGAIMANA CARANYA UNTUK BERUBAH

Akhirnya bertanyalah ratusan temen-temen yang sering kongkow-kongkow,  lesehan, becandaan kehidupan.   Mas, bagaimana bisa rasa di dalam dada ini bergembira.   Tetap saja nyesek, sesak, penuh dengan tekanan.

Ya memang, rasa gembira dalam dada adalah bukan REKAYASA atau SANDIWARA.    Saya bisa merasakan vibrasi hatimu yang semrawut hancur lebur, walaupun kamu cantiknya luarbiasa, senyumnya indah mengalahkan indahnya bidadari turun ke empang.

Kegembiraan adalah hasil, demikian juga makna ikhlas itu juga hasil.  Hasil dari bisa menerima apapun peristiwa kehidupan.  Bisa menyadari,  eh iya ya, Tuhan sudah kasih petunjuk jalan ini bikin kehidupanku menderita.   Ya hijrahlah dalam cara berkehidupan.

Untuk berubah diperlukan tekad kuat,  KESADARAN diatas.  Sambil manggut manggut menyadari,  ya jalan dan cara berkehidupan yang saya tempuh ini memang membuat penderitaan.

Ya saya sadar,  selama ini saya sebel melihat papa saya yang menikah lagi, sebel melihat mami tiri yang telah merebut papa saya.  Sadar, karena tidak perlu sebel terus menerus, iri, dengki dan jadilah vibrasi rasa hati semrawut yang menjadikan peristiwa kedepannya pun demikian.   Sadar, buktinya papanya bahagia dan keluarga mereka bahagia.  Peristiwa yang tidak pernah kebetulan.  Tuhan telah mengatur itu semua.  Sadar, menerima pengaturan Tuhan itu apa adanya.  Sadar, tidak perlu lagi sebel, iri, dengki, kecewa, benci dan berganti menerima pengaturan Tuhan ini.  Kalau Tuhan tidak mengizikan,  maka tidak mungkin ada pertemuan dan pernikahan mereka.

Sadar, selama ini saya jengkel ditipu, ditikam dari belakang oleh rekan kerja, juga jengkel dikhianati oleh karyawan hingga bangkrut.    Sadar, inilah jalan terbaik, dan terjadinya semua peristiwa ini berarti ada peran Tuhan yang mengizinkan peristiwa itu.  Sadar,  menerimanya.

Kesadaran adalah titik awal perubahan hidup Anda.

Barulah kemudian intropeksi, kenapa itu semua bisa terjadi.  Kenapa saya selalu dikhianati, ingat system Tuhan itu penuh ketelitian adil.    Kalau kita dikhianati berarti ada cara berpikir kita yang tidak disadari juga berkhianat.

Kenapa saya penghasilan besar, namun pengeluaran lebih besar dan terjerat hutang meyuyu.  Pasti ada cara bepikir dan pola perilaku yang demikian.

Cara berpikir akan menjadi mental, karakter dan kebiasaan.  Inilah bahasa Hati,  sesuatu yang muncul begitu saja tanpa dipikirkan terlebih dahulu.  KEBIASAAN / habbit.   Bahasa hati menggerakkan energi dan partikel kejadian ke depan.

Ditipu berarti ada pola penipuan yang tidak sadar kita bangun selama ini.    Semua yang berdatangan kurang jujur, berarti pola pikir kita sendiri yang demikian menarik resonansi gelombang pemikiran yang sejenis.   Karyawannya tidak commit, rekannya, temannya, bisa jadi itu resonansi dari pemikiran kita yang memang tidak disadari menyepelekan janji selama ini.

Intropeksilah terus menerus dengan minta ampun atas kebiasaan itu.  Minta ampun pada Tuhanmu sendiri yang selalu bersamamu.

Juga intropeksilah atas apa RASA HATI yang pernah kamu rasakan baru –baru ini.  Rasa kecewa, menderita, ambisi, memaksakan, keinginan berlebihan, sakit hati, marah, jengkel, benci, semrawut, dan seabrek-abrek rasa lainnya.  Ingat, VIBRASI RASA HATI menggerakkan energy partikel kejadian.   Contoh, bila pagi hari dirimu bangun sudah jengkel, maka hari-hari itu akan diliputi dengan kejadian menjengkelkan.  Namun kalau pagi hari diisi dengan kegembiraan dalam RASA, maka hari itu akan berdatangan kejadian yang menggembirakan.

Lakukan terus menerus perubahan diri ini, karena semua tidak instan seperti mie.

Dan HIJRAHLAH atas cara berkehidupan yang telah membuatmu menderita.  REVOLUSI total kehidupan.  Lepaskan semua cara berkehidupan tersebut, apapun komunitas dan berkehidupan yang didalamnya membuat penderitaan.  Lepaskan, tinggalkan……   Karena pertemuan dengan komunitas,  lingkungan, itu adalah HASIL RESONANSI GELOMBANG PEMIKIRAN.

HIJRAH memerlukan waktu untuk perubahan dari yang lama menuju baru.  HIJRAH dalam kenyataan action.  Saya pun pernah meninggalkan beberapa perusahan yang membuat saya menderita.  Lingkungan, kebiasaan, komunitas dan lain-lain.   Demi hidup baru.

HIJRAH kan juga CARA BERPIKIR.  Berpikirlah untuk serba positif dan baik.  Berpikirlah PASRAH PADA TUHAN,  pasrah…pasrah…pasrah.

Rasa dalam dada terus menerus dijaga, SELALU BERBAHAGIA, GEMBIRA KARENA SEMUA JATAH NIKMAT BERDATANGAN. RASAKAN GEMBIRA KARENA SEMUA SUDAH DIATUR SEMPURNA.    Langgengkan seperti sebuah wirid dalam agama saya. WIRID RASA.   Latihan OLAH RASA.

Pergerakkan dinamis, kerja keras, pantang menyerah MENYAMBUT berdatangannya  semua yang telah disangkakan dalam pemikiran dan rasa diatas.  MENYONGSONG KEBAIKAN YANG BERDATANGAN kelak.

Paguyuban SWARA KESADARAN, MAHAKOSMOS adalah kumpulan dari temen-temen yang mau berubah kembali kepada RUTE SEMULA, pengaturan awal,  sempurnanya sebuah pengaturanNYA.   Terus menerus latihan olah pikir dan rasa dengan logika sains quantum, psikologi, dan nilai spiritual.  Sudah banyak yang berubah karena mereka mau berubah kembali kepadaNYA.

Salamku,

mas kris

085715244100

Be Sociable, Share!

One Response to OLAH PIKIR, OLAH RASA….KENAPA KALAU JATUH SUSAH BANGET BANGUNNYA….BANGUN DONG!

  1. rizkiaji says:

    like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>