Masalah tidak akan pernah menjadi masalah. Biasa aja tuh…

Salam Sahabat Mahakosmos,

Semua manusia pasti memiliki masalah dan ujian dari apa yang dimintanya pada Sang Maha Hidup penguasa semesta alam. Minta pendidikan sekolah ya jadi pusing akan urusan belajar dan mencari dana. Minta istri, ya jadi punya tanggungjawab mengurusi. Minta jabatan, ya jadi tambah beban pekerjaan. Minta istri, dan akhirnya dapat istri, ya jadi tambah job menghidupi dan melindungi pasangan. Minta anak ya akhirnya tambah urusan membesarkan hingga dewasa. Minta istri lagi… nambah, yah panci sama dandang akhirnya gedebukan. Dan seterusnya.

Semua masalah akan datang silih berganti laksana kita menonton film bioskop dengan berbagai kisah. Ketika mengalami kisah kehidupan yang sedih, akhirnya tertanam dengan perasaan haru biru penuh sesak tangisan dalam hati. Ketika mengalami kisah kehidupan yang gagal diputus cinta sebelum sempat berpacaran…akhirnya tertanam kesedihan penderitaan mendalam. Ketika mengalami kisah gagal bersaing karir di kantor… akhirnya tertanam kegagalan dalam diri dan terus berkelanjutan.

Apapun kisah kehidupan yang disaksikan di layar bioskop kehidupan maupun dialami sendiri, tanpa disadari akan menjadi programming mindset tertanam dalam alam bawah sadar, hati, dan mengalir ke seluruh sel-sel DNA dalam darah serta seluruh organ tubuh. Dan jadilah program yang menarik elemen sejenis, bekerjalah hukum law of attraction. Sepanjang kehidupan akan menemui kisah-kisah sesuai apa yang tertanam dalam program tubuhnya.

Dalam perjalanan menemui ribuan kasus, ada sahabat yang benci sekali dengan ayahnya hingga seumur 40an tahun, ternyata itulah program yang tertanam karena sang ibunya sangat benci sekali dengan ayahnya ketika dia dalam kandungan. Program mindset menular karena koneksi hubungan batin.
Banyak sahabat yang hidupnya selalu mellow, sedih, karena tanpa disadari pernah mengalami kisah kesedihan, dan akhirnya datanglah semua kesedihan yang dialami sepanjang waktu. Hobinya pun jadi seneng nonton sinetron yang penuh deraian air mata.
Juga ada sahabat yang sakit kakinya, stroke, karena tanpa disadari terkoneksi menyaksikan orang lain yang sakit kakinya tersebut. Terkoneksi tanpa disadari karena perasaan benci dan sering mengomentari orang lain tersebut.

Kisah Orang tua yang selalu gagal, penuh pegolakan rumah tangga akhirnya terkoneksi terekam dan menjadi program bagi sang anak dan akhirnya jadilah kemudian mengalami masalah rumah tangga yang sama seperti dialami orangtuanya.

Bila sahabat sudah terlanjur terisi rekaman program yang penuh kesedihan, kegagalan, stress, depresi, traumatik, phobia, penderitaan, penyakit, dan lain-lain program negatif, segeralah tafakur merasakan program tersebut, mengakuinya dan ikhlaskan diserahkan kepada Sang Maha Hidup. Hingga keluarlah semua program tersebut dari dalam diri kembali padaNya.

Kemudian agar tidak terekam program negatif dari kisah kehidupan masalah yang dialami sendiri maupun menonton kisah kehidupan orang lain, maka putuskan frekuensinya. Salah satunya dengan cara memandang kisah kehidupan layaknya film bioskop. Pandangilah layarnya, biarkan kisah-kisah film itu berjalan silih berganti, tidak perlu terjebak masuk dalam kisah tersebut.
Menjadi layar yang ikhlas menjalani kehidupan baik kisah kehidupan sedih, gembira, lucu, penderitaan, sakit, maupun kebahagiaan. Dia tetap menjadi layar, bukan kisah filmnya yang hanyalah ilusi yang datang silih berganti.

Kisah kehidupan akan terus datang silih berganti berikut masalahnya. Pagi akan berganti siang, sore dan malam.
Namun kalau terjebak dalam masalah teriknya siang hari tersebut…maka sampai kapanpun akan terasa panas. Walau malam sekalipun.
Terjebak dalam masalah dendam, traumatik pernah jatuh dalam bisnis, maka selamanya dalam hidup penuh dengan dendam dan traumatik yang terus menghampiri. Dan sulit untuk bangun, bangkit kembali.
Lakukan yang terbaik dan biarkan semua berlalu. Biarkan siang hari panas itu berganti menjadi malam yang dingin, dan biarkan berganti menjadi pagi yang sejuk dengan indahnya suara burung. Dan kita terus selaras dengan apa kisah di siang hari itu, sore hari, malam dan kembali menjadi pagi. Selaras dengan apapun.

Akhirnya diri ini telah menjadi layar film yang ikhlas menjalani kisah film yang dikirimkan sang pembuat film kepadanya. Namun dia tetaplah menjadi layar. Bukan filmnya.
Dan terus merawat layarnya agar terus putih, bersih dan bening tentram dengan selalu ikhlas bersandar kepadaNya.

Salam Ikhlas,
mas Kris

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

3 Responses to Masalah tidak akan pernah menjadi masalah. Biasa aja tuh…

  1. Ria says:

    Eduuuun pizan euy mas kris tulisannya, makasih bgt ya..

  2. Albert says:

    I read a lot of interesting articles here. Probably you
    spend a lot of time writing, i know how to save you
    a lot of work, there is an online tool that creates
    unique, SEO friendly posts in seconds, just type in google
    – k2seotips unlimited content

  3. syafrizal says:

    terima kasih ya Allah telah kau beri kami seorang yg berkarakter uswatun hasanah penerus para nabi seperti mas kris ini…semoga rahmatan lil alamin tetap dihati mas kris…amin ya rabbal alamien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala