Dimensi cahaya ada dimana ?

Saya meyakini “kenyataan” pemahaman nurin ala nurin…cahaya diatas cahaya..Cahaya yg  menggerakkan alam semesta langit…dan cahaya yg menggerakkan urusan di bumi, yg terhubung dengan dimensi Cahaya dalam diri, yg ditiupkan Sang Pemilik Semesta ke Spirit manusia ketika turun bersama ke dunia…utk ‘bertugas &’ mendiami badan kasar….

Cahaya Dalam Diri itulah yg merupakan kendaraan terhubung dg CahayaNya Semesta Alam dan kendaraan untuk kembali pulang nanti. Dimensi Cahaya yg juga tempat berkomunikasi dg Pemilik Semesta Alam. Komunikasi Searah dan Dua Arah. Cahaya Dalam Diri yg juga banyak ragamnya…mengiringi sang Spirit/jiwa utk menjalankan takdirnya di dunia. Sang Spirit yg mendiami ragawi kasar…harus terus berusaha menemui Sang Cahaya ini melalui lorong-lorong Hati yg berlapis-lapis…

Namun dalam perjalanannya, hubungan mesra spirit dengan Cahaya ini renggang karena sumbatan kehidupan. Karena makanan pemberian orang tuanya, air susu ibunya yg “tercemar”, didikannya, perilakunya, dan hari demi hari makin tersumbat. Lorong Hati tersumbat, lapisan pintu terluarnya (sang Qolbu) juga tersumbat…lapisan terluar lagi psikis juga tersumbat, hingga pikiran juga menyumbat. Ditambah juga sumbatan kotoran aliran darah, organ tubuh dan kulit, juga panca indra.

Cahaya yg harusnya memancar melalui lorong hati…psikis…pikiran… terhubung ke Jantung…dan bersama nafas mengalir dalam darah…memancar ke luar…melalui lubang-lubang Energi besar (yg banyak orang menyebutnya Cakra/lubang) dan keluar melalui pori-pori kulit.

Cahaya yg bisa terang benderang menyilaukan menerangi rumahnya…dan ketahuanlah “jati diri’ sang hamba yg sudah demikian. “Ya Tuhan, maafkan aku….orang jadi mengetahui hubunganku dg Mu …….”

Cahaya yg sangat ditakuti mahluk-mahluk Halus…menyingkir dg sendirinya. Gak perlu capek pake jurus-jurus atau bacaan khusus. Cahaya yg kelak bisa beraneka ragam sifatnya…dan kalau seorang manusia sedang MIND SET..olah pikiran dengan ikhlas..meniatkan segala sesuatu….karena berserah..tanpa sengaja keluarlah Cahaya di Bun-bun kepalanya atau di keningnya… bersamaan dengan niatnya….dan jadilah niat di pikiran menjadi kenyataan.

Atau orang sakit parah… karena sudah gak punya uang berobat..makan juga susah. gak ada duit..akhirnya masa bodoh..berserah..silahkan Tuhan mengambil nyawanya kapan saja….. konsep totalitas berserah..yg menjadikan Cahaya Penyembuhan menyembur dari dalam dirinya….dan kagetlah dia…. sembuh.

Apapun itu, kuncinya secara metafisik.. adalah bagaimana Cahaya itu keluar.. Dan untuk mencapai itu.. lepaskan seluruh sumbatan. Agama menyuruh ibadah (yg teorinya berjilid-jilid buku) kpd Tuhan, sesama, maupun “menghargai” alam, puasa macem2 adalah memiliki hakekat… agar sumbatan terlepas. Tanpa pamrih.. mencari imbalan.. baik kpd Tuhan maupun sesama.. adalah juga melepaskan sumbatan di pikiran.. yg jd sumber sumbatan.

Untuk mengetahui berapa besar sumbatan di hati, psikis, pikiran, aliran darah, organ tubuh, kulit, dan lain-lain, bisa dilakukan siapapun menggunakan Indra Hati, Indra perasa yg paling tajam dan bisa diajak ngomong.
Meditasi / tepekur.. mata dipejamkan.. masuk ke indra hati..kl gak bisa ya niat:

“Saya ingin merasakan indra hati yg paling dalam…” Rasanya nyaman… sedikit berdesir… kenalilah titik itu…gunakan itu. Nyaman..karena di lapisan terdalam..jd cenderung masih bersih. Tanya ke titik itu: “Wahai hatiku.. apakah lapisan hatiku..banyak kotoran/sumbatan…?” Kalau ya, maka akan terjadi perubahan suasana.. bisa sedikit atau extrem…semakin extrem semakin kotor… tandanya hati menjawab: ya..ya..

namun kalau tidak…ya nyaman seperti tadi, tidak ada jawaban. tanya lagi:

“apakah psikis ku banyak kotoran…”
“Apakah pikiranku banyak sumbatan…..”
“Darahku…”
“Organ tubuhku”
“Kulitku..”
“Tanganku….” Kakiku… Mataku… telingaku.
Sesungguhnya.. hati bisa diajak bicara… juga semua organ tubuh yg ada pada kita… Kelak itu semua juga akan besaksi… Mahakosmos, berusaha membersihkan sumbatan itu.. Menemukan walau setitik Cahaya.. dan digunakan utk membersihkan seluruh sumbatan… juga penyakit.

Salam hormat,

Be Sociable, Share!

2 Responses to Dimensi cahaya ada dimana ?

  1. siti sohifah says:

    mdh2an bs ikut pelatihan dlm waktu dkt. InsyaAllah…

  2. Heri permana says:

    Alhamdulillah..
    Terimakasih guru telah menuangkan air tangan kepada muridmu yang sedang dilanda dahaga atas ilmu-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.