Salam Sahabat Mahakosmos,

Banyak kasus yang saya temui, ada seseorang diantara beberapa saudara kandungnya yang ternyata hidupnya selalu sulit sejak dia lepas sekolah, mencari pekerjaan, mendapatkan pekerjaan, bahkan hingga melakukan usaha apapun. Selalu saja mengalami masalah, kesulitan, karir tidak berkembang, masalah di kantor, juga apapun usaha yang dipegang tidak pernah berhasil, selalu suram dan bangkrut. Hanya dia yang selalu suram kehidupannya, dibanding semua saudara-saudara kandungnya yang sepertinya selalu mulus perjalanan hidupnya.

Berbagai pelatihan sudah diikuti, seminar motivasi, juga konsultasi bisnis, konsultasi aura, apapunlah yang intinya bertujuan mendongkrak taraf kehidupannya. Juga sudah berusaha untuk berpikir positif, berperilaku positif. Semuanya nihil.

Apakah ini karma atau balasan dari Tuhan atas perbuatannya?
Ya bisa saja. Bisa karena perilaku dirinya sendiri yang menciptakan ketidakharmonisan aliran energi langit kepada seluruh sendi-sendi kehidupannya.
Atau juga karena ”salah cetakan” alias salah ibu mengandung, yaitu kesalahan perilaku orangtua ketika menerima rejeki jabang bayi dalam kandungannya. Kesalahan tidak mensyukuri nikmat Tuhan. Mendustakan, mengingkari nikmat Tuhan.

Ternyata banyak sekali kasus masalah suramnya sendi kehidupan sang anak karena salah cetakan ”blue print”, yaitu sang orangtua tidak mengharapkan jabang bayi ini lahir.
Ketika hamil, ibunya bukannya bersyukur diberi jabang bayi sementara jutaan pasangan suami istri disana mengharapkan untuk bisa hamil. Sang ibu tersebut malah memaki-maki kenapa dirinya hamil lagi.
”Ini semua gara-gara kamu, pak. Celamitan sih!”
Gara-gara sarung terlepas.

Banyak kejadian sang ibu tidak mengharapkan kehamilannya, sehingga banyak juga yang berusaha menggugurkan nikmat Tuhan tersebut. Namun banyak juga yang gagal, sehingga jabang bayi selamat lahir ke dunia.

Sesungguhnya tanpa disadari, mindsetting atau prasangka – su’udzon (prasangka jelek) menerima nikmat Tuhan inilah do’a mustajab yang tanpa disadari menjadikan sang anak terlahir dengan jalan kehidupan yang amburadul.
Bayangkan dalam kurun waktu 9 bulan, setiap harinya, bahkan setiap menitnya tidak mengharapkan sang anak terlahir. Mencaci maki. Rasa ”ngedumel”, jengkel, putus asa memikirkan bagaimana kalau si jabang bayi ini lahir, dan lain sebagainya.
Itulah do’a yang menjadikan takdir sang bayi seperti itu ketika terlahir.

Banyak bayi yang terlahir sakit-sakitan, karena programming do’a yang ditanamkan sang ibu adalah putus asa sehingga terekam kuat dalam sel-sel tubuh si bayi. Jadilah sistem tubuh jasmani si bayi memerintahkan untuk putus asa. Sehingga perkembangan jasmani si bayi akhirnya putus asa, alias sakit-sakitan.

Programming do’a yang ditanamkan sang ibu adalah ”tidak mengharapkan lahir”, maka jadilah si bayi lahir ogah-ogahan, dan rejeki yang seharusnya sudah disiapkan Tuhan untuk berdatangan pun jadi ogah-ogahan.
Sehingga ketika tumbuh dewasa, ada saja masalah kehidupan mulai dari sekolah hingga bekerja mencari nafkah. Selalu masalah dan sulit.

Inilah pepatah bahwa surga dibawah telapak kaki ibu. Padahal sudah saya cari-cari di telapak kaki ibu, gak ada apa-apa.
Sesungguhnya seorang ibu adalah salah satu penentu kehidupan sang anak, menentukan surga bagi sang anak. Bila salah prasangka, maka telapak kaki ibu juga bisa menjadi “neraka” bagi sang anak.

Untuk mengatasi program do’a yang sudah terlanjur terekam dalam otak-pikiran-hati bahkan seluruh sel-sel tubuh sang anak yang selalu sulit tersebut. Maka satu-satunya cara adalah membersihkan program negatif dimanapun bersemayam. Sehingga lahirlah berbagai cara agama, dengan bebersih diri (taubat nasuha). Atau satu etnis dengan nama ”Ruwatan”.

Banyak sekali kiasan dalam hidup, ketika seseorang dipanggil namanya sembarangan, lalu dia marah-marah.
”Sembarangan saja kamu ganti nama orang. Mesti pake bubur merah dulu, tahu!”
Atau ada seseorang anak sakit-sakitan seperti kisah satu presiden masa lalu, lalu ganti nama dengan nama baru. Gak jelas, apakah pakai bubur merah atau gak. Namun ini adalah bagian dari ritual bebersih ”programming lama” dan mulailah memprogram baru dengan satu harapan sang orangtua bahwa mulai hari ini dan seterusnya semoga Gusti Allah memberikan kesehatan, keselamatan, dan terbukanya rejeki bagi sang anak.

Inilah ikrar bahwa kita berdiri sekarang, dengan melupakan masa lalu. Dan berdiri tegak berikrar kedepannya memulai hidup yang jauh lebih baik.

Inilah pentingya do’a orangtua memberikan kemudahan jalan bagi sang anak. Sehingga banyak yang kesulitan rejeki, juga sulit jodoh, akhirnya datanglah ke orang tuanya khususnya sang ibu. Lalu dicarilah ”surga di bawah telapak kakinya”, dengan dimandikan air sebaskom. Lalu mandi dengan air bekas cucian kaki ibunya, bahkan ada yang diminum, dengan meminta do’a restu sang ibu.
Banyak yang berhasil karirnya, bahkan tidak berapa lama akhirnya mendapatkan jodoh…seperti kisah teman Alumni Mahakosmos.

Sahabat, orang positif yang bersih dari programming negatif, akan semakin luarbiasa sukses bila mendapatkan knowledge, motivasi, pelatihan. Orang positif semakin positif. Orang kaya semakin kaya. Sukses semakin sukses. Karena mereka adalah wadah kosong yang bersih dari programming jelek, dan siap dikucurkan semangat motivasi dan pengetahuan positif.
Namun kalau masih memiliki permasalahan kehidupan, hanya ada satu cara: ”reset programming jelek tersebut”. Bersihkan wadah penuh program negatif tersebut. Programming do’a yang sudah terlanjur diluncurkan ke pemilik semesta.

Kekuatan terbesar untuk me-reset adalah dengan meminta sang ibu untuk minta ampun atas apa yang telah dilakukannya pada masa lalu yang tidak mengharapkan dirinya terlahir ke dunia. Dalam agama Islam, namanya taubatan nasuha. Lakukan sholat taubat dengan rutin, hingga tanda-tanda hatinya tentram.
Lalu buatlah acara ”selamatan” layaknya seperti mendapatkan bayi kembali, yaitu dengan semacam ritual Aqiqah sebagai penebusan atas nikmat Tuhan diberikan anak.
Dan disertai harapan kuat dari orangtua, dengan upacara do’a, maka lahirlah ritual seperti membaca satu kitab atau apapun. Yang membacanya adalah orangtuanya, seraya menamkan programming baru untuk anak.

”YA ALLAH, Engkau Dzat yang Maha Berkuasa atas Dunia dan seisinya. Berkuasa atas seluruh takdir manusia, juga anak hamba. Berkuasa atas rejekinya, seluruh nikmat, keselamatan dan perlindungan anak hamba. Ya Allah Hamba izinkan seluruh nikmat itu berdatangan untuk anak yang hamba kasihi ini menjadi anak yang sholeh (baik).
Nikmat Engkau mana lagi yang hamba dustakan”.

Salam ikhlas. Rahayu,
Mas kris

Terapi Mahakosmos
Selasa dan Sabtu di Sekretariat Pamulang. Ruko portal pemulang permai Blok C-2. (Tel. 021.7422101)
Rabu dan Kamis, di Ruko Golden Madrid 2, Blok G20 BSD City (Tel.021.53164931)

“solusi penyebab penyakit jasmani kronis berkepanjangan, stress, depresi, kejiwaan, halusinasi, paranoid, traumatik, phobia, sakit jiwa, autis, gangguan pikiran, gangguan perilaku, bebersih programming (kesulitan rejeki, berhenti merokok, kebiasaan jelek, dll) dan life programming”

Anda yang sudah tahu, pengobatan macam ini bisa menguras harta Anda.
Terapi Mahakosmos, dengan biaya seikhlasnya. Sedekahlah ke yatim piatu, tempat ibadah, dan siapapun yang membutuhkan tanpa melihat siapa dia.

Be Sociable, Share!

One thought on “Hidupku sulit karena terlahir tidak diharapkan

  1. Hamba Alloh

    Assalamualaikum wr wb. Alhamduliilaahirobbilaalamin, puji Syukur kehadirat Alloh Yang Maha Kuasa yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat-Nya kapada seluruh manusia, terima kasih buar tulisannya ya mas. Semoga membawa manfaat, dan semoga bisa istiqomah ya berbuat baik kepada sesama dengan niat memohon Ridlo-Nya.

Leave a reply

required