Ketetapan, takdir, dan omong-omong soal Intensi (niat), Attensi (fokus), vibrasi, dan Istighfar……

Sahabat yang tercerahkan,

Kebanyakan orang tentu berharap uangnya banyak, rumahnya banyak, usahanya lancar, karirnya melesat, hartanya melimpah…. Nah gara-gara soal berharap harta melimpah ini, maka perdukunan dari jaman prikiplik laris maris minta supaya jabatannya naik, harta melimpah, usaha menjadi raksasa sukses.   Tentu cara begini memaksakan kinerja alam semesta, namanya menyedot elemen lain, tentu ada resikonya imbasnya yaitu penyeimbangan di sisi lain.  Sehingga terlihat harta banyak, namun penderitaannya juga banyak.  Bahkan jadi mondar mandir ke rumah sakit,  keluarganya kena musibah, pokoknya ada saja semesta menyeimbangkan.

Muncullah trend kini, banyak teori-teori tentang vibrasi, bahwa semesta alam dipengaruhi vibrasi manusia.  Contoh: dirimu memasak dengan perasaan bahagia maka hasil masakannya pun jadi enak dan awet.  Namun pas lagi perasaannya galau, maka rasa makanannya jadi berubah gak enak, dan cepet basi.  Padahal resepnya sama.

Vibrasi, getaran perasaan dalam diri kita itu muncul karena ada satu fokus gambaran (attention) perhatian,  dan itu juga didahului oleh Intensi (niat).  Dengan kata lain,  apapun niat maka terjadilah perhatian terhadap suatu fokus, dan memunculkan vibrasi.

Contoh:  niat senang membuat bisnis yang disukai banyak orang.  Tanpa sadar muncul gambar: “bisnis disukai banyak orang”.  Juga muncul getaran (vibrasi) disana.    Lalu istiqomah, terus menerus dengan niatnya tersebut.  Loh, kok ya bisnis yang baru dilakukannya dalam beberapa bulan sudah luarbiasa, melesat.  Berlanjut sampai tahun ke 2.

Namun ketika memasuki tahun ke-3,  ternyata niatnya berubah lagi, yaitu agar omzet meningkat 2 (dua) kali lebih besar.   Tanpa sadar ini sudah ngomong soal hasil, sementara tahun pertama gak ngomongin hasil melainkan cuma seneng bisnis disukai banyak orang.

Ketika ngomongin hasil bro,  tentu muncul nafsu, ambisi, tanpa sadar attensi fokusnya jadi “ambisi, nafsu”,  akhirnya usahanya berantakan.  Kinerja sama, tapi hasilnya kok berantakan, malah hutang jadi menumpuk.

Mulailah orang kalau sudah “hartanya berkurang”, maka mencari tahu kesana kemari metode joss, kalau perlu sampai ke gunung mana tuh buat menaikkan omzet kembali.  Sekali lagi, metode kayak gini, force…memaksakan, nanti imbasnya memakan yang lain.  Hukum semesta selalu menyeimbangkan, bro.   Yang wajar-wajar ajah, tapi hepi dalam semua aspek kehidupan.

Pake cara logika dan aman saja.  Coba inget-inget kembali kenapa dirimu saat itu sukses, omzet meningkat sendiri.   Pasti niatnya dan attensinya bagus seperti contoh diatas tadi.

Mas,  tapi kenapa saya sudah mengingatnya, dan kembali melakukan niat serta “gambar” attensi seperti dulu….kok ya masih kebayang omzet yang turun tadi atau hutang menumpuk.

Ini namanya, masa depan dipengaruhi masa lalu.   Kita sudah merekam memory di bawah sadar juga di sel-sel DNA. Makanya tadi dirimu saya minta mengingat kembali niat awal dan fokus attensinya…. kan pasti ada memory.   Namun ternyata dirimu gak bisa fokus karena terbawa memory saat omzet menurun, hutang menumpuk.  Ingat memory di badanmu itu sama juga memory di alam semesta.  Makanya banyak yang bilang, tubuh ini miniatur jagat raya.    Kalau memorynya adalah kebaikan, maka kejadiannya ya kebaikan.  Memorynya selalu laris manis dalam berniaga, maka begitulah adanya.   Namun kalau mau sampai ke Tuhan,  tubuhmu kekal, utuh, pulang kembali, maka memory-nya diganti jadi memory Allah SWT, alias niat dan attensimu hanyalah Allah SWT.

Wah mas,  tapi saya mau harta banyak……..ha.ha.ha.ha….manusia…manusia,  suatu saat dirimu akan ngeh.  Biarlah masamu sekarang ngomongin harta ya….nanti juga kalau sudah bosen harta itu ya gituh gituh ajah, nanti baru ngeh.

Intermezzo ajah ya…..kalau tubuhmu hanya dipenuhi memory Allah SWT, karena sepanjang waktumu niat dan attensinya hanya ZatNYA.   Maka tubuhmu kerasukan DIA,  tubuhmu kalau meninggal maka jadi wangi, tiada mahluk bumi yang mau memakan tubuhNYA.  Lagipula bila tubuhmu sudah kerasukan zatNya, tentu semua diatur dengan mukjijatNYA…..  cara ini cuma didapat bagi mereka yang kegilaan dalam hidupnya untuk selalu sholat pada Allah SWT, dan diluar waktu itu dia hanya berzikir mengingatNYA dengan INTENSI serta ATTENSI yang baik.  Bukan kegilaan pada duniawi, harta, kebendaan.

Ok kembali ke topik,  kalau memory-mu sudah ada memory omzet menurun, selalu difitnah, bangkrut, hutang menumpuk,  dan bejibun penderitaan lain karena kurang tepat memainkan NIAT (INTENSI),  PERHATIAN PENGAMATAN (ATTENSI) dan berpotensi pengulangan (repetisi) di kemudian hari,  maka perlulah dirusak memory-nya. Cara merusak memory……wah jangan ditulis disini deh, gak enak sama pelatihan-pelatihan super diluar sana.

Intinya rusak memory itu di sel-sel tubuh,  juga ubah Mindset bawah sadar.

Cara termudah bagi  muslim adalah Istighfar dan berzikir.  Sambil melakukan kedua cara “sakti” itu Istighfar dan zikir kepada Allah,  sambil inget-inget deh pola kejadian yang negatif seperti bangkrut, sering ditipu orang, usaha menurun, hutang jadi menumpuk,  dan sebagainya.   Niatkan, Ya Allah ampuni hamba……(gambaran pola kejadian jelek tadi), leburkan Ya Allah……sambil terus lantunkan kalimat sakti “Istighfar dan Zikir misal Allahu ahad, Allahu Akbar”.  Sambil usap usap tubuhmu, di seluruh sel -sel tubuhmu.

Ini cara biasa standard, cara yang lebih dalem lagi…..ya kapan-kapan di forum tertutup.

Baru kemudian kalau sudah tuntas, sampai dirimu gak inget lagi.  Baru inget-inget niat dan attensi dulu yang bikin dirimu sukses sendiri, laris manis usahanya, selalu dapet tawaran bagus, dan lain-lain.  Amati, perhatikan gambar-gambar itu….inget kembali pola yang dulu.  “Seneng usahanya disukai banyak orang, dan lain sebagainya”.

Dan inget,  sambil zikir……”Allahu Akbar, Allahu ahad”, dimanapun aktivitas kreatifmu.  Tetap jaga niat dan attensi itu….  BEKERJA sambil BERZIKIR, memainkan INTENSI dan ATTENSI.  Simpel kan.

Mas, tapi bagaimana dengan jalan hidup saya, saya kan mau jadi pejabat pemerintah, kalau perlu presiden?

Saya tanya balik….”Memang dirimu bisa mengubah dirimu lahir di keluarga mana,  terlahir dengan wajah lugu, ndeso, atau wajah kayak pangeran dari surga?”.

Inilah yang namanya ketetapan.   Ada cerita-cerita utama yang sudah tetap tidak berubah sepanjang hidupmu.

Kenapa dirimu kok hokinya jadi pengusaha, jadi karyawan, jadi pejabat, dan sebagainya.

Rasanya mereka yang sukses dengan keberuntungan perannya, tidak pernah meminta peran tersebut kan.  Tanya saja semua presiden, mereka gak percaya perjalanannya di perankan, diperjalankan seperti itu.  Gak ada list dalam buku impiannya.

Inilah misteri hidup,  kita semua sudah diperjalankan dalam peran masing-masing.  Bayangin bro, kalau semua orang perannya sama.  Ngeriiiii kan, gak asyik.

Inilah serunya hidup,  yaitu memainkan PUZZLE TUHAN.   Yaitu bergerak saja tanpa kepinginan akan suatu hasil dan peran.  Hanya fokus bergerak dalam rangka menyusun cerita Tuhan.

Barangkali kamu yang jomblo diperankan akan menikahi seseorang di sebelah rumahmu.   Karena gak tahu ketetapan, ya mesti dicoba dong menyusun puzzle.  Datangi orang itu, dekati dia, berikan attensi yang baiki.  Lalu iseng-iseng nanya…..” Dik, harga properti dan lahan semakin naik…. apakah hatimu ada lahan untuk saya”.

atau “Dik, maaf saya sudah mencari kemana-mana, barangkali ada kepingan diri saya tertinggal di hatimu”

Kalau ternyata diterima, lalu proses selanjutnya jadi, ya berarti jadi.  Kalau gak ya berarti gak.  Gitu ajah repot.

Atau baru ngomong, langsung dia bilang “kamu kayaknya perlu beli cermin deh di supermarket.  Ngaca loh….”

Gubrak….

Hidup ini hanya mencoba, mencoba, mencoba menyusun misteri ketetapan Tuhan.  Kalau dirimu gak pernah mencoba maka yang ada gak seru kehidupanmu.  Kamu sudah kerja di perusahaan A, masih galau.  Ya cari lagi, lamar  lagi kemana-mana.  Nyoba, cuma iseng……apakah ada cerita ketetapan Tuhan disana.

Kalau ternyata dirimu  ditolak oleh lawan jenismu, atau ditolak oleh perusahaan itu.  Bilang saja, “Maaf, ternyata dirimu atau perusahaan ini tidak ada dalam skneario ceritaku di masa depan.  Maaf ya….”

Walah, gaya….

Itulah hidup, kita disuruh bergerak, bergerak, bergerak mencoba untuk mengetahui kepingan puzzle misteri kehidupan yang telah ditetapkan.

Lalu bagaimana dengan vibrasi, niat, attensi diatas…. itu hanya soal warna warni kehidupan di luar cerita utama.

Ibarat ceritamu ternyata seorang pebisnis, seorang executive karyawan, seorang pejabat, seorang petani, pedagang, nelayan…..atau pengangguran banyak acara, namun disisipi cerita-cerita yang membuat dirimu bahagia dalam hidup.

Jangan sampai peranmu seorang pejabat, namun dalam kehidupan sehari-hari selalu diliputi cemas, galau, takut harta habis atau digarong dan sakit sakitan.  Atau peranmu pedagang namun juga demikian.

Inget cerita memasak diatas?  Apapun peranmu sekarang dan kelak, tetaplah bahagia tanpa unek-unek, tanpa syarat apapun, seneng menjalaninya.   Sehingga apapun memasakmu, rasanya jadi enak, awet dan semua bisa menikmati dengan bahagia.

Mau hidupnya asyik-asyik ajah…..simpel bro.  Pasrah saja kepada Allah SWT dalam berzikir setiap waktu, karena semua itu hakikatnya adalah Allah.

Salam, mas kris gustav

pekerjaan utama:  jalan-jalan dalam hidup

pekerjaan sampingan: banyak, mau tau aja, apa mau tau banget.

Mau konseling kasus kehidupan:  dateng aja yah… jangan sms, inbox atau bebeh, soalnya lagi jalan-jalan.

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

One Response to Ketetapan, takdir, dan omong-omong soal Intensi (niat), Attensi (fokus), vibrasi, dan Istighfar……

  1. Gita says:

    Salam mas kris, maas saya mau tanya kpn bisa workshop kebangka (pangkalpinang)?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala