Kisah Hikmah: seorang Sahabat terlepas dari ujian penyakit kanker

Salam Sahabat Mahakosmos,

Atas izin Ibu Nurul Laila, kisah ini saya sharingkan untuk diambil hikmahnya dan menjadi cara terapi bagi yang sedang mengalami masalah sama.
Bagi sahabat yg sudah mempelajari konsep mahakosmos, ini dinamakan metode LOVE COMMUNICATION (berkomunikasi penuh kasih sayang dengan tubuh-penyakit di zone ikhlas seraya intropeksi atas ujian ini) dan THE DREAMING COME TRUE (menyatu selaras menjadi inti sel penyakit dan mengikhlaskan kpd Allah untuk menggerakkan kembali kepadaNya).
————————————-

Assalamualaikum, terimaksih untuk surat dan share informasinya.

Saya sependapat dengan anda tentang Allah Sang Penyembuh, saya share pengalaman saya dalam upaya penyembuhan, semoga bisa memetik manfaat.Mudah2 an tidak termasuk riya, karena saya hanya kagum pada cara Allah dalam menyembuhkan.

Sebagai bekas pasien yang pernah mengalami sakit kanker leher rahim, saya ingin sedikit berbagi pengalaman,
bukan dari sisi medis, karena saya menyadari, bahwa informasi penyembuhan sangat beragam dan saya yakin banyak dari anda yang sudah mendapatkan informasi tentang hal tersebut.

Sekitar 5 tahun yang lalu, pada hasil pemeriksaan biopsi, ditemukan ada sel ganas di dalam jaringan rahim saya.
Meski belum mencapai stadium yang mengkhawatirkan, namun dokter mengatakan keganasan penyakit ini tak bisa di duga kecepatan penyebarannya.
Saya menjalani serangkaian terapi, mulai dari kemoterapi, operasi pengangkatan rahim dan indung telur, serta terapi radiasi.
Saya percaya bahwa pengobatan medis mampu menolong kesembuhan saya dan banyak pasien lainnya, namun ada hal lain yang juga berperan di dalam penyempurnaan penyembuhan ini.

Para ahli menyatakan bahwa daya tahan tubuh yang kuat merupakan unsur pendukung bagi penghancuran sel kanker dari dalam diri si pasien.
Daya tahan tubuh yang baik, di dapat dari pola makan dan pola hidup yang sehat, semangat hidup yang tinggi serta ketenangan batin.

Saya termasuk yang beruntung, ketika sedang sakit, perhatian keluarga amat besar. Segala macam ramuan, suplemen, dan makanan pendukung kesehatan saya peroleh dari mereka.
Pehatian dan kasih sayang ini menguatkan niat saya untuk tidak mengecewakan mereka yang telah mengupayakan kesembuhan ini, dengan berhati-hati di dalam makan.

Usaha lain yang secara pribadi saya lakukan adalah penerimaan terhadap sakit ini. Saya menyadari, segala yang Allah berikan untuk umatnya tak ada yang tidak berguna.
Saya menganggap sakit ini sebagai karunia, dan cara kasih dari Allah antara lain untuk menggugurkan dosa-dosa saya.

Penerimaan ini dimulai dengan tahap penyadaran akan siapa diri saya di hadapan Allah, dan apa jenis virus dan apa hakekat dari sel tersebut .
Menurut pandangan saya yang awam, sel termasuk mahluk hidup ciptaan Tuhan, dan sebagai mahluk hidup tentulah dia berkembang, butuh makan, dan saya yakin dia pun diperintahkan untuk tunduk , beribadah dan mengingat Sang Penciptanya.
Saya jalani program pengobatan ini dengan menyertakan suatu afirmasi, bahwa sebagai sesama mahluk hidup, sel tersebut bisa saya ajak berkomunikasi.

Sebagai langkah awal, saya katakan pada sel kanker, bahwa saya menerima kehadirannya dengan ikhlas, karena saya tahu dia sedang diutus Allah untuk memperbaiki iman saya.
Saya katakan juga, apabila dia bertugas untuk membawa saya kembali pada Sang Pencipta , saya pun ikhlas selama kepergian tersebut menjadikan suatu kebaikan bagi saya dan keluarga yang ditinggalkan.
Kemudian di dalam keseharian, ketika makan, saya persilahkan dia untuk ikut makan dari apa yang saya makan, dengan harapan dia tidak memakan sel yang sehat lainnya.
Ketika saya akan tidur saya ajak dia pun tidur, serta berpesan jangan beranjak kemana-mana. Dan ketika shalat dan berdoa saya ajak dia untuk melakukan hal yang sama, karena Allah yang kami sembah adalah sama.

Saya merasa lebih tenang dalam menjalani terapi penyembuhan tersebut, dan hingga saat dokter menyatakan saya sembuh, saya masih berkomunikasi dengan sel yang ada di badan.
Saya ucapkan terimakasih padanya karena telah membantu untuk memperbaiki kehidupan , saya katakan pula, apabila tugas nya telah selesai maka saya minta agar dia kembali kepada Pencipta,
karena saya masih menginginkan menjalani tugas-tugas saya sebagai ibu,dan bagian dari keluarga besar.

Diatas semua program penyehatan, saya meyakini kekuatan doa dari keluarga, dan teman-teman, serta semangat untuk kembali sehat, amat membantu kesembuhan .
Akan tetapi yang paling utama bagi saya adalah kasih sayang dan kuasa Allah lah yang membuat saya sembuh.

Salam,

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

2 Responses to Kisah Hikmah: seorang Sahabat terlepas dari ujian penyakit kanker

  1. desty says:

    Dari suatu tindakan yang sederhana(ikhlas) akan terlahir sebuah urgensi yang besar terhadap apa yang kita alami..

    Subhanallah.. Allah Maha Penyayang dan Maha Pengasih bagi semua makhluk ciptaan Nya

    Terima kasih atas sharing info nya

  2. bayi ikhlas says:

    Terimakasih share nya ibu, saya punya temen yang kasus nya mirip sama ibu padahal usia relatif masih muda. Analisa sementara saya karena emosi, pikiran dan perasaannya senantiasa memancarkan energi negatif..dan itu benar adanya.
    Mudah-mudahan beberapa minggu kedepan beliau bisa mengikuti training mahakosmos dan mendapat jalan keembuhan dengan cara sederhana (ikhlas) namun begitu powerfull…

    semoga rahman rahimnya selalu kita ijinkan masuk dalam hidup ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala