Hati-hati dengan sebuah niat yang pertama kali, itulah blue print kehidupan!

Sahabat,

Selamat datang Ya Ramadhan. Mohon Maaf lahir batin, semuanya. Permurah dan Penyayang.

Bulan spesial sekaligus waktunya untuk bebersih, mendobrak dan mencabut pola pikir dan niat kita YANG TIDAK DISADARI menjadikan masalah kehidupan. Yuuuk…

Pantas saja agama saya selalu menggaungkan “semua berawal dari niat”, namun sayangnya banyak kita yang tidak memahami konteks ini dalam ilmu psikologi mental, motivasi juga pemrograman kehidupan.

Sesungguhnya otak kita ini luarbiasa, yang bila tersetting rekaman apapun (mindset, pola pikir, niat) maka gelombangnya akan menarik semua elemen semesta. Ini yang disebut bahasa kerennya Law of Attraction. Dari tiada menjadi ada, tentu atas seizin Sang Hidup yang menghidupi apapun.

Puji Syukur Yang punya badan ini memberikan pengetahuan untuk membaca rekaman otak dan pikiran, sehingga banyak membantu semua sahabat yang mengunjungi paguyuban untuk mencari penyebab “kenapa dia bermasalah (masalah bisnis, penyakit, kejiwaan, gangguan pikiran, dan lain-lain). Semua berawal dari niat, sangkaan (pola pikir/mindset), keyakinan yang salah, juga rekaman-rekaman peristiwa yang pernah dilalui.

Semua berawal dari niat. Ternyata ini benar adanya. Ungkapan agama yang sepele namun sesungguhnya ini sangat berperan menentukan langkah perjalanan kelak (blue print).

Dari ratusan kasus masalah kehidupan, teratasi dengan mudah ketika kita tahu apa penyebabnya. Ternyata banyak dari niat yang salah dari awal tanpa disadari.

Seseorang yang bisnisnya selalu bermasalah. Tidak pernah sukses, jalan ditempat. Ternyata setelah ditelusuri rekaman otakknya, pernah terlintas ‘WAH BISNIS INI KAYAKNYA BAGUS, KALI AJA GUA SUKSES….”

Ketahuilah bahwa rekaman YANG PERTAMA ini akan tersetting, dan gelombang pikiran pun akan tersetting untuk menarik apa yang telah diprogramkan. Walaupun kemudian ikut acara motivasi, seminar, dan istilah MELURUSKAN NIAT baru, namun semua nihil hanya hitungan hari atau minggu. Perjalanan bisnisnya akan kembali seperti Blue Print semula yaitu: “kali aja sukses:. Kali aja….gak jelas. Semua pun jadi gak jelas. Yang datangpun juga gak jelas. Rejekinya juga akhirnya gak jelas ….

Seperti sebuah program antivirus dalam komputer, maka hanya ada satu program yang dominan. Kalau ingin memprogram niat baru, maka program niat lama harus dihapuskan dari otak.

Seorang karyawan marketing yang track record penjualannya kurang bagus. Sementara dia punya anak dua, butuh uang banyak untuk menghidupi. Tanpa disadari dia bekerja dengan niat terlintas tanpa disadari “bagaimana mencari uang cepat”. Semua jadi dibisniskan jadi uang. Bahkan dinas luar pun kalau tidak ada uang jalannya, dia tidak mau. Ke pelanggan pun jadi ogah-ogahan bila tidak ada uang jalan.

Akhirnya saya coba beri masukkan, “janganlah bekerja atau berhubungan dengan pelanggan karena “uang”” Karena hasilnya hanya uang segelintir. Dan dalam teori gelombang pikiran, mindset “mencari uang” di otak anda, tidak akan resonansi dengan gelombang otak sang pelanggan yang “mencari layanan”.

Namun kalau anda berniat dan berpola pikir “Melayani pelanggan dengan semangat dan penuh kasih” Maka dengan sendirinya…uang akan datang sendiri. Pelanggan tertarik, banyak, sudah pasti uang anda akan banyak dengan sendirinya. Uang akan datang sendiri, gitu lho bro.

Akhirnya didobraklah rekaman niat dan pola pikir tersebut, lalu diganti dengan niat serta pola pikir “MELAYANI PELANGGAN SEBANYAK-BANYAKNYA DENGAN SEMANGAT DAN KASIH”

Dalam waktu setahun, pelanggannya banyak sekali dan komisinya luarbiasa. Kini dia sudah punya rumah dan mobil, serta karir yang terus meningkat.

Seorang kontraktor tulen (ngontrak rumah meyuyu….) sementara anak-anaknya sudah beberapa gadis-gadis. Akhirnya suatu hari saya tanya “kenapa gak berniat menyicil rumah atau beli rumah sendiri…mau sampai kapan ngontrak meyuyu”.

Dia jawab, “gimana bisa nyicil rumah, sementara gaji saya saja pas-pasan buat kehidupan bulanan”

Saya berikan pola pikir, memang rejeki situ yang ngatur. Kalau situ maunya pas-pasan, ya sudah semuanya pas-pasan. Sangkaan, niat, pola pikir itu adalah doa yang paling mustajab. Dibanding anda berdo’a, beribadah mulut komat kamit seharian, namun otak anda menyangka jelek meyuyu. Yang dikabulkan adalah yang terlintas di otak pikiran itu….bukan apa yang terucap di mulut.

Akhirnya digantilah semua niat, sangkaan (pola pikir) bahwa rejeki itu berdatangan darimana saja untuk beli rumah. Tentu saja setelah minta ampun, atas niat dan sangkaan jelek sebelumnya yang menyangka rejeki itu pas-pasan, gimana bisa beli rumah?

Puji Syukur kepada Dzat Ahad Yang Menghidupi, yang begitu-begitu saja dari dulu rupaNYA. Dia dapat THR berllipat, juga dapat dari atasannya. Ternyata saat itu juga bonus perusahaan keluar beberapa kali gaji. Ditambah lagi, kok ya dapat sedikit warisan dan ternyata saudaranya yang berhutang juga pas banget bayar hutang. Tambah lagi, kok ya pas banget, ada yang nawarin rumah murah. Jadilah dia beli, dan kini sudah menempati rumah tanpa berhutang, tidak lagi ngontrak. Dan yang ada terus mendandani rumahnya jadi bagus. Rejeki tak tersangka dan tak terduga. Semua karena mau merubah niat, sangkaan, dan keyakinan kepadaNYA.

Banyak kasus terserang stroke, penyakit menahun, bahkan rumah tangga yang seumur jagung, penuh konflik masalah, juga berawal dari niat awal yang salah serta pola pikirnya.

Hampir berbagai kasus rumah tangga seumur jagung berakhir menyedihkan adalah karena tanpa disadari terlintas di otaknya untuk melangsungkan hubungan pernikahan karena:

– Yah jalani saja, Tuhan sudah mengatur (kesannya sih agama banget kaleee, ikhlas, , namun gak jelas niatnya berumah tangga, akhirnya semuanya gak jelas, juga rejeki rumah tangganya)
– nafsu birahi…(he..he.. seyem banget) walaupun kalau ditanya orang jawabannya ” biar sakinah mawadah warohmah….” Niat awal sekedar nafsu itu yang terjadi..
– Sekedar membuat senang orangtua, kalo gue ini udah nikah gitu lho.
– dan lain-lain.

Bagi yang baru mau berumah tangga, seperti pesen orangtua-orangtua dulu yang rupanya itulah bagian dari MENJAGA NIAT.

“Karena Allah, aku berniat berumah tangga dengan si A, agar menjadi keluarga sakinah, selalu beruntung, selamat, selalu sehat, punya keturunan yang sholeh, langgeng sampai aki-aki dan nini nini, kaya raya yang bermanfaat untuk orang banyak dan dekat dengan Tuhan”

Sahabat, hati-hati menjaga niat. Jagalah selalu niat yang pertama kali.

Salam Ikhlas. Rahayu
Salam selalu beruntung

mas Kris
orang selalu biasa saja. Biasa selalu beruntung dan selamat

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala