Amati ya bro….rejeki itu berkah, bertambah tatkala mau diakui, artinya Tuhan itu mesti dikenal

Autumn4-1024x768

Sahabat mahakosmmos yang saya hormati dan kasihi,

Terima kasih atas seizin Gusti Dalem Sang Esa,  saya pasrah… ZatNYA yang membuat segala urusan yang baik di muka bumi ini selalu dimudahkan, dan segala urusan buruk dijauhkan.   Juga semua manusia dan mahluk diberikan jalan rejeki masing-masing.   Yang sakit  diberikan jalan untuk kembali ke fitrahnya, membaik dengan sendirinya.  Yang sedang diuji, diberi jalan untuk “ngeh” untuk kembali ke fitrah semula.

Ngomong-ngomong rejeki itu memang tidak pernah kebetulan.  Kerja keras dan cara adalah sekedar cara agar output yang misteri itu berdatangan, dan terjadilah.  Namun jangan pernah sekalipun memikirkan output,  kecuali minta izin dan setelah itu dipasrahkan, dikembalikan lagi.  Karena output yang belum terjadi itu bukan wilayah manusia, melainkan itu wilayah Tuhan.

Kerja keras tanpa memahami seninya berkehidupan, aturan main tentu dapetnya capek saja atau kurang berkelipatan.  Namun bila memahami, kok ya jadi berkelipatan ya….lompatan quantum.  Silahkan diamati fenomena ini ya.

Ada saudara kita yang tiba-tiba karena merespon tawaran untuk menyediakan makanan di satu sekolah, atau kantor akhirnya tergerak, bekerja keras memenuhi “tugas yang tak tersangka tak terduga ini”.   Ternyata puji syukur, kok ya itu menjadi solusi bagi ujian rumah tangganya yang sedang kekurangan.  Ternyata Tuhan itu sebenarnya gak pernah diam, sesuai sifat lautanNya yang meliputi apapun yaitu memelihara dan mencukupi.   Tinggal kita mengamati apa yang datang, dan tunaikan tugas yang datang itu.  Gak usah mikir.   Bisa jadi tugas pertama itu biasa, namun setelah itu baru ketemu jalan rejekinya.  Atau bisa jadi, setelah tugas ke 3, 4, 5, baru muncul jalan rejeki yang mencukupi kebutuhannya.

Akhirnya tercukupilah, ada yang melayani sekolah, kantor, dan lain-lain.  Dapur pun ngebul, anak-anak bisa sekolah dengan riang,  dan tiba-tiba julukannya sekarang ada yang bilang “tukang lemper”, tukang lopis, tukang pastel,  tukang kue, tukang kambing,  tukang jahit, tukang terapis dan sebagainya.    Label itupun disematkan kepada mereka ini, dan mereka pun senang mengakui label ini.   Order pun laris manis, bahkan yang order tidak tahu siapa namanya.  Tahunya sih, namanya adalah tukang kambing, abisss berewokannya sama.

Namun tatkala mereka gak suka dengan nama yang disematkan,  dan merasa risih, akhirnya beralih ke usaha lain agar julukan itu lenyap.  Kok ya rejeki tidak selancar sebelumnya.  Dan seiring waktu, julukan itu berkurang, dan ordernya pun juga berkurang dan lenyap.

Ada seseorang yang sedang kepepet karena kebutuhan kuliahnya, rumah tangganya dan lainnya.   Orang kepepet yang kreatif, biasanya tanpa sadar memiliki cara pandang, gambaran, dengan vibrasi optimis ‘ketemu jalan rejekinya”.    Ingat ya semua gak ada yang kebetulan.

Dan terjadilah, kok ya ketemu dengan temen yang seorang distributor dan menawarkan produknya.  Langsung saja, bergerak, bergerak, bergerak, melesat kerja…..

Pasang iklan, promosi, cepika cepiki kesana kemari, berselancar dengan motor door to door, bahkan menggelar produknya di stand resmi atau emperan jalan.   Semuanya dikerjakan di waktu luangnya, mengisi keisengan katanya.

Ternyata hasilnya luarbiasa, omzet melesat, kebutuhannya pun tercukupi bahkan berlebih.    Bahkan order online pun melesat,  jasa kurir kebanjiran order.

Namun,  mindsetnya masih juga sama…. katanya “iseng”.   Ditanya jualan produk kecantikan ya…. lha dijawabnya “halah gak kok, cuma iseng saja”.   Rupanya dia malu mengakui eksistensi sang rejeki yang datang, dan memberi label kepadanya sebagai ‘Tukang alat-alat kecantikan”.

Seiring waktu, ketika merasa risih dengan label itu,  maka ordernya pun seperti menjauh, berkurang, dan semakin berkurang.   Dia, dan mewakili banyak kasus yang sama kebingungan….. kok sekarang omzetnya merosot tajam, drastis, dan sepi.  Kenapa?  Padahal usaha dan pergerakan tetap sama, kok hasilnya lain.

Jangan-jangan dirimu kurang lancar rejekinya bekerja di sebuah perusahaan, karena kalo ditanya ya malu-malu mengakui rejekinya sekarang adalah sebagai seorang sales atau seorang kasir, atau apa.   Malah menyebutnya saya staff perusahaan, asisten perusahaan…..  Bahkan malu menyebut sejatinya namanya.  Akuilah nama lengkapmu, itu rejekimu.

Kenapa sih gak mengakui rejeki untukmu adalah:  “perkenalkan nama saya kris gustav,  saya sales PT. A, saya berpengalaman menjual produk B…. kalau Bapak/Ibu atau relasinya memerlukan produk B ini, saya siap membantu memberikan saran, masukan untuk bisnis Bapak/Ibu.

Sahabat, tahukah….bahwa Tuhan itu dengan lautan zatNya memiliki sifat selalu menjaga, mencukupi, memelihara.

Buktinya, kasus diatas yang mewakili berjuta-juta kasus,  mereka yang memiliki kebutuhan, dan tetap dengan Image Vibrasi optimis “bahwa akan ketemu dengan jalan rejekinya”.  Ternyata Tuhan memberikan output sesuai sangkaan mereka.

Terimalah kenyataan ini dengan sadar, bahwa Tuhan (Allah SWT)  memelihara dan mencukupi apapun kebutuhan dengan tak tersangka-tak terduga, ya sekehendak DIA, caranya seperti apa…..

Berikutnya, ketika jalan rejeki itu sudah datang, dan membuat dirimu diberi label.  Dan nyata, semua orang akan memberimu label….dibilang  tukang kambing, tukang nasi kotak, tukang kecantikan,  tukang service, tukang sewa mesin, tukang obat, tukang betulin rumah, tukang design  dan sebagainya.

Label itu akan datang dengan sendirinya.

Terimalah kenyataan ini dengan sadar….. ya rejekinya saya ini tukang kambing, ya saya ini tukang kue, dan sebagainya.

Saya akui dan saya ikhlas terima Tuhan (Allah SWT) memberi jalan rejeki yang banyak dari tukang kambing ini, tukang kue ini, dan sebagainya.  Dan buktinya karena kambing ini saya bisa dapet istri ketika mengantar kambing ke pelanggan.  Dan buktinya cyin…..saya dapet istri gara-gara nyari resep bikin kue tar.  Buktinya gan,  saya bisa beli rumah, dan kendaraan dari usaha knalpot ini.  Ya saya diberi rejeki jadi tukang knalpot.  Puji syukur, alhamdulillah.

Dengan pengakuian itu, maka pergerakan pun makin fokus, dan professional sebagai wujud berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan jalan rejeki.

 

Inilah kesadaran syukur yang sering dilupakan, tidak mengakui, tidak mau diberi label, dan malah menepisnya, dan menjauhlah sang rejeki.

 

Sungguh Tuhan ada untuk dikenal…. juga kinerja pasukannya.  Kenalillah, dan akuilah adaNYA.

Salam,

mas kris

Saya bersyukur Tuhan memberikan  jalan Mahakosmos yang memberikan saya kelimpahan rejeki, kekayaan luarbiasa diberikan pengetahuan tersembunyi yang banyak, diberikan kecukupan bahkan kelimpahan nikmat, diberikan sahabat yang demikian banyak, dan apapun yang tak terkira.
Saya berterima kasih saat ini salah satunya menjadi tukang mahakosmos,  memberi motivasi, pencerahan, terapi mengubah cara pandang hidup siapapun.  Konsultan manajemen perusahaan.  Konsultan bisnis bagi pengusaha. yang membutuhkannya.  Dan sahabat spiritual yang sedang kembali menujuNya.

Be Sociable, Share!

Get more stuff like this

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terapi Hati Terapi Ikhlas
MAHAKOSMOS

Dapatkan Informasi terbaru & Artikel secara berkala