Kisah Gangguan Pikiran, hilang ingatan….

Salam Sahabat,

Kami kedatangan sekeluarga atas referensi member di group ini untuk sharing atas kasus gangguan pikiran, halusinasi, lupa ingatan seorang perempuan 50an tahun. Dan ketika ditanya ternyata ini atas inisiatif suami dan anak-anaknya. Tentu saja membingungkan untuk sharing, karena bukan atas permintaaan langsung dari yang terkena gangguan tersebut.

Akhirnya sesuai hukum koneksi “menyamakan frekuensi” dicarilah persamaan dan membuka keinginan sang ibu tersebut untuk diterapi yaitu gangguan penyakit jasmaninya yang sering sakit kepala (migrain).

Sang ibu ini memang lupa ingatan, bahkan lupa dengan anak-anaknya apakah sudah menikah atau belum, bahkan lupa anaknya ada berapa dan selalu merengek-rengek mengeluh minta pulang.

Dengan posisi sadar, semua penghalang untuk melepaskan penyakit jasmani, penyakit psikis gangguan pikiran dilepaskan.
Lalu dilanjutkan dengan semua rekaman permasalahan sejak kandungan yang mengguncangkan otak, pikiran dan perasaan terdalam dikeluarkan dari otak-pikiran- dan seluruh sel-sel tubuh.

Kemudian dicari koneksi yang juga bisa memicu kecenderungan berpenyakit pikiran, rupanya dari orangtuanya (sang ibunya), inipun diputuskan koneksinya.

Lalu dicari penyebabnya, trigger sang ibu ini terkena gangguan lupa ingatan sudah cukup lama. Barangkali sudah bosan juga berobat kemana-mana sejak anak-anaknya kecil hingga berumur nyaris 60an tahun ini.
Sesungguhnya manusia memilki intuisi yang tajam sekali, yaitu rensponsif dari Sang Ruh yang mengirimkan signal ke pikiran-otak. Namun masalahnya banyak gangguan dari perjalanan signal ini karena pikiran manusia macem-macem maunya, banyak sekali rekaman masalah, dan hawa nafsu.
Untuk mengatasinya, NOL-kan pikiran lepaskan di gelombang 0 (cps: cycle per second), perintahkan pikiran dinon-aktifkan, lalu minta kepada Allah Sang Menghidupi agar qplbunya aktif, atau bagus lagi batinnya aktif. Dan koneksikan dengan penyebab masalah sang penderita.
Lepaskan saja, tanpa prasangka (pikiran, karena sudah non aktif).
Biasanya sang ruh akan mengirimkan signal ke gelombang otak, dan otak menangkap frekuensi seperti intuisi gambaran peristiwa.
Hal ini sangat lumrah umum terjadi, bahwa gelombang otak kita sering menangkap signal dari pikiran seseorang, masalah seseorang, rejeki akan datang, barang hilang, bahkan menangkap ide-ide orang lain, dengan catatan pikirannya jernih.

Untuk melatih intuisi, bagus lagi, bila sering bebersih dengan istighfar atas seluruh kesalahan, permasalahan sejak kecil yang sudah terekam di gelombang pikiran, qolbu,dan sel-sel seluruh badan jasmani maupun ruhani. Sehingga signal bersih tidak ada gangguan.

Ternyata masalah sang ibu adalah kasus sudah lama sekali dengan kakak kandungnya, maaf mengenai “warisan” dan menjadi masalah bagi keluarga, orangtuanya hingga sang ortu yang disayanginya meninggal memikirkan kasus ini.

Beban perasaan, pikiran inilah yg memicu sang penderita ini menjadi cikal bakal terakumulasinya masalah di kemudian hari dan terus menumpuk hingga menjadi gangguan depresi, hilang ingatan dan lain-lain.
Akhirnya ketika diungkapkan peristiwa itu, beliau menangis dan akhirnya terbukalah tabir selama ini, padahal selama ini sangat sukar sang penderita berkomunikasi dengan siapapun.

Ternyata banyak cerita mengalir lancar dari sang penderita, demikian juga dengan pengalaman metafisik selalu didatangi almarhumah ibunya yang tanpa kata, namun terlihat sedih.
Akhirnya rekaman permasalah trigger ini dilepaskan, dilenyapkan, syukur-syukur dihapuskan efeknya. Dan semakin lancarlah sang penderita bercerita.

Alhamdulillah dengan sharing singkat ini, motivasi untuk sembuh akhirnya terbuka, yaitu dengan suatu tujuan untuk kebaikan orangtua mereka yang sudah meninggal.
Karena sesungguhnya orangtua dan anak tidak akan terpisahkan sampai kapanpun dan saling terkait. Dan ketika orangtua sudah wafat, namun anak-anak yang ditinggalkan tidak rukun, ribut satu sama lain, bahkan berbuat kesalahan….sesungguhnya betapa menderita orangtua di alam barzah sana, juga ikut bertanggjawab.

Bisa jadi, sang penderita sang sering didatangi almarhumah karena terkoneksi frekuensinya karena do’a, dan rasanya seperti banyak kesedihan dari almarhumah. Bisa jadi, itulah “message” yang mau disampaikan. Bahwa mereka berharap anak-anaknya dan keturunannya selalu hidup rukun, apapun yang terjadi. Bila mereka rukun, saling mendo’akan, maka betapa bahagianya orangtua di alam barzah.

Akhirnya terpancar wajah sang penderita yang cerah, yang tadinya selalu mengeluh, lupa, menangis, bahkan susah banget deh ngomongnya….mahal banget seperti mahalnya cabe rawit.
Kini lepaslah sudah, dan semoga awal yang baik untuk saling intropeksi dan berencana kembali silaturahim dengan seluruh kakak kandungnya di kampung halaman sana, kembali rukun agar kelak anak keturunannya juga kembali rukun satu sama lain.

Betapa bahagianya orangtua di alam barzah sana kelak bila menyaksikan semua keturunannya rukun dan damai, saling mendo’akan.

Intropeksi, saling memaakan, Ikhlas menerima ujian apapun dengan penuh syukur menerima anugerah apapun, adalah kunci dari terapi hati terapi ikhlas.

Salam ikhlas. Rahayu
mas kris

KLINIK TERAPI PSIKOLOGI, MENTAL, DAN SPIRITUAL

Ruko Portal Pamulang Permai Blok C-2, Pamulang, tel. 021.7422101
Buka tiap selasa, sabtu, minggu jam 10 s/d 19.00 …

Ruko Golden Madrid 2 Blok G-20, BSD City, tel 53164931
Buka tiap rabu-kamis jam 10 s/d 18.00

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala