Category Archives: Artikel

Kunci Rejeki: Hati yang seneng bingitss itu bermula dari keluarga, rumah tanggamu sendiri

Sahabat Mahakosmos,

 

Salam untuk Tuhan yang meliputi dirimu, diri saya mendoakan semua selalu tercerahkan memahami betapa rejekinya melimpahi dan tinggal kita buka pemikiran serta hati seluasnya.  Go public, pikiranmu ndro.

 

Banyak dari kita memahami bahwa rejeki adalah apa yang dia kerjakan, inginkan, rencanakan.  Ketika pikiran memberikan perhatian kepada A yaitu apa yang kita inginkan, rencanakan.   Maka kinerja pemikiran pun hanya sebatas itu.  Bahkan gajah segede gaban di depannya bisa gak kelihatan, karena bawah sadarnya sedang bekerja memikirkan “apa yang saya inginkan, rencanakan”.

Sehingga harii demi hari ya ketemunya dengan apa yang dipikirkan dari pagi hingga saat cinderella pulang untuk bobo.

 

Jadi banyak kasus kesulitan rejeki ya karena dibikin sendiri dari pengaturan kinerja pemikirannya.

Seperti halnya banyak terapi kehidupan yang “nampaknya’ sukses namun ternyata “hutangnya melebihi suksesnya”.  Sudah berusaha kerja keras menggenjot dirinya mengerjakan sekeras-kerasnya.  Sampai mukanya “serem” bingitss karena sering ngotot.  Namun ketemunya ya itu itu saja, dan tidak ada hal baru.

Namun ketika mulai menyadari, koreksi, tobat nasuha “kok ya selama ini mikirnya cuma urusan pekerjaan ini saja, dan mengabaikan apapun berdatangan”.   Ternyata setelah itu pemikirannya bisa menerima apapun yang datang.  Hingga menerima adanya tawaran, peluang, kerjasama, hingga obrolan biasa namun berujung “rejeki”.

Saat itulah, secepat dia menerima dan memberikan perhatian kepada yang “datang”, maka hari demi hari pun bertambah aktivitasnya dengan “yang baru datang itu”.  Semakin diberikan perhatian, semakin berdatangan ceritanya.

 

Buka pikiran, minta ampun karena “menutup pemikirannya kepada hal hal baru, orang lain, tawaran, kerjasama, peluang, apapun yang berdatangan”.    Ndro,  rejeki itu selalu datang melimpahi walaupun kamu diam ngumpet dimanapun.  Kenapa ndro….karena dirimu adalah MAGNET REJEKI, dan Tuhan menurunkan dirimu ke sini tentu sudah ada perencanaan matang, detail bingits, terproteksi dan seabrek abrek fasilitas.

 

Belajarlah PIKIRKAN APAPUN YANG DATANG, bukan apa yang belum datang malah direncanakan.

Rencanakan apa yang ada dan dibutuhkan saat ini, sekarang.  Bukan apa yang diinginkan dan gak perlu keles.

 

Rejeki ibarat orang menghitung angka.  Dan angka 20, karena kita menghitung dari 1 .  Mulai dari 1.  Mulai dari sambut apapun yang datang, dan ikuti.  Dan pikirkan, apa lagi ya Tuhan yang mesti diri ini kerjakan.  Pertanyaan sederhana, namun   pikiran akan menarik tugas tugas selanjutnya berdatangan sendiri, hitungan ke 2,3,4,5,6,7 dan seterusnya.  Otomatis.

Kelemahan dari kebanyakan orang adalah mikirin angka yang terakhir dan terbesar.  Alias fokus kepada impian yang besar.  Padahal yang besar  itu dimulai dari yang kecil, dan semakin bertambah.

Nah minta ampunlah atas cara berpikir demikian.  Minta ampun adalah menghentikan kinerja “gelombang otak” agar tidak lagi seperti itu.

Kerjakan dari yang ada, sambut, dan terus berpikir “apa lagi ya Tuhan, apa lagi”.

Maka hitungan akan terus bertambah, setelah itu bekerjalah cerdas.  Mau hitung deret angka atau deret ukur.

1,2,3,4,5,6, dan terus berdatangan.

atau 1,2,4,6,12,24,48 dan seterusnya.  Hitungan yang terjadi tatkala mengenal power, god partikel dalam dirinya.  Kekuatan Tuhan yang selalu bersama.

 

Ndro, berikutnya adalah getaran dari dalam dada kita.  Namanya vibrasi.  Kita paham, betapa orang masak dengan getaran emosi negatif sangat merusak partikel makanan, sehingga cepet basi, gak enak dan sebagainya.

Namun getaran yang “tak terkira, seneng bingitss”, kok mengubah rasa, partikel makanan menjadi enak.

 

Kuncinya menjaga vibrasi, getaran di dalam dada, di hati kita untuk selalu bahagia, seneng bingitss,  itulah wujud dari rasa bersyukur.

Senang tak terkira hanya bisa tercapai tatkala kita bisa menerima apapun cerita Tuhan, menit demi menit yang sudah terjadi, bahkan saat ini.

Yang bikin kita gak bisa menerima, adalah cara penilaian dari pemikiran itu sendiri.  Kamu dan pikiran lebih kuat mana?

Lebih kuat kamu, kan.  Kendalikan pikiranmu, kamu sangat jauh lebih kuat, bahkan kuat sekali.

Kita yang mengendalikan si pikiran untuk belajar tidak menilai apapun.  Benar dan salah itu penilaian. Ketika pikiran membenarkan A, maka selain A ya salah.  Maka pikiran telah menutup apapun selain A.

Bayangin ndro,  gara-gara merasa benar dengan bisnis A itu jalannya,  maka tidak ada lagi yang lain berdatangan.  Karena pikiranmu telah memilih hanya A.

 

Ndro, hari-hari kita bersama keluarga atau rumah tangga.  Hari hari kita melihat, mendengar, sehingga memberi penilaian kepada keluarga, rumahtangga, pasangan, saudara, anak.  Karena penilaian itulah kita jadi sering emosi, memendam unek-unek.  Bahkan rumah tangga yang selalu banyak “menilai” entah banyak harapannya, keinginannya terhadap pasangan.  Maka seiring bertambah umur rumah tangga, maka bertambah unek-unek.  Sampai kapan tertampung, dan semakin lama “makan pun gak enak”,  makan Steak jadi rasa ketan basi.

Ketika sudah tak tertampung lagi, maka meledaklah, rasa steak jadi racun.  Akhirnya mencari “suasana baru” dengan menggoda yang lain.  Genit lu ndro….bilangnya kerja, nyari relasi sampai keluar kota, namun ternyata sekedar mencari suasana baru.   Dan malah kemudian jadi ujian berat untuk dirimu sendiri tatkala tergoda.

 

Ndo, kenapa dikalahkan oleh penilaian pikiranmu sendiri.  Gile lu ndro.

Ayo minta ampun, karena pikiranmu telah banyak menilai keluargamu, rumah tanggamu, pasanganmu sendiri.  Penilaian adalah wujud dari ego manusia ndro.

Lepaskan, kosongkan penilaian terhadap rumah tanggamu, pasanganmu.

 

Belajarlah mengubah pemikiran yang tadinya “gue kepingin bingit, pasangan gue begini….”

Menjadi “Apa lagi yang bisa gue lakukan untuk membahagiakan dia…”.

Tau gak lu ndro…..ketika kita mikirin kebahagiaan orang lain, maka HUKUM TARIKAN berlaku menggerakkan dia pun berpikir sama.

Bayangin jadinya, “sama sama mikirin untuk saling membahagiakan”.

Kapan mulainya ndro….SEKARANG.

Siapa dulu yang mulai….ya KITA ndro.

Kan kita bintang filmnya.  Kita yang bisa mengubah situasi, keadaan, bahkan siapapun.

 

Getaran-vibrasi kurang seneng, emosi terhadap keluarga, rumahtangga, pasangan seringkali membuat rejeki yang besar menjadi habis.  Bahkan fenomenanya ya gituh, muncul banyak  ujian, penderitaan, musibah yang banyak makan biaya.   Uang banyak seperti gak bisa kumpul ndro.

Rumahtangga adalah awal dari siapapun untuk mendapatkan kelimpahan rejeki.  Dengan rumah tangga yang hatinya sama sama bahagia,  dan sama – sama resonansi yaitu selalu menyamakan pemikiran dengan belajar saling membahagiakan, dan saling restu atas aktivitas pekerjaannya masing-masing.

Itu rejeki semakin berdatangan sendiri, darimanapun, dari siapapun, dan rasanya manis, berkah, rejeki pada ngumpul.

 

Ya Allah, Tuhan yang meliputi rumah tangga kami, minta izin,  apapun belenggu yang menjadikan hati kami tidak bahagia, atau berseberangan (tidak sepemikiran gelombang) dalam menjalani rumah tangga…. lebur, dan menjauh selama rumah tangga ini ada.  Hamba pasrah.

Minta izin, bimbing diri kami untuk saling membahagiakan menjalani tugasMu disini.  Aamiin.

 

Salam,

mas kris gustav

Konselor kehidupan: 085715244100

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala