Cerita hidupmu adalah tujuanmu yang tersembunyi…..

Sahabat mahakosmos yang terkasih,

Dari begitu banyak fenomena kehidupan, maupun kajian sains tentang “kejadian gak pernah kebetulan”.    Ternyata kuncinya adalah GAMBARAN (IMAGE) yang kuat namun “tidak disadari” alias sudah diabaikan…..

Ketika terabaikan, terlupakan, dan gak disadari (gak mikir)….gak mind blasss, mbejo, katro……. maka IMAGE itu akan berpindah ke zone Tuhan.  Dan Tuhan semesta alam (SOURCE, lautan cahaya) itu mengambil alih dan memproses IMAGE tersebut.   Seperti ungkapan agama,  Tuhan sesuai persangkaan hambanya.

Begitu banyak sahabat konseling, sms, inbox, maupun tatap muka yang bercerita bahwa saya sukses ketika bergabung dengan A, B, C, D, dan lain-lain.

Namun ada pula yang bercerita sebaliknya….wah, saya kok bergabung di A, B, C, D, dan lain-lain malah jadi musibah?

Kunci utamanya adalah tujuan dirimu apa sebelum bergerak bergabung di A, B, C, D……. alasan kenapa dirimu bergabung disitu atau melakukan sesuatu aktivitas entah bisnis, usaha, kerjasama, organisasi, ikutan pelatihan bahkan jadi penyelenggara mahakosmos?  Itulah kecenderungan apa yang akan terjadi, cerita bergulir seperti itu adanya.

Mulutmu pasti akan keluar perkataan “menyemburat keren” alias gak jujur,  tidak sesuai yang ada di hatimu yang menyimpan tujuan “sebenarnya”.  Demi hubungan sosal, kecenderungan orang akan berbicara lain untuk “nyenengin orang lain atau yang keren-keren”.  Padahal seandainya mau jujur, maka ceritanya akan lain.

Contoh:

Mas, kenapa saya sudah melakukan kegiatan berbagi, namun malah rejeki mampet, semua jadi runyam.   Kan teori exactnya, hukum pantulan, hukum keseimbangan, tarikan……..kalau mengurangi, maka diseimbangkan selalu saja ada rejeki berdatangan hingga “titik keseimbangan kembali”.

Begitu banyak ribuan kasus konseling, namun hanya sedikit yang bilang begini….”mas, minta tolong koreksi saya, atau bedah diri saya untuk kebaikan kehidupan di masa mendatang”.

Karena tidak semua orang akan “bahagia” menerima dibedah kasusnya bahwa cerita musibah, ujian, yang kini dideritanya adalah “hasil dari perbuatannya sendiri”,  atau image yang telah dibuatnya sendiri.

Kecenderungan maunya berubah lebih baik, namun tidak mau melihat kenyataan dirinya.

Manusia cenderung melihat apapun yang berada di luar, padahal rahasia terbesar kehidupan ada pada “dirinya sendiri”.

Bagi mereka yang memang “kejiwaannya” tidak mau dikoreksi, ya itupun maunya, gak ada yang salah.  Ya sudah gitu deh, saya gak berani cerita apa-apa.  Hanya menjawab seperlunya sesuai apa maunya.

Namun mereka, alumni yang sejak 2009 sampai detik ini, kok ya selalu hadir di setiap pertemuan, pelatihan, kumpulan,  ya itu yang cenderung tujuannya adalah “mau mengubah ceritanya, tujuannya”.  Sehingga akhirnya  mengalami perubahan nasib yang signifikan.

Akhirnya yang curhat kenapa saya sudah bersedekah, berbagi, membuat acara sosial, namun kok ya selalu menderita cerita hidupnya.  Suatu hari, bertanya…. apakah berkenan membedah saya, kenapa cerita hidup kok selalu menderita?

Nah, ternyata doski memulai….maka saya pun berani cerita.

Bener nih, mau menyimak dan mengubah ceritanya?  Atau sekedar kepo…   Saya sekarang sangat berhati-hati untuk mengupas, karena ternyata tidak semua orang bisa menerima, hingga menimbulkan suatu keburukan di kemudian hari.

Saya jawab “lho kok dirimu tidak menyadari apa tujuan atau landasan kenapa melakukan semua aktivitas sosial, bersedekah, berbagi itu…..”

Akhirnya saya tuntun,  pernah gak kepikiran mau “terkenal”, dapet pengakuan…. sehingga mengerjakan apapun demi itu.

Lha beliaunya akhirnya menganggukan kepala…..”Ya mas, saya memang ingin sekali terkenal, exist, status sosial dikenal dimana-mana”.

Saya bilang, itulah tujuanmu melakukan kegiatan sosial, bersedekah, berbagi,

Apa yang dirimu cari di dunia ini, apapun bentuk duniawi, maka itulah ujianmu dan akan bermunculan cerita-cerita penderitaan di kemudian  hari tiada habisnya.  Dan berhenti cerita itu, karena “ngeh”, sadar, mengubah tujuan yang dicari.

Akhirnya sahabat itu pun tercenung, dan langsung menterapi dirinya sendiri, intropeksi.  Menyesal, karena selama ini membuat acara sosial, kegiatan, hingga usaha saja adalah demi status, dikenal, jabatan, ngetop, prestise, harga diri…..     Minta maaf, dan ikhlas pasrah Tuhan mengembalikan fitrah dirinya.   Lalu beliau sholat taubat, dan memberi makan orang di pinggir jalan yang membutuhkan.

Ternyata efeknya, beliau detoks, meriang, demam beberapa hari.  Inilah bukti intropeksi tulus, betapa mengubah memory tujuan yang tersimpan dalam kejiwaan dan sel-sel DNA membuat detoksifikasi jiwa dan jasad.

Lalu beliau bertanya, apakah kegiatan yang sekarang diteruskan…. ya bila kegiatan itu kembali berdatangan ya sambut dan “ingat kuncinya”…. image…image…image (sangkaan) dari tujuannya.

Kalau tujuannya karena Source, lautan cahaya yang meliputi apapun…..atau tujuannya adalah Allah SWT,  tentu “lompatan Quantum cahaya, akan mengiringi”.  Miracle yang berkah, selamat

Kalau tujuanmu karena untuk kebaikan sesama, maka rejeki berdatangan, karena efek pantulan.  Semakih ikhlas tujuan aktiivitas itu entah membuat usaha, bisnis, kegiatan sosial adalah untuk kehidupan sesama…. maka biasanya “sang rejeki yang berkah” akan berdatangan.

Namun kalau tujuanmu untuk memenuhi ego, nafsu, maksa (force), ya ceritanya umumnya penderitaan, ujian tak berujung, kejadiannya selalu memakan biaya.

Mas, kenapa saya membuat usaha kok malah berantakan.

Kenapa saya mengikuti kegiatan pelatihan, seminar, kemudian malah selalu musibah.

Mas kenapa saya menjadi penyelenggara kegiatan kok malah jadi musibah, kecelakaan, gangguan….

 

Saya jadi teringat ratusan konseling sahabat “top” yang ternyata membuat acara, bikin buku,  hingga menjadi direktur pun selalu kena masalah, kerugian, hutang.  Walau diluaran sana, berusaha menutupi dengan prestise-nya.    Pada akhirnya beliau-beliau menyadari sendiri setelah saya paparkan penyebabnya.

Ada yang selalu bermisi sosial, tujuannya membantu permasalahan orang….ya ceritanya, masalah pasti akan datang, hukum LOA, tarik  menarik.

Ada yang bikin buku…”masalah, siapa takut?”… waduh, beliau ini rupanya master pengundang sang masalah jadi pada berdatangan.

Ada yang ATTENTION behind ATTENTION, landasan kegiatannya adalah karena punya hutang, maka membuat kegiatan itu.  Maka ceritanya pun penuh dengan hutang yang terus gak ada habisnya, dan gak ada solusinya.  Karena temanya adalah hutang.

Ada yang jadi penyelenggara, karena sebagai tempat “pelarian masalah rumah tangga”, ya ceritanya begitu teyus

Ada yang ikutan kegiatan, karena butuh penyegaran, ya ceritanya cuma dapet “kesegaran”, setelah gak ikutan lagi ya loyo…

Ada yang ikutan kegiatan karena landasan yang tersembunyi adalah “banyak cem-ceman (lawan jenis)”, akhirnya ceritanya rumah tangganya semrawut, karena kok banyak “godaan” lawan jenis berdatangan.

Ada yang ikutan bikin acara, malah jadi lumpuh…. ternyata terkuak landasan ikutan jadi team adalah mau mengambil jaringan/networking  atau keilmuan saja….”.  Ceritanya, ya akhirnya selalu saja mendapat kelumpuhan atau musibah selalu ada kejadian yang mengurangi atau mengambil dari dirinya.

Ada yang landasannya tersembunyi sekedar menyakiti, sehingga ikut organisasi tersebut, atau tersakiti  oleh kumpulan lain, tidak dihargai dan bergabung di kumpulan baru dan ceritanya ya ybs jadi sakit-sakitan atau musibah.

Kuncinya adalah IMAGE yang tersembunyi, kenapa dirimu bergabung, memulai usaha/bisnis, kegiatan, acara, atau apapun.

Dan image tersembunyi itu gak bisa dibohongi terlihat jelas dari perilakunya ketika “berkegiatan” yang dimulainya.

Yang tujuannya hanya uang, maka nampak terlihat.

Yang tujuannya sekedar existensi, juga jelas terlihat.

Dan lain sebagainya.

Mereka yang bertujuan adalah untuk kebaikan sesama dan Tuhan dibalik itu semua,  juga akan terlihat….

Kenyataan gak bisa dibohongi,  ya nyata ceritanya di kemudian hari.

 

Jangan pernah menyalahkan siapapun, karena kuncinya rahasia terbesar kehidupan ada pada diri kita yang tersembunyi itu.   Maka pandanglah dirimu kedalam, dan bedahlah semua tujuanmu dalam hidup atau tujuan/alasan kenapa dirimu berbisnis, usaha, berumah tangga, dan sebagainya.  Juga bergabung di mahakosmos, entah jadi peserta, member atau jadi penyelenggara.

Ceritamu kelak bahagia atau tidak, ya dari tujuan di dalam dadamu yang tersembunyi itu.

 

Salam mbejo,

mas kris

“datang telanjang membawa kasih, pulang juga telanjang sekedar memberi makna”

 

 

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala