Mas, Saya mau cerai saja……. Hayo yang sabar, diluar sana saja banyak jomblo kebelet mau nikah!

Salam sahabat yang tercerahkan,

Tercerahkan karena sadar, “ngeh” bahwa  kita diturunkan tugas kali ini adalah sesuai “perjanjian kontrak” yang telah kita tandatangani saat mau turun kesini.    Perjanjian itu tidak pernah ketuker, karena hasil hisab dari cara kita berkehidupan di surga sebelumnya.   Sebagaimana agama saya mengisahkan Adam AS yang diturunkan dalam kehidupan berjasad ini karena hisab, akibat perbuatannya di surga sebelumnya.

Semua sudah adil, akibat perbuatan kita sendiri, dan sudah kita teken perjanjian tersebut.  Masih inget gak?  kamu masih inget gak waktu umur 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun atau waktu SD lalu saat kamu sedang nakal-nakalnya bolos sekolah, lha malah main di kandang kambing.  Akhirnya sekolah tinggi-tinggi,  tetap gak jauh dari kandang kambing. ha..ha..ha..

Kalau mau menggali diri, kita pasti akan inget.  Karena tubuh punya ruang virtual yang menyimpan memory kehidupan sekarang (sejak dalam kandungan, terlahir, sampai saat ini lagi “melongo” baca artikel ini”), bahkan kehidupan sebelumnya di surga, saat mau turun, dan seterusnya.  Juga kehidupan masa mendatang, itu ada ruang virtual penyimpanan arsip kontrak.  Semuanya gak ketuker, coy.

Ini prolog yang  sharingkan kepada seorang sahabat di group ini yang ikutan Pelatihan lalu, dan curhat dengan kasus rumah tangganya yang sedang diuji. Pasangannya genit luarbiasa, selingkuh sana selingkuh sini, buka cabang, buka franchise, tetapi jangkauannya belum sampai Jember, Malang, pasuruan dan Bali.   Beliau masih jangkauan jabodetabek.   Wah, kalau pasang iklan di internet pake jasa SEO, wah bisa teratas di mbah google.   Makin ngeri deh.   Kebiasaan genit ini tertular secara genentik dari Bapaknya dan kakeknya.   Dan anaknya pun akhirnya juga berkelakuan kasar persis pasangannya tersebut, dan  pernah bahkan kerap memukulnya, ibunya sendiri.  Anak yang tadinya baik-baik saja, kini berubah ketularan.

Mas, apakah ada yang ngerjai rumah tangga saya? Ingat prolog diatas,  semua sudah suratan gak ketuker, coy.  Kenapa situ dipasangkan dengan suami sekarang, dan lahirlah anak seperti sekarang.  Kenapa gak sama gue, atau pengusaha catering, atau orang ganteng mi’roj mind yang singgasananya di Malang,  atau orang ganteng pengusaha haji umroh yang rabu ini berangkat ke tanah suci, atau orang ganteng pejabat teras di BSD yang ngakunya keren tapi manyun melulu.   Itu semua sudah suratan, akibat perbuatanmu sendiri di surga.  Masih inget gak?  Coba gali dalam diri, itu ada rekamannya.

Kalau kamu diturunkan dalam keluarga yang amburadul,  dapet pasangan yang kayak begitu bikin salto berkali-kali,  itulah tugasmu dalam kehidupan kali ini.  Tuhan Sang Maha Welas Asih, Allah SWT sudah menempatkan setiap manusia sesuai kemampuannya, hisabnya, balasannya.    Kalau kamu diturunkan dalam keluarga yang amburadul, itu artinya kamu dapet kepercayaan membaikkan keluargamu itu. Kamu keren, man.  Banyak orang mengaku keren, walaupun dipaksain hingga cambang rambutnya kayak Elvis Presley buat menghadapi lebaran.  Selamat lebaran, coy.  Maafkan saya lahir batin.  Makanan berlimpah, saudara berlimpah, rejeki berlimpah,  maafin ya.

Inget, bahwa ujian itu SEMENTARA, gak permanen.  Tapi jadi permanen kalau kita banyak protes terhadap kontrak yang sedang berjalan.  Bagaimana sih, dulu mengangguk-angguk saat menyetujui kisah kehidupan sebelum turun kesini.   Kini, malah manyun gak karuan.  Galau digedein. Makan jadi banyak,  lemak jadi bertambah kayak buntelan.    Kantong yang ditebelin…. bukan galaunya.

Karena banyak protes, dengan emosi, juengkel, mengeluh, curhat sini curhat sana,  itu sama saja tidak menerima, tidak ikhlas menjalani kontrak kehidupan.  Wanprestasi, coy.   Karena itulah syaithon alias pemikiran merusak yang bergentayanan di lautan energi ini jadi tersedot, seperti hukum Law of Attraction.  Ketika protes diatas, spontan,  pemikiran merusak itu pun berdatangan dan merasuki pemikiran, rumah, dan rumah tangganya.Bayangin, berapa kali dirimu protes…….sebanyak itulah syaithon alias elemen yang merusak itu bejibun jumlahnya.

Pantas khan, gara-gara emosi pertama kali, dan semakin bertambah, dan semakin runyam. Akhirnya mempengaruhi suami jadi gak betah, anak emosi, dan makin parah kemudian.  Saling menghujat, dan kalau diterawang, diteropong, dilihat dan dirasa itu seperti ada “gangguan santet”.  Padahal itu adalah efek dari tertariknya elemen yang merusak, syaithon akibat pemikiran dan perbuatan kita sendiri yang banyak protesnya.

Minta dibersihin rumahnya, suaminya , anaknya dari gangguan tersebut.  That is simple…. halah gaya lo, kayak bule dan pakle.     Bisa saja saya bersihkan itu rumah,  namun gak permanen,  karena itu cuma efefk.   Sumbernya adalah caramu, kesadaranmu, menghadapi ujian yang sudah tertulis di kontrak ini.  Otak dan pemikiran yang perlu dibenahi….he..he..he..

Sekarang dalam menghadapi kasus rumah tangga ini,  tentukan pilihan yang jelas.  Dilarang abu-abu, atau warna gak jelas.   Putih gak,  hitam juga gak.  Kalo gue jelas, hitem manis. Gentle coy.    Daripada  ini sudah hitam, gak mengaku hitam.  Malah pake perawatan kulit biar disangka putih.  Jadinya belang-belang.

Akhirnya sambil mengangguk-angguk, disepakati pilihannya adalah tetap dengan rumah tangganya.  Ok coy, ini baru gentle dan pilihannya jelas.  Daripada cerai gak, bertahan juga gak.  Galau tingkat provinsi forever.    Inget, diluar sana masih banyak jomblo-jomblo yang sabtu malam kusendiri, tiada teman kunanti.   Yang kebelet mau nikah, tabrak sini, tabrak sana.  Tebar pesona.    Kudu banyak bersyukur, coy.

Okey  yang pertama situ mesti taubat nasuha, minta ampun sama Tuhammu, Sang Maha Kuasa, Maha Welas Asih, yang selalu protes, wanprestasi dengan jalannya kontrak.  Menyesal, menyesal, menyesali caramu berpikir, dan perbuatan yang belum ikhlas menerima jalan hidup. Menyesal banyak protes dengan kontrak yang sudah diteken.  Dan berjanji ikhlas menerima jalan hidup sesuai perjanjian dulu.  Terus diulang-ulang dengan bahasamu sendiri.

Setelah prolog, membedah diri sendiri.  Lalu BERGERAK dengan sholat taubat, setiap hari hingga tuntas detoksifikasi dirimu hingg jernih dan terang benderang.  Sehat lahir batin.

Dan terakhir,  logikanya semua racun potesmu harus dikembalikan ke asal semula.   Maka mesti pake ongkos, semesta menganut nilai tukar.  Maka sebaiknya buat material dosa ini dengan membayar kifarat dalam lidah saya.  Yaitu memberi makan 10 orang atau puasa 3 hari.  Bisa dengan nasi bungkus yang kamu beli atau bikin sendiri.

Dan untuk membersihkan gangguan PIKIRAN YANG MERUSAK  alias syaithon yang gentayangan di rumah tangga, seisi rumah,  penampakan gak jelas,  yang sudah terlanjur tersedot law of attraction selama ini.   Itu bisa dikembalikan ke asalnya.   Caranya baca ayat suci deh sesuai keyakinanmu.  Bisanya apa,  kalau cuma Al fatihah dan Qulhu, karena itu adalah favorit sepanjang hidup cuma itu aja yang bisa.  Juga silahkan.

Kalau mampu baca ayat suci seperti Al-Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Ayat kursi.  Atau ayat suci lain.  Bagi yg punya keyakinan lain, gunakan ayat sucinya.  Inget, bacaan apapun tidak bermakna, dan Powernya tergantung dimana dirimu melafalkan.   Inget teori energi, maka semakin ke dalam,  kerapatannya berkurang, namun semakin kuat dayanya.  Semakin renggang, melompong, maka semakin ber-POWER.  Maka pasrahlah dulu, pasrah, pasrah, hingga mencapai ruang hening dalam dirimu, alias khusu.  Baru lafaskan ayat suci.

Kalau alumni pelatihan, masih inget rahasia thowaf, pusaran, berapa kali?  Nah, ketika “titik”, sentuh titiknya, dan bermukim disana sambil membaca ayat suci.  Niatnya adalah mintalah kepada Sang Maha Kuasa untuk menjauhkan dari apapun yang mengganggu rumah tangga.   Silahkan nanti rasakan sendiri, apakah ada bau terbakar, atau apapun.   Kalau bau sate kambing, berarti ada yang membakar sate didekat rumah.  Jangan lupa, pesen buat saya.Tapi kalau ada yang membaui bau kambing, namun gak ada kambingnya, bisa jadi kamu belum mandi.  Mandi dulu yak.

Pembersihan dengan thowaf, serta ayat suci di level quanta yang terus menerus, maka pemikiran merusak yang ada dalam pasangannya, anaknya, dan siapapun yang mengganggu rumah tangga akan lenyap.

Ulangi setiap hari, gak usah nanya berapa hari….. ikhlas jalani apa adanya begitu.  Yang sabar…. karena ujian itu tidak pernah permanen, itu hanya sementara.  Habis gelap terbitlah terang, semua ada waktunya.

Banyak mereka yang sudah melakukan dan sabar,  akhirnya melewati ujian ini dengan smooth.  Contoh, seperti seorang saudara (kisah nyata) setelah bertahun-tahun tahun menderita, rumah tangga sering digebuki, diselingkuhi, juga digebuki sama anaknya sendiri hingga tiap hari memar-memar.  Akhirnya kini tertawa bahagia, semua sudah berlalu.  Mereka sudah pergi haji bersama, menikmati masa pensiun, dan anak yang juga mulai berubah.

Hidup ini sederhana, orangnya aja yang ribet pemikirannya.

Salam,

Maafkan saya, maaf lahir batin.  Selamat berlebaran selalu.

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala