Belajar sadar (awareness) menentukan diri sendiri mau kemana?

Semangat pagi Sahabat Mahakosmos,

Dalam suatu acara mahakosmos yaitu Seminar Interaksi (sosial) dari pagi hingga sore (8.30 sd 15.30) yaitu forum yang dibutuhkan oleh siapapun sekedar belajar memaknai ilmu kehidupan, rahasia diri dan semesta untuk dirinya bergerak menentukan diri sendiri keluar dari ujian kehidupan sehari hari seperti pencapaian kerja-target-bisnis,  meningkatkan omzet usaha,  pencapaian karir,  ujian rumah tangga, keuangan, hutang piutang, ujian jodoh, hingga berbagai penyakit pemikiran, kejiwaan dan jasmani yang tidak sembuh-sembuh dan lain sebagainya.  Belajar aplikasi sederhana sambil membawa dirinya keluar ke zone rejekiNYA keluar dari ujian.  Memaknai kejadian gak pernah kebetulan dari diri kita sendiri,  aplikasi kekuatan ikhlas,  keajaiban vibrasi dari niat, alasan, motif, serta attensi maupun attensi dibalik attensi, keajaiban pasrah – quantum awareness.  Materi ini sangat mahal di forum pelatihan di luar sana, namun disajikan mahakosmos sederhana, cerita kehidupan sehari hari, berbiaya seikhlasnya sesuai peserta menilai “dirinya sendiri”.  Dapet ilmunya yang dijual mahal di pelatihan diluar sana, juga dapet aplikasinya untuk diterapkan ke siapapun,  dan mengajak dirinya keluar dari zone gelap menuju zone “rejeki” yang terang benderang.  Sudah banyak yang mengalami…

Salah satunya A (tidak disebutkan namanya), namun untuk pembelajaran hidup bagi penulis dan siapapun.

Jadi  ketika di forum seminar, setelah memahami kenyataan kejadian di luar (alam semesta) berasal dari gambaran dirinya sendiri yang “mengajukan proposal tidak kebetulan” dari ATTENSI.    Lalu latihan bersama mengosongkan “gambaran” penyebab ujian kehidupan yang berdatangan lalu membentuk dirinya menuju zone Solusi.  Tiba-tiiba histeris menjerit-jerit, berguling guling.  Dan keluarlah sosok kepribadian lain yang mengamuk, dan sebagainya.

Tentu kejadian demikian bagi kebanyakan orang di negeri ini disebut “gangguan klenik,  bahkan disebut guna-guna, dan sebagainya”.  Padahal ini adalah gangguan kejiwaan menengah menuju berat dari siapapun yang terguncang karena ujian hidup.

Kebetulan ujiannya yang dialami adalah “maaf”,  suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri.   Gak usah dibayangkan ya….ya  sudah benar adanya kayak gitu.

Dan kebetulan beliau seorang petugas “medis”, dan ketika kasus ini berubah jadi sering kesurupan.  Maka tentu keluarganya membawa ke klenik.   Dan disangka ya itu,  guna guna lagi….halah (cape deh)

Dirimu malah jadi santapan “mahar” sang petugas “mbah mbah ini”, dan menguras kantongmu sendiri habis-habisan.  Inilah jadi fenomena, karena manusia kebanyakan maunya instan atas segala permasalahan yang dibuatnya sendiri.  Dan gak mau menyadari itu hasil dari “cara berpikir, intention, attention, vibrasi, perilaku, mental attitude, kenyataan dalam dirinya sendiri”.  Enggan mengoreksi keburukan kenyataan yang dibuatnya sendiri.  Dan menyerahkan orang lain untuk mengubah nasibnya, ya begitu deh.  Mudah tersugesti, ditakut takuti, akhirnya ketakutan lalu membentuk “attensi, sangkaan” buruk kepada diri sendiri, dan terjadilah.

Tahukan dirimu,  kejadian gak kebetulan karena ATTENSI, yaitu cara diri kita fokus mengamati apapun.  Kalau dirimu menyangka seperti itu, ya begitu deh jadinya.

Sebagaimana ada cerita seseorang yang iseng ke rumah sakit untuk chek up, karena saat itu merasa cape badannya.  Betapa kagetnya beliau, ketika dicheck ada diagnosa “kanker”.  Dan petugas disana memvonis, menakut nakuti tentang kondisi penyakit bakalan kronis,  dan masa depannya yang menakutkan.  Sepulang dari sana,  beliau pun menyangka (attensi) dirinya seperti itu. Drop, dan kemudian lemahlah tubuhnya, melumpuhkan dirinya sendiri karena sangkaannya sendiri.

Dan kita semua maklum adanya,  bahkan “maaf” orang gila makan sembarangan, minum sembarangan, gak pake baju, hujan-hujanan.  Kok ya badannya kekar, sehat sehat ajah…. sementara banyak orang intelek, pemikir, sudah menjaga kesehatan pola makan, pola hidup teratur, kok ya atit-atitan.

Semakin banyak “attensi” mengamati sisi “kurang bagusnya” dari setiap apapun yang diihat, didengar,  ya itulah jadi kejadian yang gak pernah kebetulan.

Kembali ke kasus pembelajaran,

Beliau pun menuntaskan kasusnya ini dengan datang ke kediamanan penyaji acara yang “gitu gitu aja dari dulu, gak ada apa apanya”.

Kalau orang sudah tergerak datang, menentukan nasibnya,  tentu sudah jelas hasilnya.  Ya sesuai INTENTION (niat), REASON, MOTIF dari kenapa beliau tergerak….

Hasil yang penuh misteri karena wilayah Tuhan, namun kadang hasilnya tidak jauh dari motif, alasan siapapun bergerak ikhtiar.

Seperti biasa, dasar dari siapapun orang untuk berubah adalah AWARENESS, KESADARAN.

Jiwaku, pikiranku, hatiku, badanku, emosiku, nafsuku, nyawaku…….dan sebagainya.

Kamu ini siapa?  Kamu ya kamu, bukan pikiran, hati, badan, emosi, nafsu, nyawa…..

Diri Kamulah yang mengendalikan itu semua,  Raja dari   semua yang ada dalam diri sendiri.  Diri kita lah yang mengendalikan semua perbendaharaan diri.

Ketika seseorang mengalami ujian tertentu, kadangkala ATTENSI (gambaran pengamatan) itu berubah…. menjadi ujian.

Ingat, seseorang yang hidupnya sukses, baik baik saja,  tentu ATTENSI (gambaran pengamatan) nya yang baik baik saja dan terus semakin sukses.  Namun ketika mengalami ujian, maka fokus konsentrasi tergantung dari siapapun menyikapi.    Sebagaimana contoh, 3 (tiga) orang terjatuh…..satu orang mengamati kejadian itu sebagai hal biasa saja, namun orang lain berpendapat itu sakit sekali,  dan yang lain bilang “itu mau dapet rejeki besar”.

Cara ke 3 orang itu memberikan ATTENSI (gambaran pengamatan) atas kejadian itu pun mengalami kejadian berbeda sesuai ATTENSI.

Ketika mengalami ujian dahsyat, apalagi mengguncangkan pemikiran, batin, sehari- hari, tentu memerlukan KESADARAN memaknai hidup,  kalau tidak tentu seperti cerita ini yaitu fokus ATTENSI pun berubah drastis.

Ketika belajar menterapi dirinya sendiri, maka FOKUS ATTENSI itu pun keluar seperti kesurupan.  Seperti itulah gambaran dirinya sendiri atas gambaran kesurupannya.  Dirinya dikuasai oleh kasus tersebut.    Seharusnya dirinya yang mengendalikannya, bukan dikendalikan.

Dan ketika beliau  mencoba belajar dengan Terapi FORGIVENESS, memaafkan.  Itupun juga berteriak histeris,  “saya maafkan, saya maafkan….namun berteriak histeris menjerit jerit”.   Nah kalau semua proses itu pun masih saja “dikendalikan EMOSI UJIAN” maka jangan diteruskan.  Mesti  kembali disadarkan menjadi dirinya sendiri, bukan emosi.

Apapun proses bergerak dari terapi mengosongkan, mengubah attensi, cara pandang, mindset, untuk bisa keluar dari kwadran ujian itu pun memerlukan KESADARAN TINGGI memaknai hidup.

Akhirnya beliau memahami bahwa kita semua ini cuma pemain sinetron duniawi.  Tuhan punya cerita, dan pemainnya adalah ya kita kita ini.  UNIVERSE PRODUCTION.

Bayangkan semua orang diberi peran berbeda,  dan semua peran itu bermakna dan dibutuhkan satu sama lain.  Ingat, tiada yang lebih hebat dari semua peran itu.  Tinggal bagaimana menjalankan peran itu,  bila dijalankan baik maka hasilnya jadi baik.  Namun bila dijalankan buruk ya hasilnya buruk.   Tidak ada yang benar dan salah dari semua peran.  Tuhan telah mengatur semuanya dengan sempurna.

Seperti shooting sinetron, semuanya berakting dengan terbaik, dan siapapun yang beraktif sangat baik, tentu  hasilnya baik.    Dan akhirnya setelah shooting selesai,  ya kita bertemu lagi dan saat itu kita semua bersaudara.  Bertemu setelah semua shooting selesai,  dan kita akan mentertawakan masing masing kisah candaan sinetron duniawi itu.

Semua dari kita disini, didunia ini  adalah BINTANG FILM yang  menjalankan cerita Tuhan.  Semua orang adalah bintang dari filmnya sendiri.

Beliau pun tersadar, buat apa mesti “dendam kesumat, marah luarbiasa, yang membuat pemikiran, kejiwaan terguncang lalu membentuk dan bahkan menarik pemikiran sama di alam pemikiran manusia yang hakikatnya adalah satu.  Menarik pemikiran dari kisah yang sama, dan jadilah kesurupan bila kesadarannya lenyap berganti menjadi “gangguan pemikiran kejiwaan itu”.

Pliisss deh, SADAR.  Siapa diri kamu, yaitu yang mengendalikan balatentara dirimu sendiri. Diri Kamu, saya, kita lah mengatur semua rakyat di dalam diri ini masing – masing.

Kedua, SADAR, bahwa alam semesta bekerja dengan sangat teliti, adil semua berbalas sama.  Ada input masuk, maka terjadi output gak kebetulan.

Sadar,  ada elemen PLUS dan ada MINUS.    Bila dirimu sedang mengalami MINUS itupun gak kebetulan.  MINUS itu artinya mengurangi dirimu sendiri semisal difitnah, dizholimi, dijahati, diambil dicuri uangnya, sakit gak sembuh sembuh, dan sebagainya,  itu artinya MINUS, BERKURANG.

Ingat HUKUM EXACT SEMESTA selalu MENYEIMBANGKAN.  Sebagaimana lautan luas,  bila ada satu daerah laut yang permukaannya berkurang, turun,  maka aliran air pun menuju tempat yang lebih rendah itu.

Sadar, artinya apa…. bila dirimu berkurang, maka itu tanda-tanda alam bahwa semesta akan menyeimbangkan,  memberi kejadian gak kebetulan berupa PLUS, MENAMBAHI.

Banyak orang kaget, ketika bertahun-tahun dizholimi, semuanya berkurang (MINUS), lalu belajar memahami, ikhlas dengan kejadian tak kebetulan itu, lalu memasrahkan kepada Sang Pengatur (Allah SWT).  Ternyata dia kaget karena rejeki datang tersangka-sangka, bertemu seseorang dan terjadi kerjasama, dapet order buanyakkkk sekali.

Kaget dia sampai dengkulnya lemes, gak nyangka bro… Kok bisa ya…

Lho, kenapa heran.   Itu hasil dari TABUNGAN SEMESTA mu sendiri.

Selama ini dizholimi, berkurang banyak selama bertahun-tahun, harta berkurang, pendapatan berkurang.   Padahal seharusnya ya stabil.  Nah, akumulasi kekurangan itulah yang AKAN KEMBALI LAGI pada saat kita menyadari itu.

Jadi kaget, karena ternyata telah MENABUNG banyak banget.  Padahal itu tabunganmu sendiri.

SEMESTA hanya  menyeimbangkan,  sebaliknya bila dirimu selama kecil selalu maunya terpenuhi, hidup seneng-seneng.   Ingat, seneng aja,  itu netral.  Namun kalau seneng-seneng dan begitu setiap hari, maka itu namanya PLUS, menambahi.  Ketika dirimu selalu mengambil di semesta,  dengan selalu PLUS.  Maka semesta akan menyeimbangkan dengan mengirimkan MINUS.

Itulah banyak dari kita, yang kecilnya selalu senang, namun pada akhirnya mendapat minus hingga tutup usianya.

Lalu bagaimana bila memang kenyataannya kita selalu dapet PLUS.   Ya coba berpikir logik,  supaya itu semua berkah.  Maka belajarlah MENGURANGI, MINUS, baik mengurangi makan dengan puasa.  Mengurangi harta dengan banyak memberi.   Belajar prihatin, bro.

Walaupun dirimu kelimpahan, namun membumi,  bersahaja, fokus ke orang lain untuk berbagi, memberi, mengurangi apapun tenaga, pemikiran, materi, pengetahuan untuk siapapun sesama karena Tuhan.  Dengan itulah posisimu menjaga KESTABILAN nikmat berlimpah yang telah dianugerahkan.

Beliau pun akhirnya menyadari ALASAN dirinya berubah adalah karena kita semua bintang film aktor hebat yang perannya kebetulan begitu.   Cuma cerita Tuhan yang harus dijalani.  Hakikatnya kita semua bersaudara sejak awal sebagai penduduk  langit.   Disini sedang memainkan film duniawi arahan sutradara.

Kedua, menyadari apapun ujian adalah tanda-tanda PLUS akan berdatangan menyeimbangkan.  Dan beliau sadar, betapa dari kecil selalu seneng-seneng, dapet plus, karena maunya dipenuhi terus.  Dan akhirnya kali ini maunya tidak tercapai.

Dengan alasan inilah,  sangat mudah mengoreksi, menuntun dirinya keluar dari zone ujian menuju zone solusi, rejeki yang terang benderang.

Habis gelap terbitlah terang.

Beliau pun tertawa-tawa, mentertawakan semua itu…..wajahnya sudah terang, senyumnya asyik dilihat.

Dan ya itulah kehidupan….pada akhirnya banyak yang  menyadari semua gak kebetulan sehingga PLUS dan MINUS itu pun berdatangan menyeimbangkan.

Kenyataan di  luar adalah kenyataan diri sendiri yang menentukannya sehingga terjadi PLUS atau MINUS.

Asyiknya  main layang – layang sehingga terbang indah di angkasa dengan memainkan TARIK dan ULUR.  Memahami makna PLUS dan MINUS.    Kebahagiaan diperoleh dengan berdiri di tengah, menyeimbangkannya.

Sebaik baik urusan adalah yang DITENGAH.

 

Salam,

mas kisss

Rumah Motivasi Konseling

085715244100

pertemuan tatap muka, karena dengan “bergerak” mendatangi itu tandanya tergerak mengubah kwadran nasibnya sendiri.  Awal yang bagus sudah ada kemauan untuk tergerak berubah atas kemauannya sendiri.  Sekali lagi, kenyataan output adalah kenyataan input yang ada dalam diri kita sendiri.  Kuncinya cuma mengoreksi inputan.

Peserta seminar, bila berkemauan belajar, bisa ikutan pelatihan lengkap mahakosmos “pemberdayaan pembelajaran hidup” terbaru, selama 2 hari.    Baik acara formal maupun undangan private kelompok    Tentu Pelatihan 2 hari ini bukan acara sosial seikhlasnya seperti acara seminar interaksi.

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala