Intropeksi, ngeh, tersadarkan….adalah obat penawar masalah kehidupan

Salam Sahabat Mahakosmos,

Sebelum lebaran saya terkapar sakit, seluruh tulang sakit semua, perut sakit diiringi demam yang tidak berhenti berhari-hari. Hingga setelah lebaran belum juga reda namun dipaksakan untuk menyetir mobil, jalan-jalan melihat rutinitas mudik ke Jawa Tengah. Sudah saya coba terapi dengan berbagai metode totok di titik meridian, herbal, hingga obat farmasi.
Hanya sedikit membaik, sehingga saya masih terkapar di tempat mudik.

Hingga suatu malam, saya tersadarkan oleh ucapan sendiri untuk menebarkan metode intropeksi. Saya teringat penyebabnya yaitu sejak waktu berbuka puasa hari pertama selalu makan tahu isi dan cabe rawit yang banyak, agar segar dan keringatan. Namun lupa makan nasi. Terus menerus aktivitas makan pedes-pedes dilakukan sepanjang puasa. Hingga suatu hari perut terasa sakit, namun tetap saja dipaksakan. Enak sih.

Saya raba perut yang menjadi titik sakitnya dengan penuh kasih sayang. Tecurahlah seluruh konunikasi dan permintaan ampun dari mulut saya ke badan ini. Serta kepada Tuhan yang selalu dekat bersama diri ini.
Ajaib, seluruh sakit dari kepala hingga demam dan tulang-tulang nyeri serta merta membaik dan terus membaik.

Pada saat acara peluncuran SWARA CINTA, sebuah tempat terapi di BSD, saya didaulat beberapa sahabat yang ingin terapi kehidupan dan membutuhkan ”rasa” hati untuk mencari tahu penyebab sifat emosi berlebihan dari seorang sahabat yang aliran darahnya juga kurang lancar dan sering sakit di beberapa bagian tubuh maupun yang rejekinya tersumbat..
Seperti biasa, metode quantum kegembiraan diterapkan yaitu dengan terapi ketawa-ketiwi, sehingga suasana jadi mencair dan terbahak-bahak. Kegembiraan yang energinya akan berubah menjadi kelistrikan tubuh, dan bila tepat sasaran bisa melepaskan sumbatan aliran darah.

Penyebab emosi berlebihan dan penyakitnya diketemukan di gelombang bawah sadarnya yaitu peristiwa masa remaja dahulu dengan ayahnya. Singkatnya, semua peristiwa yang menimbulkan sakit hati tersebut diungkapkan dalam hati. Diiringi keikhlasan untuk menyerakan kembali kepada Tuhan.
Puji bagiNya Allah yang menghidupkan diri ini, terapi dengan suasana bercanda tersebut telah mengeluarkan seluruh traumatik maupun penyebab emosional dan penyakitnya. Dan terlihat aura wajah yang merona, aliran darah terasa hangat dan mengalir ancar, serta sakit dibeberapa bagian seperti tengkuk, kepala semakin membaik dan ringan.

Malam ini, seorang sahabat curhat ketika baru saja menterapi dirinya sendiri yang terkena penyakit hernia sejak lama. Ketika sedang termenung tafakur, tiba-tiba terlintas sosok guru mengajinya ketika SD dulu. Dan teringatlah dia, beberapa perilakunya yang ”tidak baik” kepada guru mengajinya.
Kemudian dikoneksikan seluruh peristiwa tersebut, intropeksi minta ampun atas segala perbuatannya. Dan bergetarlah bagian vital bawah tersebut, semakin sakit menghebat.
Teringatlah dia, bahwa guru mengajinya itu juga terkena penyakit hernia. Inilah Law of Connection, yaitu adanya keterhubungan emosi antara sahabat tersebut dengan guru mengajinya pada masa kecil dahulu. Ikatan dalam frekuensi sama itulah yang menjadikan energi penyakit sang guru mengalir ke sahabat ini.
Maka diputuskanlah frekuensinya dengan sang guru dan penyakitnya tersebut.

Sahabat, sesungguhnya banyak peristiwa terapi yang tersembuhkan dengan ajaib dan sekejap ketika kita berhasil menemukan penyebab yang memicu terjadinya masalah kehidupan, rejeki kurang lancar, emosi berlebih, traumatik, phobia, hingga penyakit yang tidak sembuh-sembuh. Kuncinya adalah intropeksi mencari penyebab awalnya dan memutus koneksi dengan peristiwa tersebut.
Seringkali kita berusaha melepaskan semua emosi yang ada dalam diri, namun tetap saja tidak membantu untuk waktu yang lama dan masalah kehidupan masih terjadi. Karena emosi itu bukanlah penyebabnya, namun mash ada penyebab awal. Itulah yang harus diketemukan.

Intropeksi adalah hakikat dari sebuah ”Istighfar” yang mudah diucapkan, namun masih terasa sulit sekali dipahami lebih mendalam. Memerlukan sebuah hati nurani yang telah tersadarkan.

Salam Ikhlas,
Mas Kris

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

2 Responses to Intropeksi, ngeh, tersadarkan….adalah obat penawar masalah kehidupan

  1. eva says:

    Asslm…. Mas makasih ya.. memang luar biasa terapi introspeksi ini ya mas…… karena pengalaman saya yang tanpa sadar melakukan introspeksi. saya punya traumatik ketika mau brangkat ke suatu tempat selalu merasa bingung pusing dan gelisah ketika cerita2 dengan sahabat tanpa sadar saya mengorek inti permasalahan kenapa saya jadi takkut dan gelisah dan tanpa sadar dalam hati langsung mengucap istigfar dengan tulus.. subhanallah…. nda lama kemudian rasanya lega.. plong dan gelisah serta ketakutan itu sepertinya menguap dan hilang……

    oya buat dong tulisan tentang dampak dari terbiasa berbohong dan terapi untuk habbit orang yang suka bohong… terutama kalau terapi itu untuk orang lain… makasih ya mas..

    sukses untuk workshopnya selalu…..

  2. tiwi says:

    Yap benar mas, setelah ikut pelatihan mahakosmos dan coba intropeksi diri pas waktunya luang di rumah, berasa tubuh jadi enteng, pegal-pegal hilang, sensor tubuh juga semakin terasa 🙂

    kata kuncinya mau sediakan waktu tuk intropeksi diri, merenung apa saja yg telah diperbuat, jujur, insya Allah semuanya dimudahkanNya ..

    Thks mas, pelatihan mahakosmos memudahkan saya tuk terapi diri secara tepat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala