Go Public pikiranmu, ndro…..

Salam Sahabat Mahakosmos,

 

Tahun Baru, Kesadaran Baru.
Tuhan telah memberi kita peran dan tugas dalam kehidupan. Tanggungjawab keseharian yg kita temui dalam hidup ini itulah tugas, dan bila dilaksanakan dg baik selalu saja ada hikmah didalamnya. Semua tugas apapun bisa menjadi rejeki luarbiasa bila kita mau mengubah cara pandang, cara berpikir.
Dunia ada dalam Alat Pikiran kita. Alat pikir seperti komputer yg kita ciptakan sendiri, bsia jadi program luarbiasa sukses atau bisa jadi penderitaan. Derita bila kita malah dikalahkan oleh komputer yg kita ciptakan sendiri.
Tahun baru ini, inilah awal kesadaran, kitalah yg mulai 1 Januari 2015 ini mengendalikan komputer alat pikir ini. Format ulang, lepaskan dari program pemikiran yg bikin derita seperti mikirin subject (yaitu mikirin orang), mikirin object (pengin sukses, uang banyak, kaya, banyak harta, karir naik dll), atau mikirin sensasi (sekedar memuaskan nafsu keinginan). Lepaskan satu persatu. Defrag, tata ulang. Dan mulailah berpikir, gunakan alat pikir mulai sekarang hanya untuk mikirin cara kerja, ide, gagasan, bisnis apa lagi, kerjasama apa lagi….berpikirlah karya kreatif itu terus menerus. Dan temukan rasa ‘seneng bingits’ di tiap kejadian yg akan berdatangan dari pemikiran baru itu. Temukan vibrasi si seneng bingits thd semua aktivitasmu maka itu akan menjadi rejeki luarbiasa, menyenangkan, dan membahagiakan. Tentu bila rejeki melimpah, mudah bagi kita membeli apa saja, perluas usaha, menambah asset, atau piknik kemana saja yg kita mau. Selamat Tahun Baru 2015, selamat mikir yg baru ya ndro karena ini tanggalan baru….kalau gak atau masih mikirin tanggalan lama, gue ceburin ke laut ya ndro!

 

Mahakosmos banyak sekali kedatangan konseling kasus rumah tangga, judulnya satu pihak berharap mahakosmos memberikan pencerahan kepada pasangannya agar mau kembali lagi. Rukun kembali.  Banyak yang tercerahkan, namun banyak juga yang dilema.  Penyebab dilema itu adalah sudah tidak memiliki ikatan rasa lagi.

 

Rumah tangga terbentuk dari manunggalnya dua jiwa yang memiliki rasa sama dalam membangun ikatan.   Kesamaan pemikiran, kesamaan rasa yang terus menguat dari pertemuan demi pertemuan,  komunikasi demi komunikasi akhirnya terjadi kemanunggalan.   Bahasa kerennya sih namanya memainkan attensi, fokus perhatian.   Semakin terus diberi perhatian, maka akan terus terbentuk kejadian sesuai perhatian tersebut.   Ini juga bisa terjadi dalam hubungan bisnis dengan partner maupun pelanggan.    Terjadinya transaksi, kerjasama apapun adalah karena  adanya komunikasi dalam pemikiran dan rasa (memberi perhatian).

 

Kerjasama apapun akan pudar kadar kekuatan ikatannya ketika kita tidak lagi memberikan attensi tadi.   Semakin attensi memudar maka semakin memudar ikatan pemikiran dan rasa itu.   Dalam kasus rumah tangga, biasanya ikatan mulai memudar ketika pasangannya tinggal di luar kota untuk mencari nafkah.   Dan keduanya sibuk dengan urusannya, atau malah memberi perhatian kepada urusan lain, sehingga melupakan memberikan perhatian pada ikatan pemikiran dan rasa rumah tangganya.  Dipikirnya, bahwa masing-masing bisa menjaga rumahtangganya dengan saling kepercayaan.   Namun banyak yang tidakmenyadari bahwa kepercayaan pun akan lenyap seiring fokus perhatian itu lenyap.

 

Ingat, bahwa kejadian itu adalah suatu probability yang terjadi karena kita memberikan perhatian atau attensi.  Semakin terus diperhatikan baik dalam pemikiran, komunikasi, pertemuan maka kejadiannya akan terus menerus ada.    Lagipula bila terus menerus ada komunikasi, perhatian, saling memikirkan maka akan tercipta gelombang frekuensi keduanya dan makin menguat.  Namun bila tidak ada lagi komunikasi saling memikirkan satu sama lain maka gelombang frekuensi inipun melemah.    Itulah dalam dunia bisnis pun mempertahankan pelanggan itu jauh lebih penting dengan terus berkomunikasi, memberikan perhatian, dan berikan keleluasaan pelanggan untuk memikirkan tentang kita.  Baik dengan sering diundang acara, entertain, atau apapun untuk ikutan memikirkan memberikan saran. Ketika pelanggan memberikan pemikiran berarti mereka telah memperkuat gelombang frekuensi kepada kita.

 

Juga  dalam urusan rumah tangga, walaupun ada kendala jarak karena masing-masing terpisah oleh tugas.  Biasakan untuk saling memikirkan kebutuhan pasangannya.  Saling diskusi memberikan perhatian kepada pasangannya, ikut memikirkan kebutuhan pasangannya, pekerjaan pasangannya, apapun.

Bukan langsung didamprat ketika pasangannya mengajak berdiskusi tentang pekerjaannya.  ‘Kepo bingits sih loh.  Mau tau ajah”

Akhirnya masing-masing gak mau tau dengan urusan pasangannya, urusan rumahtangganya, sibuk dengan urusan masing-masing.  Pasrah kepada Tuhan, yang menjaga keutuhan rumah tangganya.  Gila lu ndro, ini salah kaprah dalam ilmu pasrah. Pasrah itu adalah menyerahkan kepada kekuatan yg maha kuat untuk mengatur atas ikhtiar, cara, proposal harapan yang telah kita kerjakan.  Bukan tidak mengerjakan apa-apa, dan pasrah.  Kalau gak ada proposal harapan dan ikhtiarnya,  apa yang mau diserahkan, bambang….

 

Makan gak makan yang penting kumpul, inilah yang jadi nasehat orangtua.  Tujuannya adalah agar dalam berumah tangga selalu kumpul dalam pemikiran, memberikan perhatian, turut merasakan satu sama lain atas apa yang dilakukan dalam mempertahakan rumah tangga.

Kalau memang itu tugas dan rejekinya jauh lebih besar, dan memerlukan pindah ke luar kota, luar pulau dan saling berjauhan.   Bila itu srek di hati masing-masing demi kesejahteraan rumah tangga ya silahkan, namun tetap menjaga perhatian satu sama lain.  Komunikasi uintuk saling memikirkan satu sama lain.

Namun bila tidak ada rejeki yang luarbiasa dari pengorbanan itu,  percayalah bahwa rejeki Tuhan itu luas.

Ubah cara pikirmu, bahwa apapun bisa menjadi rejeki.  Dimanapun bisa menjadi rejeki luarbiasa.

Bahkan dengan bisnis dari rumah saja, seorang ibu, mahasiswa, pelajar, anakpun  pun sudah bisa menghasilkan rejeki luarbiasa kalau mau.

Ya, semua bisa, kalau mau dan seneng.

 

Ingat bahwa rejeki itu datang sesuai kemauan dan senangnya hati siapapun.

Kalau maunya dan senangnya jadi karyawan bawahan,  ya kejadiannya begitu sampai kapanpun.

Kalau maunya jadi kuli saja karena menganggap sekolahnya gak keren, pendidikan gak tinggi, dan gak mampu, maka rejekinya pun jadi kuli.

Rejeki itu datang sendiri sesuai penilaian dirimu sendiri menilai dirimu sendiri seperti apa.

Walaupun dirimu gak makan sekolahan kuliahan ataupun masih pelajar,  atau sekolahnya pas pasan karena angkanya banyak kebakaran merahnya.  Itu tidak mempengaruhi rejekimu.  Karena rejekimu adalah berdasarkan caramu menilai dirimu sendiri dan menilai apapun adalah rejeki.

Kalau dirimu mau dan senang terhadap sesuatu pekerjaan maka pekerjaan itupun menjadi rejeki.

 

Sebagaimana banyak contoh, seorang pekerja bawahan atau ibu rumah tangga yang tiba-tiba tergerak dan seneng bingit terhadap cara menjual produk yang ditawarkan temannya.  Karena senangnya, maka capekpun hilang, malu pun lenyap, bahkan gak tau dapet hasil berapa.   Senang membuat kita gak mikir, gak ada nilai apa apa.  Hanya senang untuk bergerak.  Ternyata, jualan itupun laris manis dan tidak berapa lama meluas.  Betapa kagetnya, ternyata hasilnya melebihi gaji seorang karyawan.

Dan waktupun berlalu,  bulan demi bulan, dan bisnisnya mulai memudar.    Kenapa?  Coba diamati, pasti dirinya sudah merasa gak senang lagi seperti dulu.  Sudah banyak mengeluh, kecewa karena harapannya tidak tercapai, targetnya tidak tercapai.   Apakah tidak ingat, dulu awal berbisnis sama sekali tidak mikir apa apa, tidak ada harapan apa apa, hanya senang dan senang bingits.

 

Kehidupan dan rejeki adalah permainan vibrasi, getaran dari hatimu, dirimu sendiri.  Life is a vibration game.

Perasaan apapun yang timbul dari dalam hatimu akan mempengaruhi hasil.

Belajarlah bersyukur, mensyukuri apa yang ada, belajar gak menilai, gakmikir, dan pertahankan “rasa senang” itu.

 

Sekali lagi, apapun yang dirimu senangi akan menjadi rejeki yang melimpahimu.  Apapun.

Dan rejeki itu gak usah dicari kemana-mana.  Rejeki itu mencari kita.   Kerjasama mencari kita.  Pelanggan mencari kita.  Bahkan uang mencari kita.  Karena kita adalah Magnet, ndro….

Dan rejeki itu ada di dekatmu sekarang, menunggumu.

Menunggu dirimu membuka pikiranmu seluas-luasnya.

Bukalah pikiranmu,  go public mulai sekarang.

 

 

Salam,

mas kris gustav

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala