Kenapa dilarang mengkomentari siapapun dengan negatif…….Semua untuk diri sendiri

Sahabat yang tercerahkan,

Terima kasih buat siapapun yang baru bergabung di komunitas mahakosmos ini yang ketua paguyubannya saat ini adalah pak Yogi Yogayaza dan semua team paguyuban di tiap kota.

Mahakosmos adalah komunitas dari para alumni yang telah mengikuti pelatihan mahakosmos sejak 3 Juli 2009 sejak trainernya tergelincir bukan keinginannya mendapat undangan dari berbagai kota,  dari komunitas satu dan lainnya, dan dari perusahaan ke perusahaan. Belasan ribu alumni yang telah mengikuti mahakosmos dengan berbagai topik.  Namun siapapun yang bukan alumni pun bisa bergabung di group ini.  Nikmati semua artikel, tulisan, dan status di group atau www.mahakosmos.com yang merupakan kisah pembelajaran dari pasien konseling, sahabat di group ini dan siapapun,  siapa tahu ada artikel yang menjadi solusi dari kasus kehidupan, ujian yang sedang dihadapi.   Siapapun bisa datang dan pergi dengan tidak diantar.  Karena hidup adalah kemauan kita sendiri, mau kemana melangkah, mau berpikir apa, mau berbuat apa demi masa depannya.

Sahabat,     Mahakosmos bisa jadi terminal terakhir dari para pasien atau siapapun yang mendapat ujian.  Mahakosmos sangat tidak dilirik, karena kalau dimintai tolong selalu jawabannya adalah:  “semua karena perbuatanmu sendiri”.  Layar semesta yang tiada apa-apa, telah diwarnai oleh dirimu sendiri.   Dan semesta bergerak dengan warna yang telah dirimu corat-coret sesuai sangkaanmu sendiri.   Bila mau mengubah semesta, perlu menghapus coretan yang telah digoreskan di layar semesta dan berasal dari rekaman image gambaranmu selama ini, cara pemikiran, vibrasi jiwa (kepribadian) dan perbuatan.

Kesadaran memahami ini, dan mau mergubahnya maka datanglah ke mahakosmos.  Kesadaran umumnya selalu muncul saat KEPEPET, atau sudah habis semuanya, jatuh gubrak tanpa daya,  sudah gak punya dana dan bingung mau bergerak apa.

Seperti yang dialami oleh seseorang di Tebet, Jakarta Selatan karena informasi dari saudaranya yang juga pernah mengalami gangguan kejiwaan berat, meraung-raung seperti “maaf” hewan macan.  Berjalan seperti macan, akhirnya dirumah saja berminggu-minggu.  Akhirnya setelah kesana kemari, dengan dugaan yang macem-macem, dan hasilnya nihil.   Kepepet, mendatangi mahakosmos, dan syukurlah ketemu kenapa, dan apa yang membuat gangguan ini.

Semua karena kejiwaan kita sendiri yang terhubung dengan sesuatu.  Akhirnya saudaranya ikutan nimbrung ke mahakosmos karena  kaki sebelahnya agak lumpuh.  Sudah mencoba ke beberapa rumah sakit, dan hipotesanya selalu berbeda.  Hingga akhirnya ke alternatif, urut syaraf dan sebagainya.  Semuanya menyatakan tidak ada gangguan berarti.  Namun kenapa lumpuh?  Juga sudah mencoba ke psikoterapi.    Kalau dirimu sakit jasmani, pergilah ke dokter, ikuti prosedur dan test.  Apapun sakit jasmani pasti sembuh, ada obatnya dan caranya dengan medis.  Bila dirimu sakit pemikiran datanglah ke psikolog, atau ahli psikoterapi.  Gak perlu aneh-aneh ke yang aneh, dan diduga dikerjai orang lah, dibuat orang lah…..halah capek deh.

Namun bila keduanya menyatakan tidak ada apa-apa, dan malah bingung karena secara medis gak ada apa-apa, namun efeknya kok sakit, ada gangguan.  Maka jawabannya adalah itu adalah kemauan dirimu sendiri yang tidak disadari, juga cara berpikir, vibrasi kepribadian kejiwaan dan vibrasi perbuatan.

Sahabat yang lumpuh ini cuma saya tanya,  pernah bertemu dengan orang yang kakinya lumpuh dalam kurun waktu sebelum sakit.  Ternyata ada, dan itu tetangganya sendiri.  Rupanya, beliau “maaf” sering ngomongi, ngomentari tetangganya yang jalannya terpincang-pincang dan tiap hari ke mesjid.  Namanya orang kena ujian, umumnya mulai mendekati Tuhan.  Tobat, bro.  Pake surban, pakaian ala timur tengah.  Dan sahabat ini selalu mengamati orang tersebut yang gayanya menurutnya “lebay”.   Kayaknya gak perlu diceritain deh “lebaynya”.   Sahabat ini jadi sering ngomongi orang ini dan gayanya dengan kaki terpincang agak lumpuh.  Ingat hukum exact alam, tentang koneksi gelombang frekuensi.  Ketika seseorang memikirkan obyek lain, maka ada gelombang frekuensi terhubung.  Seperti sawah yang memikirkan bendungan, maka ada frekuensi yang terhubung yaitu parit.  Bisa ditebak,  maka isi bendungan akan mengalir ke sawah, tumpah deh.

Bila kita memikirkan topik A pada diri seseorang, maka isi, speknya topik A pada seseorang itu akan mengalir tumpah.    Karena sahabat ini ngomongi keburukan, gaya ibadah, dan penyakit lumpuhnya, maka spek itu yang tumpah mengalir kepada sahabat ini.  Dan setiap ngomongi lagi berikutnya, daya dorongan mengalir makin bertambah.  Semakin mengingatnya lagi, maka semakin tumpah meruah.

Sebagaimana banyak kasus, seorang Bapak yang tadinya sering sakit-sakitan karena watak kerasnya.  Mindset keras, emosinya menjadikan vibrasi yang merusak partikel tubuh.    Karena watak keras pula, kurang disukai anak-anaknya, akhirnya anak jadi membangkang, sebel.   Ingat, karena pemikiran buruk tersebut, akhirnya gelombangnya nyambung….dan tumpah deh keburukan bapaknya pada si anak-anaknya.   Tiap hari jengkel, maka semakin besar daya dorongannya, dan tertularlah, transfer otomatis.   Alhasil kemudian, bapaknya sehat-sehat saja, membaik,  namun beberapa anaknya yang membangkang malah jadi selalu sakit-sakitan.

Tak disadari,  ketika seseorang menjaga keluarganya yang sakit di rumah sakit, dan selalu memikirkan sakit keluarganya tersebut.   Selang 2 minggu, si pasien sembuh pulang ke rumah,  lha gantian yang jaga malah sakit kemudian.   Seharusnya, berpikirlah yang baik yaitu berpikir sisi sembuhnya…….bukan cemas memikirkan sakitnya.  Bayangkan, seseorang yang sakit dijenguk oleh orang yang jengkel kepadanya.  Dipastikan habis deh diomongi, rasain lho syukurin.   Gelombang frekuensi terkoneksi.  Ketika yang dijenguk ini ikhlas adanya,  maka aliran sakitnya akan mengalir tanpa halangan ke orang yang mengumpatnya tersebut.  Semakin banyak dijenguk oleh orang yang kontra dengan dia, dan ikhlas,  semakin cepat sembuh.

Belum lama di sebuah pelatihan undangan dari komunitas Prudential Bekasi, juga ada peserta yang baru keluar dari rumah sakit, diopname karena gangguan diberbagai sistem jantung, pernafasan, pencernaan, sakit kepala, dan sebagainya.  Borongan.  Sakit selama 2 bulan, bolak balik rumah sakit.  Diagnosa selalu berubah-ubah, membingungkan.   Nah kalau seperti ini dipastikan, ada unsur KONEKSI dengan seseorang, peristiwa atau kejadian.  Ternyata sebelumnya selalu memikirkan temannya yang sakitnya seperti itu.  Selalu memikirkan spek sakitnya karena terlalu empati,  tak terkendali dalam pemikiran.   Akhirnya dilepas koneksi gelombang frekuensi tersebut, dan dilepas semua yang sudah tumpah kepada dirinya.  Serahkan kembali kepada Allah SWT sang Maha Welas Asih, yang tiada terjangkau partikelnya bahkan dalam sains sekalipun, nyata, namun tersembunyi meliputi apapun yang ada.    Lha sudah diajari oleh agama, cuma menyesal minta ampun selalu banyap pemikiran, kenangan mikirin sakitnya (apa yang dpikirkan) dari orang tersebut.   Seperti file administrasi, inget dong, mikirnya kapan, sejak kapan, hari demi hari hingga sekarang.  Minta ampun, dan serahkan kepadaNya.  Kembali kepada Sang Maha Welas Asih.  Setelah itu, kasih makan orang yang membutuhkan sebanyaknya seikhlasnya.   Dan gak usah mikirin dia lagi, lepas kelekatan dengan dia.  Gue…elo….end.

Ternyata di forum pelatihan, cuma beberapa bait penyesalan dan putus koneksinya saja,  yang bersangkutan langsung bilang,  saya enakan membaik 100%, halah…..lebay.

Kita tidak sadar khan…. coba saja diamati, ketika menggunjingkan keburukan seseorang,  kepala terasa panas, bahkan bisa jadi terasa berat, puyeng, akhirnya menjalar ke seluruh tubuh.  Tergantung topik apa yang dibahas dalam pergunjingan.

Lebih baik ngomongi kebaikan seseorang, suksesnya, pergerakan hebatnya, caranya yang brilian, dan sebagainya.   Atau menggunjingkan order seseorang yang lagi melonjak tajam, lalu komentari setiap statusnya,  atau chatting, diskusi.  Maka semua akan terkoneksi, juga kena getaran SPLETERAN nya dan KETULARAN.   Semakin sering, ya semakin kena imbas positifnya.

Sahabat,

Di sekeliling kita selalu disuguhkan hal-hal buruk baik di televisi, surat kabar, permasalahan di sekitar, juga orang terdekat kita yang gemar curhat.Makanya kalau temen-temen di group,  sudah tanpa nama, curhat sms ke telpon atau bebe, langsung saya stop.    Karena masa depan adalah curhatmu, topik yang sedang diirmu gambarkan.  Curhat adalah waktu jeda, yang akan terlukis tergambar di layar semesta, dan menjadi kejadian di masa depan.  Mendingan dirimu datang ke markas mahakosmos.   Karena banyak kisah ujian keburukan di sekeliling, belajarlah untuk MEMIKIRKAN SISI BAIKNYA SAJA.  Nonton kisah seyem-seyem,  ganti ketawa aja, mikirin donal bebek.   Seru khan,  penonton lain pada jejerit,  ini malah terbahak-bahak.  Pikirin aja,  ini sutradara lucu lucu aja bikin konstum dan tampilan kayak gitu.  Nah, kalau elo mikirin seyemnya,  nanti yang ada pas sampai rumah…. itu ada yang seyem seyem di kamar mandi, dapur, belakang rumah.  Iiiiiiiiiiiih, kamu dikalahkan oleh ilusi pemikiran yang tadi kamu rekam.   Semakin kamu memikirkan seyem,  pasti kamu ketemunya dengan para jagoan klenik, metafisik, ngomongnya gak jauh dari yang seyem-seyem.

Coba saja, kamu takut sama kecoa,  dalam benakmu cuma kecoa.  Pasti setiap kamu melangkah, di ruang manapun, selalu ketemu kecoa.   Nah kalo kamu cuma mikirin duit,  padahal ngobrol sama mertua,  malah yang dipikirin ada duit segepok di wajah mertua, dan siapapun yang kamu temui.  Pasti kamu ketemunya dengan orang orang yang sama,   yang mikirnya cuma duit aja.

Kalau kamu mikir masalah, pasti ketemu dengan orang yang sama mikirnya.  Kita ketemu dengan sesama pemikirannnya…..

Sahabat,

Mari kita belajar mulai detik ini sambil membaca tulisan ini sudah tergambar apa yang kamu tuju.   Pikirkan hal-hal baik saja, positif, silaturahim, pertemanan, kerjasama….. alias memikirkan prosesnya.  Nanti akan ketemu dan ketularan yang baik-baik.   Uang, materi, karir, kekayaan, akan ikut dengan sendirinya…. itu hasil dari pergerakan dirimu yang ketemu dengan semua yang baik-baik.  Belajar kalau orang curhat, dinasehati,   kamu sedang menggambar masa depan dengan curhat negatifmu.    Tapi kalo ternyata masih curhat, ya biarkan saja.  Kamu hanya mikir uang DOLAR SEGEPOK di wajahnya.  Atau bila dirimu mau bantu,  berpikirlah solusi untuk dia.  Solusi….solusi…solusi.   Pasti otak kamu akan terhubung dengan Mr. Solusi, dan tiba-tiba cerdas memberikan masukan yang baik dan positif.Selamat praktek untuk selalu positif.

Salam ikhlas,

mas kris

085715244100

#Apapun yang tergambar buruk, dari huruf huruf dan kata di artikel ini,  ikhlas melepaskannya kembali kepada Allah SWT.  Al Fatihah…….

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

One Response to Kenapa dilarang mengkomentari siapapun dengan negatif…….Semua untuk diri sendiri

  1. kang encep says:

    terima kasih…. saya ngeuh sekarang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala