Kenapa Sedekah bila ikhlas bisa bikin keajaiban rejeki, namun sebaliknya malah bikin susah….kenapa? Inget POLA PIKIR (sangkaan)

Salam Sahabat Mahakosmos,

Banyak sekali yang sharing bertanya kenapa sudah bersedekah malah bisnisnya ambruk, rejekinya menjadi sulit dan habis terus uangnya…..
Padahal konon banyak gerakan sedekah dan katanya bikin rejeki berlimpah.
Bahkan Tuhan dalam ajaran agama menjanjikan demikian, rejeki tak tersangka, kebaikan dan pahala berlipat-lipat.

Tetapi kenapa sudah mengikuti anjuran dan rutin bersedekah, kok ya malah makin sulit…
Dimana letak kesalahannya?

Sahabat, sesungguhnya Tuhan ada dalam sangkaan hambanya. Sangkaan adalah pola pikir yang sangat menentukan kejadian di masa mendatang sesuai yang disangkakan.

Pola pikir (life pattern) adalah yang membedakan manusia ada yang selalu berkelimpahan, sehat, bahagia, tentram, rejeki demikian mudah, namun sebaliknya ada yang sakit-sakitan, sudah kerja keras namun rejeki tidak mau datang, menderita, dan lain-lain pola kehidupan.

Pola pikir ibarat orang membuat baju, namun sudah ada polanya. Jadilah kemudian menjahit sesuai polanya. Atau perumpamaan dalam kehidupan, kejadian demi kejadian kehidupan sesuai dengan pola pikir yang telah menjadi blue-print.

Pola pikir adalah hakikat do’a, sebuah sangkaan. Dan Tuhan ada dalam sangkaan itu. Artinya apapun pola pikir akan menjadi suatu blue print kehidupan.

Sebagaimana sejak kecil seseorang selalu berpola pikir bahwa hidup ini selalu beruntung dan berkelimpahan. Maka yang terjadi hari demi hari adalah dia selalu beruntung dan bagus rejekinya.

Orang yang berpola pikir, kerja cerdas dan uang berdatangan, maka hari demi hari kok ya terjadi peristiwa demikian mudah uang berdatangan. Sementara pekerjaannya cuma beberapa jam.

Namun sebaliknya ada orang yang berpola pikir harus kerja keras sampai malam agar berhasil dapat uang, maka yang terjadi kelak dia akan berhasil kalo sudah banting tulang sampai malam. Dan nyatanya bila tidak banting tulang, maka uang pun jadi pas-pasan.

Ada yang berpola pikir, bahwa orang harus mencapai sekolah paling tinggi agar hidupnya bahagia dan tercukupi, akhirnya hidupnya jadi berantakan, menderita, dan tidak pernah tercukupi, gara-gara kemudian dia tidak mengenyam sekolah tinggi. Sementara diluar sana, orang sekolah cuma segitu ajah, selalu berkelimpahan, selalu tercukupi. Kenapa?

Pola pikir (sangkaan) adalah do’a luarbiasa dimana terletak Tuhan didalamnya. Pola pikir (sangkaan) ibarat lantunan do’a yang terus mengalir detik demi detik dan semakin menguat menjadi kebiasaan. Maka bekerjalah hukum tarik menarik, semua rekaman pola kehidupan ini akan menarik kejadian sesuai yang dipolakannya.

Kembali kepada sedekah kok ya bisa bikin keajaiban rejeki? Namun banyak juga sudah sedekah, kok ya malah amburadul, habis hartanya, rejekinya jadi kurang beruntung.

Mereka yang beruntung memperoleh keajaiban rejeki adalah karena sedekah ikhlas. Dia tidak pernah BERPIKIR dalam bersedekah, pokoknya ada yang minta tolong ya dibagi, ada yang minta sumbangan….langsung koceknya dikeluarkan. Ada yang minta tolong, langsung tangannya bergerak. Bergerak dengan hatinya, empatinya, ikhlas tanpa pamrih.

Maka tanpa disadarinya dia telah membuat sangkaan (pola pikir) terekam dalam blue print dirinya, yaitu MUDAH BERBAGI TANPA PERHITUNGAN

Maka hukum semesta tarik menarik, akan bekerja seperti SOFTWARE, membagi dia tanpa perhitungan pula. Hukum berbalas sama.

Itulah hukum alam, hukum Tuhan, sekecil biji sagapun akan berbalas sama. Bahkan setitik debu sekalipun.

Namun mereka yang bersedekah yang PAKAI MIKIR, jadi pas mau sedekah dia berhitung-hitung apakah nanti sisa uangnya cukup buat makan sampai akhir bulan. Apakah sisa uang setelah dipotong sedekah akan cukup untuk membayar uang sekolah anaknya bulan depan.

Bahkan tanpa disadari, jadi berhitung dalam berbagi, karena takut uangnya habis nanti pas butuh buat beli sesuatu….lha gak ada uang sisa.

Namun ketika mengingat himbauan SEDEKAH BIKIN KAYA, maka serta merta jadi ikhlas memberikan segepok uangnya. Demi dapat pahala, dan berharap keajaiban rejeki seperti yang lain. Yaitu ketika disedekahkan uangnya semua, tiba-tiba mendapat gantinya jauh lebih banyak.

Kini dia sudah ikhlas, dengan pertaruhan KEAJAIBAN SEDEKAH dan pahala berlipat.

Apa yang terjadi? Keajaiban tidak datang. Uangnya benar-benar habis, pas dia butuh, anak-anak butuh uang sekolah. Lha uangnya bener-bener habis. Blasss.

Sahabat, apa yang salah? Dimana letak kesalahannya, kok ya sedekahnya jadi membuat dia berhutang sana sini.

Dalam ilmu recording (rekaman) bahwa manusia ibarat pita rekaman yang merekam semua pola pikir, pola perilaku, dan bila pita rekamannya isinya dangdut, ya setiap hari kedepannya lagunya dangdut meyuyu. Tak akan bisa berubah, kecuali diganti pita rekamannya. Alias intropeksi, hapus pita rekamannya dan ganti dengan lagu baru.

Mereka yang sudah bersedekah diatas, dan malah mendapat penderitaan bukan keajaiban. Adalah mereka yang bersedekah, namun pola pikirnya yang terekam adalah:

1. BERHITUNG-HITUNG

2. TAKUT UANG HABIS

3. TAKUT NANTI PAS BUTUH UANG, GAK ADA UANG SISA

Inilah yang terekam dalam RECORDING TUBUHNYA, rekaman pola pikir (sangkaan) diatas yang kelak menarik kejadian persis seperti yang disangkakan. Jadilah Tuhan dan semesta alam juga berhitung-hitung memberi rejeki. Jadilah uangnya habis beneran. Jadilah pas dia butuh uang, bener-bener gak ada uang sisa. Blassss

Ikhlas bersedekah adalah tanpa pamrih apapun. Tidak pernah berhitung-hitung. Bahkan seringkali tidak terpikirkan dampaknya, pokoknya bantu orang sampai bener-bener terbantu. Bahkan kadang tidak tahu, bahwa uang yang disedekahkan itu adalah uang terakhir dari dompetnya. Dan juga tidak pernah berharap apa-apa. Tangan kiri pun tidak tahu tangan kanan BERBAGI, MEMBERI, SEDEKAH.

Bahkan ikhlas bersedekah adalah sangat sederhana. Tidak pernah memaksakan. Ada yang bantu ya segera dibantu. Ada yang meminta sedekah, langsung memberi pas ada.

Bahkan tidak berpikir-pikir menjadi kaya sehingga dibuatlah “planning”, setiap hari “sekian” recehan disebarkan kepada fakir miskin. Agar dapat pahala dan kejaiban rejeki.

REKAMAN SANGKAAN inilah kuncinya, alias REKAMAN POLA PIKIR. Bahasa kerennya: REKAMAN MINDSET yang kelak menjadi suatu kepribadian, kebiasaan.

Bila dalam bersedekah, berpola pikir: IKHLAS BERBAGI TANPA PERHITUNGAN, maka sebaliknya Tuhan semesta alam akan membaginya tanpa perhitungan.

Pola pikir: BERBAGI, MEMBANTU, maka kelak semesta alam akan membantu dari segala penjuru.

Yuuk berbagi dengan tulus, tanpa pamrih….tanpa motif apapun.
Karena Tuhan, kita berbagi…… apa adanya, gak perlu diada-adakan, sangat sederhana.

Salam Ikhlas. MAHAKOSMOS.
Jagalah Hatimu

mas KRis
“hamba yang selalu beruntung, yang diinginkan selalu ada”

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

4 Responses to Kenapa Sedekah bila ikhlas bisa bikin keajaiban rejeki, namun sebaliknya malah bikin susah….kenapa? Inget POLA PIKIR (sangkaan)

  1. ardanareswari says:

    I really love the content of this article. it really shows how humble a moslem should be and how they do his religious activity. two thumbs up to the writer! CHAYO!

  2. Sugi says:

    Jadi sekarang perlu ditanamkan keyakinan bahwa “Sukses itu,kebaikan2 dunia itu karena ibadah”

  3. alfi says:

    benar sekali apa yang mas kris bilang bahwa ikhlas adalah kunci utama agar sedeklah yang kita keluarkan dapat membawa manfaat untuk orang lain terutama untuk dirinya sendiri. Tetapi untuk mencapai ikhlas harus latihan hari demi hari smpai benar2 hatinya terbiasa dengan ikhlas.

  4. semoga kita bisa lebih ikhlas dalam bersedekah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala