Berdoa melulu…..capek deh, bergerak kerja dong!!!

Sahabat Mahakosmos,
Banyak sekali orang yang berharap ikan loncat sendiri dari sungai, danau maupun laut namun tidak mau berusaha mengailnya atau menjaringnya. Hanya duduk termenung di tepian sungai, danau atau laut. Hanya bermimpi, dreaming….. Ibarat orang berdo’a cuma komat kamit, seharian dikamar. Woi… kerja dong!

Banyak juga temen-temen berdatangan kepingin usaha tapi kebingungan modal, akhirnya gak juga bergerak-gerak. Diam di tempat.
Namun sebaliknya ada pula yang punya modal, langsung bergerak, tetapi hasilnya tidak pernah maksimal bahkan cenderung gagal.
Atau ada pula yang bergeraknya rajin, muter sana sini sejak ayam jago belum bangun di pagi hari sudah keluyuran keluar rumah dan akhirnya kembali ke rumah setelah ayam jagonya juga ketiduran di kandang. 16 jam bergerak sana-sini, namun hasilnya nihil dan minim.

Banyak sekali orang punya dreaming, angan-angan, dan tujuan, namun tidak bisa merealisasikan. Sebaliknya banyak bergerak terlalu berlebihan tanpa didukung tujuan yang jelas. Atau banyak juga yang punya tujuan dan pergerakan yang baik namun tidak terdukung cara yang baik.

Sahabat,
Kita baru saja memasuki zone belajar manajemen pola pikir namun tiada arti kalau hidup tidak punya tujuan dan cara yang jelas serta kemauan bergerak.

Ibarat orang mau buat baju, tentu harus pasang tujuan yang jelas. Mau bikin baju apa. Atau dalam kehidupan, ingin meraih apa? Kecukupan, kebahagiaan, kesehatan, ketentraman…..semua harus seimbang. Jangan sampai kecukupan, namun jalannya kehidupan seperti sebuah neraka penuh pergolakan, penderitaan.
Inilah yang pertama kali, menetapkan apa yang ingin diraih.

Setelah tujuan yang mau diraih jelas, mau buat baju seperti apa dan untuk apa, barulah buatlah pola design yang jelas. Inilah Manajemen Pola Pikir, langkah kedua yang harus dibiasakan dalam berkehidupan sehari-hari.
Siapapun yang ditemui selalu memberikan rejeki uang, harta, kebaikan.
Siapapun orang yang ditemui selalu menawarkan kerja sama .
Siapapun oang menyukai diriku.
Jiwaku selalu bahagia memenuhi harapan siapapun.
Hari ini selalu lebih baik hasilnya dan membahagiakam daripada kemarin.
Hari esok akan terjadi jauh menggembirakan hasilnya dan berlipat daripada hari ini
Ketika memberi sesuatu, atau kehilangan sesuatu selalu berpola pikir “ikhlas yakin akan kembali berlipat-lipat kali secepatnya”.
Dan lain sebagainya pola kehidupan…..

Ketahuilah, hari esok adalah misteri. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang, sejam kedepan, dua jam, sehari, dua hari dan seterusnya. Tiada seorapun tahu miteri mendatang. Hari esok yang ghoib itu urusan Allah.
Namun hari esok akan terjadi sesuai pola-pola kehidupan yang telah kita rajut dari cara berpikir, cara mengelola perasaan, mental dan perilaku. Maka hari esok akan terjadi sesuai pola-pola yang telah kita rajut. Tuhan yang merajutnya.

Yang ketiga, adalah action. Bergeraklah untuk menjahit baju tersebut.
Bergeraklah menyongsong hari esok dengan aktivitas super yang bermakna bagi siapapun. Maka aktivitas itu akan berjalan sesuai pola-pola kehidupan yang telah dirajut sebelumnya.

Sebagaimana saya pernah menulis cerita nyata bahwa saya ingin keliling jawa dengan membawa kendaraan. Namun hanya modal Rp. 500.000. Bagaimana hari esok akan terjadi sesuai mimpi (dreaming) saya berkeliling jawa dengan modal hanya sebesar itu.
Apakah saya harus menunggu sampai uang terkumpul, baru traveling keliling jawa?
Ibarat orang berangan-angan menemukan kebahagiaan, dan terus bekerja. Mau sampai kapan mencari rejeki terus menerus untuk meraih kebahagiaan.
Namun bergeraklah bahagia maka rejeki dan pekerjaan akan berdatangan.

Sekali lagi, modal saya cuma Rp. 500.000, dan bawa kendaraan yang perlu bensin, toll serta menginap di hotel dan lain sebagainya.
Bagaimana saya meminjam hari esok kepada Tuhan supaya saya diberi kejadian diberi uang tak tersangka tak terduga.
Bagaimana supaya uang pinjaman dari Tuhan itu akan berdatangan. Layaknya seorang pengusaha mengajukan pinjaman kredit.
Maka saya dreamingkan manajemen pola pikir, bahwa tujuan saya muter-muter jawa adalah ingin memberi, berbagi kepada saudara, guru, kerabat dan siapapun.. Saya dreamingkan satu persatu, saya akan memberi uang sekian kepada si A, B, C, D dan seterusnya.

Itulah tujuan traveling saya, memberi uang, kebaikan, konseling dan pengetahuan. Pola memberi yang terekam di alam pikiran, perasaan, jiwa, seluruh sel-sel badan hingga ke hati paling dalam, akan menjadikan hukum tarik menarik (law of attraction) akan berjalan sesuai inputan program. Maka semesta akan memberi tak tersangka tak terduga.

Bahasa manajemennya adalah customer oriented, berorientasi kepada pelanggan, siapapun orang yang kita temui, melayani mereka supaya memenuhi harapan dan terpuaskan. Customer adalah siapapun orang di muka bumi pasangan hidup, anak, kerabat, keluarga, tetangga, teman, relasi dan siapapun yang kelak akan ditemui.

Mindset memberi, memenuhi harapan siapapun, membahagiakan siapapun maka jalan kehidupan akan sama terhadap diri kita.

Setelah mapping dreaming di hati terdalam untuk memberi hal tersebut diatas dengan ikhlas dan yakin. Uang sebesar sekian akan diberikan kepada A, B, C, D, dan selanjutnya alias pola design telah dibentuk. Rencana memberi pengetahuan kepada siapapun telah dibentuk. Rencana memberi konseling kepada siapapun telah dibentuk. Maka menjahitlah, bergeraklah saya untuk action.

Doa, planning, dreaming tanpa action adalah omdo, gak mungkin la yaw.

Saya berkemas, dan action pun sama langsung memberi sekedah uang sebesar Rp. 200.000. Pola mindset memberi ya actionnya harus memberi, bersedekahlah dan akhirnya uang tinggal sisa 300ribu. Langsung tancap gas, buat beli bensin dan ngacir ke tol dalam kota. Modalnya cuma menetapkan tujuan, dan dreaming pola-pola dalam tujuan tersebut. Terakhir nekat, bukan nenek nenek disikat. Melainkan keyakinan dan keberanian action untuk merealisasikan sesuai tujuan, pola-pola design tujuan tersebut.

Betapa surprisednya dalam perjalanan, kok ya kebetulan gak kebetulan banyak temen-temen calling dan meminta dihampiri. Akhirnya mampir, dan walah diberikan hotel, akomodasi, dan esoknya melanjutkan perjalanan kok ya diberi “sangu” uang jalan. Alhamdulillah.

Kok ya tiba-tiba beberapa teman juga calling, baik temen baru dan bahkan temen-temen yang lama sekali tidak bertemu. Kok ya masih inget saya, dan katanya ketiban rejeki lalu mentransfer uang ke rekening. Kok bisa??? Siapa yang mengatur? Kok ya pas banget. Pas butuh pas ada.

Kaget sekali ketika di tengah perjalanan saya check semua transferan itu, jumlahnya kok ya melebihi cukup untuk merealisasikan tujuan saya memberi uang sekian ke A, B, C, D dan seterusnya.
Tuhan telah memberikan pinjaman atas semua niat dan tujuan saya ingin memberi dalam traveling ini. Saya dipinjamkan hari depan dan skenario sesuai design proposal yang telah diajukan pada hari-hari sebelumnya.
Pinjaman cair karena tujuannya adalah untuk berbagi kepada orang lain.
Dan dalam perjalanan tersebut banyak sekali acara terencana maupun tidak yang pada akhirnya saya diberi rejeki tak tersangka tak terduga.
Travelling dengan warna-warni indah, silaturahim, kegembiraan, bertemu dengan orang-orang luarbiasa, kejadian luarbiasa, dan dimodali.
Beberapa hari perjalanan penuh warna dan pulangnya diberi rejeki yang melebihi dreaming tujuan awal.
Ternyata Tuhan memberikan lebih dari dreaming awal. Benarlah kata banyak ahli agama, Tuhan Maha Pengabul dan Maha Pemberi. Bagaimana lagi bisa saya sangkal kenyataan ini.

Kita tidak pernah tahu hari esok, sebagaimana bayi turun dalam perut ibunya dengan polos, suci, bersih. Namun kini si bayi sudah dewasa menua tumbuh bulu disana sini dengan hasil beraneka ragam sukses, bahagia, sehat atau berkebalikan.

Warna warni kehidupan dan masalah beragam karena sadar atau tidak sadar telah diminta, diciptakan sendiri dalam cara berpikir, berperasaan, cara mengelola panca indera, berkepribadian dan berperilaku.

Hari esok pasti akan terjadi sesuai inputan design yang telah kita ajukan dalam ibadah, serta pola pikir dan perilaku sehari.
Do’a pun bisa menangkal takdir jelek, begitu kata pendapat banyak ahli agama.

Artinya kita pun bisa mereset seluruh pola-pola tersebut yang kelak akan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan, musibah, kejelekan, juga penyakit pikiran, kejiwaan, traumatik, depresi, penyakit jasmani, penderitaan, dan lain sebagainya.

Dan menciptakan, memprogram kembali dengan pola-pola baru, tujuan yang jelas, seperti terlahir kembali dengan kehidupan baru.

Intropeksi adalah caranya, meleburkan atau mem-fana-kan semua pola-pola yang telah terekam dari ubun-ubun kepala hingga telapak kakii, sel-sel tubuh, jiwa dan nyawa serta hati terdalam. Meleburkan disetiap tempat rekaman pola yang telah diciptakan disadari atau tidak.

Dan terus bergerak merealisasikan. Jangan omong doang!

Salam ikhlas
Mas kris
pembelajar kehidupan yang numpang lewat

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

One Response to Berdoa melulu…..capek deh, bergerak kerja dong!!!

  1. M.HASAN says:

    luar biasa mahakosmos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala