AGENDA PELATIHAN DAN KONSELING: Bali (26-27 Apr), Jakarta (3-4 Mei), Gorontalo (10-11 Mei), Medan (17-18 Mei), Bandung (24-25 Mei)…

JADWAL PELATIHAN TERDEKAT – MATERI SARIPATI PERJALANAN MAHAKOSMOS SEJAK 2009 HINGGA 2014

MATERI TERSEDERHANA, SIMPEL, YANG ORANG AWAM PUN JADI NGEH, MEMAHAMI DAN MENGAPLIKASIKANNYA, BAHKAN BISA MEMBUKA LAYANAN TERAPI KEHIDUPAN KEPADA SESAMA.

Telp. 085715244100,   Pin bebe 28A1C3F2

“Pembelajaran Kehidupan:  Mengubah nasib dengan mengubah cara berpikir, keajaiban vibrasi, image layar kehidupan (the secret dan the power), keajaiban pasrah, menemukan sisi lain DIRINYA, berbasis motivasi terapi kesadaran (quantum).  Menggali Potensi diri dan rahasia semesta.”

Sejak 2009 pelatihan selalu diadakan tiap minggu hingga awal 2014 ini dengan peserta minimum 10 hingga 50 orang.   Sehingga total alumni Mahakosmos sejak topik jadul, dan terus update perbulan hingga kini berjumlah 30 ribuan.

1.  BALI (26-27 April 2014), pelatihan pemberdayaan dan berikutnya pelatihan spiritual (daftar ke pak Redy  0361-7448425)

2. JAKARTA (3-4 Mei 2014),   Pelatihan Pemberdayaan dan berikutnya pelatihan spiritual, daftar ke Bu Firdina 085810592712 atau 085715244100

3. GORONTALO (10-11 Mei 2014) Pelatihan Pemberdayaan dan berikutnya pelatihan spiritual, daftar ke Mbak Eva  085240500850

4. MEDAN, PELATIHAN PEMBERDAYAAN dan Pelatihan Spiritual, (17-18 Mei 2014) daftar ke Pak Dolly Pasaribu 08196002284

5. BANDUNG, (24-25 Mei 2014), daftar ke Pak Widyo Sukarno 081573640779

Dan seterusnya di Surabaya, Semarang, Lampung, Pontianak, dan lain-lain.  Mau mengadakan di kota anda, ya hubungi 085715244100

Silahkan dicatat nomornya, call saja langsung untuk daftar mulai sekarang.

———————————————————————————————————————————-

MAHAKOSMOS “Terapi Hati Terapi Ikhlas” adalah KOMUNITAS  menjalani hidup sesuai lakonnya, fitrahnya yang seharusnya penuh kebahagiaan hidup, kecukupan materi, kelimpahan nimmatNya, sehat, berkah dan selamat dengan belajar untuk berpikir, berperasaan/vibrasi, ber-image, bermental, berkepribadian, perilaku positif demi kebaikan diri sendiri.  Kebaikan yang tentu akan menular, mempengaruhi sekitarnya.
Komunitas yang merupakan alumni dan pembelajar di mahakosmos yang jumlahnya bisa  jadi 30 ribuan sejak berdiri 3 Juli 2009 , namun member umum atau siapapun bisa bergabung.  Selamat datang, dan silahkan ambil sisi positifnya…

Komunitas yang diketuai saat ini oleh pak Yogi Yogayaza, beserta para wakilnya pak Djohan Kohar Sukses Mulia, mas Heri Setiawan, mas Teguh Surabaya, Bu Ezy pekanbaru, Mas Karno Bandung, Bu Anilda gorontalo, mas Didik makassar  dan koordinator setiap wilayah di tiap kota.

Siapapun bisa masuk dengan bebas di group ini, dengan banyak status dan artikel di group facebook “Mahakosmos Terapi Hati Terapi Ikhas”,   maupun website www.mahakosmos.com.
Silahkan ambil manfaatnya, siapa tahu ada artikel yang bisa menjadi solusi atas ujian yang sedang “hadir”.   Terus mengubah diri selalu positif, mengubah diri dengan sabar menerima ujian dan suratan kehidupan.

Banyak acara TIDAK BERBIAYA diadakan oleh para sahabat group, silahkan ikuti saja…. isinya tak kalah dengan mengikuti pelatihan mahal dan super mahal tentang rahasia hidup, rahasia gelombang otak, pemikiran, keajaiban vibrasi,  penerapan THE SECRET  dan THE POWER tatkala memasrahkan semua proposal impiannya, serta terapi massal.

PELATIHAN FORMAL pun juga ada, namun tidak pernah memaksa siapapun,  yang mau belajar di pelatihan juga silahkan untuk memahami secara logika betapa kejadian, pertemuan tidak pernah kebetulan,  dan sama-sama belajar terapi kehidupan menguasai semua teknik sederhananya.

Pelatihan umum yang ada adalah:

1.  PELATIHAN PEMBERDAYAAN  1 HARI PEMBELAJARAN KEHIDUPAN, motivasi, basicnya adalah pencerahan mengenali dirimu sisi kosmik dirimu sendiri yang ajaib tatkala belajar pasrah (the power), menjalani hidup dengan penuh kebaikan, bertekad berubah nasib dengan berkehidupan positif, memahami rahasia gelombang otak, pemikiran,  keajaiban Vibrasi.  Aplikasi lompatan quantum, dengan gak mind blasss.   Menerapkan, aplikasi the secret dan the power- merencanakan masa depan dengan “proposal kehidupan” baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang dan menjadi urusan Tuhan  Kita disuruh berdo’a oleh Tuhan, kalau tidak Sang Raja Manusia akan marah, mari kita rencanakan dan menata masa depan yang positif di sisa umur ini dengan memahami kaidah hukum semestaNy agar berakhir bahagia, berkah, dan selamat..    Tentu skill untuk memahami piihan yang tepat dengan MENGAMATI dirimu sendiri dan partikel di semesta dalam pengambilan keputusan.
Juga dibekali dengan cara sederhana yang sangat mudah dimengerti untuk berbagai terapi mengubah caramu memandang kehidupan karena hidup ini adalah sangkaan kita sendiri, cara berpikir, mental, kepribadian.
Terapi melepas mental block,  terapi “Menata ulang gelombang frekuensi antar sesama”,  terapi WRITTING THERAPY,  terapi mengubah nasib dengan TERAPI KESADARAN, Quantum Awareness mendamaikan pikirannya, jiwanya, dan badannya,  untuk apa dan siapa dirimu berubah mencapai yang dituju.  Terapi multi fungsi untuk keperluan apapun.
Terapi Quantum  thowaf  dan Terapi Jiwa & Sel-Sel DNA melepaskan VIBRASI (getaran penyebab permasalahan) agar sembuh dengan sendirinya, yang sakit membaik sendiri, penumpukan emosi keluar sendiri, rejeki datang sendiri, pelanggan datang sendiri, semua harmoni dengan sendirinya. Seperti itulah mekanisme semesta, membaikkan dengan sendirinya.
Ini yang terpenting juga adalah TERAPI HATI,  TERAPI BERBERSIH HATI DiDADA, melepaskan PRIBADI-PRIBADI YANG MENJADIKAN PENDERITAAN dan MENGUBAHNYA dengan chip chip kejiwaan yang positif.   Perilaku dan kejadian karena settingan kejiwaan dalam diri, mengubah pribadi, perilaku dan kejadian positif di masa mendatang.  Karena semua kejadian gak pernah kebetulan, apa yang tergambar di dalam dada baik dari do’a do’a, ibadah, curhat, diskusi, obrolan, menulis impian, perilaku.  Apa yang ada di dalam dada, sama dengan yang di jagat semesta, seperti itulah semesta adil, teliti sesuai apa yang digambarkan, diminta.  Dia pemilik semesta, Maha Mengabulkan.  Dan terakhir, adalah DOWNLOAD POLA VIBRASI dari sekitarmu, mengamati proses vibrasi mereka yang tadinya minus sekarang sukses, yang tadinya penyakitan kronis kok sekarang sembuh,  yang tadinya usahanya macet kok sekarang laris manis,  yang tadinya negatif kok jadi positif, yang tadinya susah jodoh kok sekarang menikah……dan jutaan pola vibrasi.

Pertemuan tidak pernah kebetulan, dan kejadian pun tidak pernah kebetulan, yuk kita belajar menyadari di pelatihan ini dan menerapkannya.

 

2. PENDALAMAN KELAS DASAR DIATAS,  bisa dilakukan dengan acara formal maupun non formal, sharing kumpul bersama.
Memperdalam, semua teknik aplikasi untuk membaikkan diri sendiri, sesama.  Tiada berbiaya, seikhlasnya kumpul.
Terlebih lagi adalah OLAH HATI – OLAH VIBRASI  karena KEHIDUPAN ADALAH PERMAINAN VIBRASI JIWAMU/HATIMU  SENDIRI didalam hati (jagat kecil) yang terwujud dalam perbuatan sehari-hari.

Mengenali sisi kosmik, sejati, diri sendiri yang ajaib untuk memasrahkan seluruh proposal kehidupan sehari-hari.

Mempertajam membaca VIBRASI, GELOMBANG, membaca pemikiran, membaca getaran apapun, hingga unek-unek siapapun, kepribadian, dan hal tersembunyi.  Mengasah otak kanan dan rasa.
Banyak manfaat diaplikasikan dalam merangkai kejadian yang tidak pernah kebetulan, membaca seseorang, tempat, hingga getaran kenaikan bisnis, saham, dan apapun.
Banyak terapis bisa membaca cepat pasiennya, keluhannya.
Banyak pebisnis yang mempertajam intuisinya.

 

3.  KELAS ADVANCE (FORUM SPIRITUAL UNTUK KESEMPURNAAN HIDUP, DAN MEMAKNAI HIDUP)

Kelas ini adalah mengenal SAYA,  melampaui pikiran, jiwa, badan.
Apa tugas SAYA?  Memahami DIRI dan saudara se semesta yang membantu segala urusan.  Einstein pernah menyatakan, kita adalah ruh yang dibantu oleh ruh-ruhNya yang demikian banyak di semesta serta  ranah Quantum.
DIRI yang membimbing jiwa, hati, badan dan pemikirannya.
Tentu jadi belajar kenapa suratannya begini, semua gak pernah kebetulan.  Belajar memahami “past life regression” sang jiwa, sains psikologi.
Belajar menyadarkan jiwanya, pemikirannya, badannya untuk memberikan kebaikan di kehidupan ini, dan kembali kepadaNya.
Sama-sama belajar mengenal DIRI (mikrokosmik), dan saudara semesta- makrokosmik.
serta akhirnya SANG DIRI melebur kepada Mahakosmik yang meliputi apapun. Mengenal sang Maha Kuasa, Jagat Gede (jagat semesta) yang berisi.
Perjalanan spirit dimulai berenang di dalam lautanNYA..
Forum ADVANCE yang terus menggali, memberdayakan diri, dan tiada habisnya. Pembangunan cara berpikir, mental, disertai pembangunan ekonomi dan pembangunan spiritual.
Belajar mengamakan Tiada apapun selain DIA  (Source) dalam aplikasi pemberdayaan meningkatkan kualitas hidup.  Belajar mengenal Diri, dan SOURCE (Sumber segalanya, Tuhan Sang Esa) untuk kesempurnaan perjalanan hidup dan kualitas kehidupan insan manusia.

 

Nikmati semua status, artikel di group ini, ambil manfaatnya.  Terus selalu positif membaikkan diri sendiri, kasihi sesama dengan bergerak yang positif dan bermanfaat.
Dan terus menyadarikan jiwamu untuk selalu mengingatNya, Tuhan Maha Besar,  Allah SWT.

—————————————————-

MAU TERAPI – KONSELING UNTUK MENGUBAH NASIB?

RUMAH MOTIVASI-KONSELING-TERAPI:   di CIGANJUR – JAKARTA SELATAN, dengan waktu sesuai perjanjian.

Atau sharing komunitas, terapi bersama keluarga besar di  kediamannya masing-masing.

Mahakosmos biasa menerima undangan private, kelas pelatihan private,  komunitas, keluarga besar, dan team marketing dan team perusahaan untuk memotivasi, membangkitkan “kesadarannya” kemauan kuatnya, mengubah mental – kejiwaan, cara berpikir, mental, menggerakkan kesadaran untuk sehat,  omzet meningkat, pergerakan sukses, dan sebagainya.  Juga MEMBERSIHKAN rumah, pabrik, kantor dari “iusi, pribadi-pribadi negatif, cara berpikir” yang terlanjur terekam dan gentayangan di tempatnya.  Yuuuk ubah jadi baik dan positif.

Amati ya bro….rejeki itu berkah, bertambah tatkala mau diakui, artinya Tuhan itu mesti dikenal

Autumn4-1024x768

Sahabat mahakosmmos yang saya hormati dan kasihi,

Terima kasih atas seizin Gusti Dalem Sang Esa,  saya pasrah… ZatNYA yang membuat segala urusan yang baik di muka bumi ini selalu dimudahkan, dan segala urusan buruk dijauhkan.   Juga semua manusia dan mahluk diberikan jalan rejeki masing-masing.   Yang sakit  diberikan jalan untuk kembali ke fitrahnya, membaik dengan sendirinya.  Yang sedang diuji, diberi jalan untuk “ngeh” untuk kembali ke fitrah semula.

Ngomong-ngomong rejeki itu memang tidak pernah kebetulan.  Kerja keras dan cara adalah sekedar cara agar output yang misteri itu berdatangan, dan terjadilah.  Namun jangan pernah sekalipun memikirkan output,  kecuali minta izin dan setelah itu dipasrahkan, dikembalikan lagi.  Karena output yang belum terjadi itu bukan wilayah manusia, melainkan itu wilayah Tuhan.

Kerja keras tanpa memahami seninya berkehidupan, aturan main tentu dapetnya capek saja atau kurang berkelipatan.  Namun bila memahami, kok ya jadi berkelipatan ya….lompatan quantum.  Silahkan diamati fenomena ini ya.

Ada saudara kita yang tiba-tiba karena merespon tawaran untuk menyediakan makanan di satu sekolah, atau kantor akhirnya tergerak, bekerja keras memenuhi “tugas yang tak tersangka tak terduga ini”.   Ternyata puji syukur, kok ya itu menjadi solusi bagi ujian rumah tangganya yang sedang kekurangan.  Ternyata Tuhan itu sebenarnya gak pernah diam, sesuai sifat lautanNya yang meliputi apapun yaitu memelihara dan mencukupi.   Tinggal kita mengamati apa yang datang, dan tunaikan tugas yang datang itu.  Gak usah mikir.   Bisa jadi tugas pertama itu biasa, namun setelah itu baru ketemu jalan rejekinya.  Atau bisa jadi, setelah tugas ke 3, 4, 5, baru muncul jalan rejeki yang mencukupi kebutuhannya.

Akhirnya tercukupilah, ada yang melayani sekolah, kantor, dan lain-lain.  Dapur pun ngebul, anak-anak bisa sekolah dengan riang,  dan tiba-tiba julukannya sekarang ada yang bilang “tukang lemper”, tukang lopis, tukang pastel,  tukang kue, tukang kambing,  tukang jahit, tukang terapis dan sebagainya.    Label itupun disematkan kepada mereka ini, dan mereka pun senang mengakui label ini.   Order pun laris manis, bahkan yang order tidak tahu siapa namanya.  Tahunya sih, namanya adalah tukang kambing, abisss berewokannya sama.

Namun tatkala mereka gak suka dengan nama yang disematkan,  dan merasa risih, akhirnya beralih ke usaha lain agar julukan itu lenyap.  Kok ya rejeki tidak selancar sebelumnya.  Dan seiring waktu, julukan itu berkurang, dan ordernya pun juga berkurang dan lenyap.

Ada seseorang yang sedang kepepet karena kebutuhan kuliahnya, rumah tangganya dan lainnya.   Orang kepepet yang kreatif, biasanya tanpa sadar memiliki cara pandang, gambaran, dengan vibrasi optimis ‘ketemu jalan rejekinya”.    Ingat ya semua gak ada yang kebetulan.

Dan terjadilah, kok ya ketemu dengan temen yang seorang distributor dan menawarkan produknya.  Langsung saja, bergerak, bergerak, bergerak, melesat kerja…..

Pasang iklan, promosi, cepika cepiki kesana kemari, berselancar dengan motor door to door, bahkan menggelar produknya di stand resmi atau emperan jalan.   Semuanya dikerjakan di waktu luangnya, mengisi keisengan katanya.

Ternyata hasilnya luarbiasa, omzet melesat, kebutuhannya pun tercukupi bahkan berlebih.    Bahkan order online pun melesat,  jasa kurir kebanjiran order.

Namun,  mindsetnya masih juga sama…. katanya “iseng”.   Ditanya jualan produk kecantikan ya…. lha dijawabnya “halah gak kok, cuma iseng saja”.   Rupanya dia malu mengakui eksistensi sang rejeki yang datang, dan memberi label kepadanya sebagai ‘Tukang alat-alat kecantikan”.

Seiring waktu, ketika merasa risih dengan label itu,  maka ordernya pun seperti menjauh, berkurang, dan semakin berkurang.   Dia, dan mewakili banyak kasus yang sama kebingungan….. kok sekarang omzetnya merosot tajam, drastis, dan sepi.  Kenapa?  Padahal usaha dan pergerakan tetap sama, kok hasilnya lain.

Jangan-jangan dirimu kurang lancar rejekinya bekerja di sebuah perusahaan, karena kalo ditanya ya malu-malu mengakui rejekinya sekarang adalah sebagai seorang sales atau seorang kasir, atau apa.   Malah menyebutnya saya staff perusahaan, asisten perusahaan…..  Bahkan malu menyebut sejatinya namanya.  Akuilah nama lengkapmu, itu rejekimu.

Kenapa sih gak mengakui rejeki untukmu adalah:  “perkenalkan nama saya kris gustav,  saya sales PT. A, saya berpengalaman menjual produk B…. kalau Bapak/Ibu atau relasinya memerlukan produk B ini, saya siap membantu memberikan saran, masukan untuk bisnis Bapak/Ibu.

Sahabat, tahukah….bahwa Tuhan itu dengan lautan zatNya memiliki sifat selalu menjaga, mencukupi, memelihara.

Buktinya, kasus diatas yang mewakili berjuta-juta kasus,  mereka yang memiliki kebutuhan, dan tetap dengan Image Vibrasi optimis “bahwa akan ketemu dengan jalan rejekinya”.  Ternyata Tuhan memberikan output sesuai sangkaan mereka.

Terimalah kenyataan ini dengan sadar, bahwa Tuhan (Allah SWT)  memelihara dan mencukupi apapun kebutuhan dengan tak tersangka-tak terduga, ya sekehendak DIA, caranya seperti apa…..

Berikutnya, ketika jalan rejeki itu sudah datang, dan membuat dirimu diberi label.  Dan nyata, semua orang akan memberimu label….dibilang  tukang kambing, tukang nasi kotak, tukang kecantikan,  tukang service, tukang sewa mesin, tukang obat, tukang betulin rumah, tukang design  dan sebagainya.

Label itu akan datang dengan sendirinya.

Terimalah kenyataan ini dengan sadar….. ya rejekinya saya ini tukang kambing, ya saya ini tukang kue, dan sebagainya.

Saya akui dan saya ikhlas terima Tuhan (Allah SWT) memberi jalan rejeki yang banyak dari tukang kambing ini, tukang kue ini, dan sebagainya.  Dan buktinya karena kambing ini saya bisa dapet istri ketika mengantar kambing ke pelanggan.  Dan buktinya cyin…..saya dapet istri gara-gara nyari resep bikin kue tar.  Buktinya gan,  saya bisa beli rumah, dan kendaraan dari usaha knalpot ini.  Ya saya diberi rejeki jadi tukang knalpot.  Puji syukur, alhamdulillah.

Dengan pengakuian itu, maka pergerakan pun makin fokus, dan professional sebagai wujud berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan jalan rejeki.

 

Inilah kesadaran syukur yang sering dilupakan, tidak mengakui, tidak mau diberi label, dan malah menepisnya, dan menjauhlah sang rejeki.

 

Sungguh Tuhan ada untuk dikenal…. juga kinerja pasukannya.  Kenalillah, dan akuilah adaNYA.

Salam,

mas kris

Saya bersyukur Tuhan memberikan  jalan Mahakosmos yang memberikan saya kelimpahan rejeki, kekayaan luarbiasa diberikan pengetahuan tersembunyi yang banyak, diberikan kecukupan bahkan kelimpahan nikmat, diberikan sahabat yang demikian banyak, dan apapun yang tak terkira.
Saya berterima kasih saat ini salah satunya menjadi tukang mahakosmos,  memberi motivasi, pencerahan, terapi mengubah cara pandang hidup siapapun.  Konsultan manajemen perusahaan.  Konsultan bisnis bagi pengusaha. yang membutuhkannya.  Dan sahabat spiritual yang sedang kembali menujuNya.

Solusi semua permasalahan di duniawi, penyakit tubuh, pikiran, kejiwaan, finansial, jodoh, rumah tangga, apapun. Check it bro

Sahabat yang terkasih,

Izinkan, demi Tuhan yang Esa (ahad) yang memiliki nur (zat Allah) yang meliputi apapun, lidah sains menyebut ZatNya, lautan cahaya tiada batas yang meliputi apapun yang tak berujung ini adalah SOURCE.   Lidah saya menyebutnya “Mahakosmos”. Demi DIA sang ESA yang memiliki lautan cahaya tiada berujung, yang cahaya itu menyinari cahaya diatas cahaya, yaitu cahaya yang menghidupi alam semesta makrokosmos (yang didalam alam semesta itu adalah lompatan quantum, energi), serta menghidupi/memelihara semua mahluk (manusia) mikrokosmos.

Izinkan demi Sang Esa saya mendoakan agar lautan cahayaNYA, zatNya yang meliputi tiada batas ini memudahkan segala urusan di duniawi, memberikan segala jalan rejeki bagi semua mahluknya juga semua member group, memberikan perlindungan, keselamatan bagi semua manusia yang ada di alam semesta serta memerintahkan semua gangguan di tubuh, pikiran, kembali ke fitrahnya, membaik normal, sehat dengan sendirinya.

Dari uraian diatas, manusia memiliki potensi luarbiasa dalam dirinya, ada daya mikrokosmos (mind-soul-body-spirit/nurani) dan daya mikro itu juga luarbiasa. Dan dalam diri manusia juga ada daya makrokosmos (lompatan quantum, energi, miracle, daya alam semesta). Penggabungan kedua daya itulah yang digali oleh semua pemberdayaan dari zaman prikiplik berbalut tradisional, hingga modern londo-londo berambut pirang menggalinya untuk “keajaiban penyembuhan, tubuh mengobati sendiri, solusi datang sendiri, kasus hidupnya terpecahkan sendiri”.   Akhirnya yang menemukan pemahaman seperti itu disebut master, dan grand master. Walau nyatanya, banyak grand master juga terbelit masalah kronis, penyakit kronis padahal grandmaster penyembuhan (lho kok ya ujiannya karena penyakit kronisnya yang sudah sejak lama disimpannya) yang membuat mereka puyeng sendiri.

Sungguh “merasa hebatnya” manusia yang memahami bahwa tubuhnya ternyata memiliki daya kekuatan mikrokosmos dan makrokosmos (alam semesta) itu justru membuatnya “melekat”, sombong, dan banyak atribut master serta grand-grand master. Sehingga akhirnya mereka diuji oleh “kemelekatannya” sendiri dengan bejibun permasalahan hidup serta penyakit tubuh. Akhirnya banyak yang tersadarkan, betapa ada kekuatan lagi yang tiada batas yang disebut SOURCE, ZatNya yang menyinari cahaya diatas cahaya (mikrokosmos dan makrokosmos). Zat Allah yang tiada batas, maha besar, maha meliputi, dan sumber segala sumber kehidupan. Dan ZatNya itu baru mengambil alih tatkala sang manusia itu sudah gabruk, gubrak, padahal mereka dulunya adalah master daya mikro dan makro yang akhirnya terjerembab karena kemelekatannya sendiri. Beruntunglah mereka yang pada akhirnya gabruk, gubrak, terbelit kasus yang gak bisa keluar. Akhirnya tak berdaya, sudah tidak mampu lagi, dan akhirnya tiada daya itu pun melepaskan semua daya yang dimilikinya. Tiada daya apapun. Saat itulah ada MAHADAYA, zatNya, SOURCE yang mengamblih alih. Switch on, tatkala off.

Seseorang pengusaha bercerita, pada akhirnya dia terjatuh, usahanya nyaris ambruk, segala daya yang dulu pernah membuatnya melejit digunakan. Namun akhirnya terjerembab, menangislah dia, dan dia bilang sama istrinya. Mah, saya sudah gak sanggup lagi, saya menyerah. Akhirnya merasa off dihadapan kekuasaan Tuhan, tiba-tiba solusi berdatangan sendiri. Yang tadinya, solusi, temen-temen, pinjaman, kerja sama menjauh semua kok ya jadi mendekat. Yang tadinya susah mencari pinjaman modal, malah ditawari modal oleh temen-temennya dulu bahkan tanpa bunga sama sekali. Aneh….kok situasinya bisa terbalik. Itulah, kuncinya, jangan sombong merasa berdaya dihadapan TUHAN. Semakin melekat merasa memiliki daya, maka ujian hidup semakin mengujinya. Untuk mengingatkan, titik keseimbangan.

Dirimu yang diuji sakit pemikiran, sakit kejiwaan, sakit jasmani hingga harta habis, atau kasus rumah tangga, kasus jodoh, kasus finansial, kasus apapun. Itu terjadi karena dirimu merasa punya daya, melekat dengan atribut, merasa dan merasa punya daya. Maka yang punya DAYA itu akan “menampar” wajah kamu dengan cara ujian kehidupan ini. Belajarlah untuk mengatakan tidak bisa, dihadapan TUHAN. Belajar mengatakan, saya menyerah Tuhan. Saya tidak sanggup lagi ya Tuhan. Sampai detik ini, tubuh saya sakit, saya menyerah Tuhan, saya tidak punya daya apa-apa. Sampai detik ini saya jomblo Tuhan, saya tidak ada yang menyukai, tidak ada yang mengajak nikah, saya menyerah Tuhan, saya tidak punya daya apa-apa. Jangan merasa punya daya, merasa bisa, merasa ada di hadapan Tuhan, maka itulah ujianmu kelak. Belajarlah off, tidak bisa, tidak sanggup, tidak punya uang, tidak punya apa-apa, tidak punya dan tidak punya. Maka TUHAN akan memberimu…. Secepat dirimu menyerah off, secepat itupula MAHADAYA TUHAN, ZAT, SOURCE mengambil alih. Bukankah DIA juga sesuai sangkaanmu sendiri?.  Dirimu kemudian tetap bergerak, ikhtiar, bekerja professional, namun saat ikepasrahan tu ZatNya  mengambil alih prosesnya.

Lakukan tiap hari, tiap malam, saat tafakur, merenung berjam-jam. BERMESRAAN lah dengan TUHAN, katakan tidak bisa, tidak sanggup, seperti cerita diatas sesuai kasusnya masing masing yang sedang dialami. Kasus bisnis, jodoh, rumah tangga, penyakit, apapun…… Lalu setelah itu, katakan “HAMBA SUDAH TIDAK ADA DAYA, HAMBA PASRAH…… ZAT ALLAH yang mengatur sempurna, mengambil alih semuanya…….” Lalu, diamlah, lemas tiada daya, kosongkan semuanya, rasakan hingga pikiran lenyap, tubuh lenyap, lemas tiada daya. Off kan dirimu. Kamu tidak ada, dihadapan TUHAN yang ADA.

——————————————–

“Hamba pasrah, ZAT ALLAH yang mengatur segalanya sempurna, mengambil alih semuanya…….”

——————————————–

Bagus lagi, bagi muslim dengan sholat sunnah, lalu tafakur berjam-jam, off, lemah, tiada apa-apa. Hingga terjerembab di tempat ibadahnya. Lupa waktu, lupa segalanya, yang ada hanya TUHAN. Sungguh pertolongan tak tersangka tak terduga mengambil alih, saat dirimu sudah menyerah, tiada daya apa-apa. Itulah MAHADAYA, mahakosmos, ZAT-NYA, SOURCE mengambil alih…. SOURCE yang juga tempat asal kita semua……..bukan surga, bukan neraka yang hanya sementara, fana.    Kita berasal dari setitik cahaya, yang asalnya dari lautan cahaya, zat, mahadaya. Tempat asal, juga daya yang dbutuhkan semua manusia dalam mengarungi berselancar dalam candaan kehidupan ini. Tempat asal, dan mahadaya itu adalah ZAT-NYA, lautan cahaya, maha besar, maha meliputi, maha suci. Semua manusia akan tersadarkan kembali kesana, cepat atau lambat, bahkan walau lambat sekalipun.

Salam,

mbejo katro

Banyak orang mengenalnya dengan “mas kris”.

————————————————

amalkan ya…. ini summary semua ratusan terapi pencerahan yang pernah ditulis. Ketika dirimu sudah memahami, saat dirimu diuji karena kemelekatanmu sendiri, maka tiada apapun lagi yang kamu butuhkan kecuali ZAT ALLAH yang nyata. SOURCE semuanya. Kajian: Forum spiritual (advance)

Cerita hidupmu adalah tujuanmu yang tersembunyi…..

Sahabat mahakosmos yang terkasih,

Dari begitu banyak fenomena kehidupan, maupun kajian sains tentang “kejadian gak pernah kebetulan”.    Ternyata kuncinya adalah GAMBARAN (IMAGE) yang kuat namun “tidak disadari” alias sudah diabaikan…..

Ketika terabaikan, terlupakan, dan gak disadari (gak mikir)….gak mind blasss, mbejo, katro……. maka IMAGE itu akan berpindah ke zone Tuhan.  Dan Tuhan semesta alam (SOURCE, lautan cahaya) itu mengambil alih dan memproses IMAGE tersebut.   Seperti ungkapan agama,  Tuhan sesuai persangkaan hambanya.

Begitu banyak sahabat konseling, sms, inbox, maupun tatap muka yang bercerita bahwa saya sukses ketika bergabung dengan A, B, C, D, dan lain-lain.

Namun ada pula yang bercerita sebaliknya….wah, saya kok bergabung di A, B, C, D, dan lain-lain malah jadi musibah?

Kunci utamanya adalah tujuan dirimu apa sebelum bergerak bergabung di A, B, C, D……. alasan kenapa dirimu bergabung disitu atau melakukan sesuatu aktivitas entah bisnis, usaha, kerjasama, organisasi, ikutan pelatihan bahkan jadi penyelenggara mahakosmos?  Itulah kecenderungan apa yang akan terjadi, cerita bergulir seperti itu adanya.

Mulutmu pasti akan keluar perkataan “menyemburat keren” alias gak jujur,  tidak sesuai yang ada di hatimu yang menyimpan tujuan “sebenarnya”.  Demi hubungan sosal, kecenderungan orang akan berbicara lain untuk “nyenengin orang lain atau yang keren-keren”.  Padahal seandainya mau jujur, maka ceritanya akan lain.

Contoh:

Mas, kenapa saya sudah melakukan kegiatan berbagi, namun malah rejeki mampet, semua jadi runyam.   Kan teori exactnya, hukum pantulan, hukum keseimbangan, tarikan……..kalau mengurangi, maka diseimbangkan selalu saja ada rejeki berdatangan hingga “titik keseimbangan kembali”.

Begitu banyak ribuan kasus konseling, namun hanya sedikit yang bilang begini….”mas, minta tolong koreksi saya, atau bedah diri saya untuk kebaikan kehidupan di masa mendatang”.

Karena tidak semua orang akan “bahagia” menerima dibedah kasusnya bahwa cerita musibah, ujian, yang kini dideritanya adalah “hasil dari perbuatannya sendiri”,  atau image yang telah dibuatnya sendiri.

Kecenderungan maunya berubah lebih baik, namun tidak mau melihat kenyataan dirinya.

Manusia cenderung melihat apapun yang berada di luar, padahal rahasia terbesar kehidupan ada pada “dirinya sendiri”.

Bagi mereka yang memang “kejiwaannya” tidak mau dikoreksi, ya itupun maunya, gak ada yang salah.  Ya sudah gitu deh, saya gak berani cerita apa-apa.  Hanya menjawab seperlunya sesuai apa maunya.

Namun mereka, alumni yang sejak 2009 sampai detik ini, kok ya selalu hadir di setiap pertemuan, pelatihan, kumpulan,  ya itu yang cenderung tujuannya adalah “mau mengubah ceritanya, tujuannya”.  Sehingga akhirnya  mengalami perubahan nasib yang signifikan.

Akhirnya yang curhat kenapa saya sudah bersedekah, berbagi, membuat acara sosial, namun kok ya selalu menderita cerita hidupnya.  Suatu hari, bertanya…. apakah berkenan membedah saya, kenapa cerita hidup kok selalu menderita?

Nah, ternyata doski memulai….maka saya pun berani cerita.

Bener nih, mau menyimak dan mengubah ceritanya?  Atau sekedar kepo…   Saya sekarang sangat berhati-hati untuk mengupas, karena ternyata tidak semua orang bisa menerima, hingga menimbulkan suatu keburukan di kemudian hari.

Saya jawab “lho kok dirimu tidak menyadari apa tujuan atau landasan kenapa melakukan semua aktivitas sosial, bersedekah, berbagi itu…..”

Akhirnya saya tuntun,  pernah gak kepikiran mau “terkenal”, dapet pengakuan…. sehingga mengerjakan apapun demi itu.

Lha beliaunya akhirnya menganggukan kepala…..”Ya mas, saya memang ingin sekali terkenal, exist, status sosial dikenal dimana-mana”.

Saya bilang, itulah tujuanmu melakukan kegiatan sosial, bersedekah, berbagi,

Apa yang dirimu cari di dunia ini, apapun bentuk duniawi, maka itulah ujianmu dan akan bermunculan cerita-cerita penderitaan di kemudian  hari tiada habisnya.  Dan berhenti cerita itu, karena “ngeh”, sadar, mengubah tujuan yang dicari.

Akhirnya sahabat itu pun tercenung, dan langsung menterapi dirinya sendiri, intropeksi.  Menyesal, karena selama ini membuat acara sosial, kegiatan, hingga usaha saja adalah demi status, dikenal, jabatan, ngetop, prestise, harga diri…..     Minta maaf, dan ikhlas pasrah Tuhan mengembalikan fitrah dirinya.   Lalu beliau sholat taubat, dan memberi makan orang di pinggir jalan yang membutuhkan.

Ternyata efeknya, beliau detoks, meriang, demam beberapa hari.  Inilah bukti intropeksi tulus, betapa mengubah memory tujuan yang tersimpan dalam kejiwaan dan sel-sel DNA membuat detoksifikasi jiwa dan jasad.

Lalu beliau bertanya, apakah kegiatan yang sekarang diteruskan…. ya bila kegiatan itu kembali berdatangan ya sambut dan “ingat kuncinya”…. image…image…image (sangkaan) dari tujuannya.

Kalau tujuannya karena Source, lautan cahaya yang meliputi apapun…..atau tujuannya adalah Allah SWT,  tentu “lompatan Quantum cahaya, akan mengiringi”.  Miracle yang berkah, selamat

Kalau tujuanmu karena untuk kebaikan sesama, maka rejeki berdatangan, karena efek pantulan.  Semakih ikhlas tujuan aktiivitas itu entah membuat usaha, bisnis, kegiatan sosial adalah untuk kehidupan sesama…. maka biasanya “sang rejeki yang berkah” akan berdatangan.

Namun kalau tujuanmu untuk memenuhi ego, nafsu, maksa (force), ya ceritanya umumnya penderitaan, ujian tak berujung, kejadiannya selalu memakan biaya.

Mas, kenapa saya membuat usaha kok malah berantakan.

Kenapa saya mengikuti kegiatan pelatihan, seminar, kemudian malah selalu musibah.

Mas kenapa saya menjadi penyelenggara kegiatan kok malah jadi musibah, kecelakaan, gangguan….

 

Saya jadi teringat ratusan konseling sahabat “top” yang ternyata membuat acara, bikin buku,  hingga menjadi direktur pun selalu kena masalah, kerugian, hutang.  Walau diluaran sana, berusaha menutupi dengan prestise-nya.    Pada akhirnya beliau-beliau menyadari sendiri setelah saya paparkan penyebabnya.

Ada yang selalu bermisi sosial, tujuannya membantu permasalahan orang….ya ceritanya, masalah pasti akan datang, hukum LOA, tarik  menarik.

Ada yang bikin buku…”masalah, siapa takut?”… waduh, beliau ini rupanya master pengundang sang masalah jadi pada berdatangan.

Ada yang ATTENTION behind ATTENTION, landasan kegiatannya adalah karena punya hutang, maka membuat kegiatan itu.  Maka ceritanya pun penuh dengan hutang yang terus gak ada habisnya, dan gak ada solusinya.  Karena temanya adalah hutang.

Ada yang jadi penyelenggara, karena sebagai tempat “pelarian masalah rumah tangga”, ya ceritanya begitu teyus

Ada yang ikutan kegiatan, karena butuh penyegaran, ya ceritanya cuma dapet “kesegaran”, setelah gak ikutan lagi ya loyo…

Ada yang ikutan kegiatan karena landasan yang tersembunyi adalah “banyak cem-ceman (lawan jenis)”, akhirnya ceritanya rumah tangganya semrawut, karena kok banyak “godaan” lawan jenis berdatangan.

Ada yang ikutan bikin acara, malah jadi lumpuh…. ternyata terkuak landasan ikutan jadi team adalah mau mengambil jaringan/networking  atau keilmuan saja….”.  Ceritanya, ya akhirnya selalu saja mendapat kelumpuhan atau musibah selalu ada kejadian yang mengurangi atau mengambil dari dirinya.

Ada yang landasannya tersembunyi sekedar menyakiti, sehingga ikut organisasi tersebut, atau tersakiti  oleh kumpulan lain, tidak dihargai dan bergabung di kumpulan baru dan ceritanya ya ybs jadi sakit-sakitan atau musibah.

Kuncinya adalah IMAGE yang tersembunyi, kenapa dirimu bergabung, memulai usaha/bisnis, kegiatan, acara, atau apapun.

Dan image tersembunyi itu gak bisa dibohongi terlihat jelas dari perilakunya ketika “berkegiatan” yang dimulainya.

Yang tujuannya hanya uang, maka nampak terlihat.

Yang tujuannya sekedar existensi, juga jelas terlihat.

Dan lain sebagainya.

Mereka yang bertujuan adalah untuk kebaikan sesama dan Tuhan dibalik itu semua,  juga akan terlihat….

Kenyataan gak bisa dibohongi,  ya nyata ceritanya di kemudian hari.

 

Jangan pernah menyalahkan siapapun, karena kuncinya rahasia terbesar kehidupan ada pada diri kita yang tersembunyi itu.   Maka pandanglah dirimu kedalam, dan bedahlah semua tujuanmu dalam hidup atau tujuan/alasan kenapa dirimu berbisnis, usaha, berumah tangga, dan sebagainya.  Juga bergabung di mahakosmos, entah jadi peserta, member atau jadi penyelenggara.

Ceritamu kelak bahagia atau tidak, ya dari tujuan di dalam dadamu yang tersembunyi itu.

 

Salam mbejo,

mas kris

“datang telanjang membawa kasih, pulang juga telanjang sekedar memberi makna”

 

 

Memahami keluarbiasaan diri kita dan memaknai hidup di dunia ini

Salam sahabat mahakosmos,

Tidak terasa sudah 5 tahun  sejak saya meninggalkan gemerlapnya dunia bisnis project,  perusahaan  yang menawarkan kemewahan dan harta duniawi pada  tahun 2009.  Tidak membawa seperakpun uang di dompet, bahkan tidak membawa data-data bisnis yang sudah belasan tahun menyertai dan data-data itu bisa saja dibutuhkan oleh lawan bisnis dan menjadi “duit besar”.  Sayang, sudah gak punya “otak” pikiran blasss, he.he.he.he.

Tidak tahu kenapa digerakkan hijrah, meninggalkannya, tanpa ada rasa sedikitpun.  Hingga tidak mengerti apakah bulan depan bisa menghidupi rumah tangga, anak, atau orang yang ditanggung.  Nanti kalau sakit bagaimana biaya medicalnya.  Nanti menyekolahkan anak bagaimana.   Blasss, gak ngerti.  Yang sudah terjadi, dan belum terjadi, bukan urusan saya.

Saya baru menyadari bahwa kemelekatan akan isi duniawi inilah yang menimbulkan bejibun penderitaan puluhan ribuan orang yang saya temui dalam konseling dan pelatihan.  Jadi saya simpulkan, “apapun yang kamu cari di di dunia ini, maka itulah ujian untuk manusia jadi menderita”.

Ketika orang sudah fokus tujuannya pada kekayaan, maka kelak kekayaannnya itu akan menjadi ujiannya.

Ketika fokus mencari pasangan keren, maka ujiannya ada di pasangan itu.

Ketika fokus mencari anak, maka anak itu akan jadi ujiannya.

Ketika fokus pada kekuasaan, maka itulah ujiannya, dan seterusnya.

Bahkan perasaan dan pemikiran pun jadi melekat pada satu obyek pikiran yang dituju, dan ketika itu tidak tercapai, atau kehilangan, maka jadilah penyakit psikologi.  Bahkan banyak yang sakit kejiwaan terganggu gara-gara mencari isi duniawi.

Kita diturunkan karena punya tugas yang belum selesai,  dihidupkan, dimatikan, dihidupkan, dimatikan, dan akhirnya kembali kepada Tuhan.

Betapa luarbiasanya manusia karena semua ada padanya,  ada unsur atom, sel (jasmani), lalu partikel, quark dan energi yang demikian luarbiasa tergerak oleh VIBRASI (getaran) kejiwaan/batin/hati kita.   Semuanya adalah energi duniawi, dan semakin kuat tatkala fokus kepada duniawi.   Olah vibrasi, jiwa yang menggerakkan semua partikel, quark, dan energi untuk mewujudkan impian yang mau dicapai.

Dalam dunia modern, muncullah pemahaman “the secret” yang dipakai di seluruh pemberdayaan seantero dunia dalam mewujudkan impiannya.    Bahkan hingga mereka yang mencari kekayaan, kekuasaan akhirnya meminta bantuan “konsultan” dalam ranah batin/kejiwaan/vibrasi ini agar impiannya tercapai.  Konsultan dibalut dengan “jubah agama atau spiritual” padahal ranahnya berbeda.

Ini adalah ranah metafisika, kekuatan partikel, quark, hingga energi yang tersembunyi dalam tubuh,  karena kita adalah mikrokosmos yang menggerakkan makrokosmos (alam semesta).

Kekuatan besar dalam tubuh kita adalah ego, kesombongan, eksistensi….semakin itu dipelihara, maka kekuatannya semakin membesar untuk urusan duniawi.  Menimbulkan lompatan-lompatan energi, quantum.   Namun ada efeknya….yaitu gak bisa pulang, karena jadi melekat dengan duniawi.  Maka akan terikat, melekat, dan sulit dilepaskan.   Dalam agama dinamakan kesombongan iblis, yang tidak mau kembali kepada Tuhan.

Ada satu lagi, potensi yang luarbiasa dalam diri kita, dengan daya tiada batas, yang baru muncul tatkala pikiran dan kejiwaan melepaskan daya (partikel, quark, dan energi hingga melepas lompatan quantum energi).

Yaitu level kosmik, cahaya, yaitu ruh Tuhan yang bersemayam dalam diri, selalu membimbing dalam kesadaran.  Guru sejati, kesadarannya, nurani.   Sungguh manusia itu mulia, karena ada sepercik cahayaNya ini, nurani.

Jiwa raga manusia yang mampu melepaskan diri dari kemelekatan fokus duniawi dan tidak pernah memalingkan wajahnya dan jiwanya (hatinya) dari Tuhan.  Lalu selalu intropeksi melepas semua daya dalam diri, mematikan semua daya existensinya, maka muncullah kekuatan nurani dalam dirinya.   Mematikan semua daya existnya yang ada hanya daya Tuhan. La haula wala quwwata illa billah.

Dari ratusan artikel  mahakosmos selalu disebutkan kisah nyata, para peserta, pasien konseling, yang sudah kemana-mana berobat, mencari solusi finansial, bisnis, namun ketika melepas daya existensinya, tiba-tiba tak tersangka tak terduga solusi bermunculan dengan sendirinya.  Bahkan sakit kronis yang sudah dinyatakan gak mungkin sembuh, malah sembuh.

Off, dan On.  Kekuatan nurani, ruh Tuhan (spirit) baru muncul tatkala tiap hari, tiap hembusan nafas mematikan daya existensinya.   DIA mengambil alih segala urusan tatkala kita berserah, yaitu mematikan daya existensinya.  Sudah tiada daya untuk menyembuhkan, terapi, daya mikir, daya memelihara tubuhnya, daya menggerakkan rejeki, daya mencukupi keluarganya, daya memelihara rumah tangga, dan milyaran daya yang ciptakan sendiri, karena MERASA BISA…

Sahabat,

Sekedar merenungi, bahwa kita adalah jiwa raga (level partikel, quark, energi)  bersama ruh Tuhan (spirit, level cahaya, nurani yang selalu menyadarkan jiwa).  You are mind, soul, body plus spirit.

Jiwa kita diturunkan ke dunia ini, bersih suci, dalam jiwa yang bersih, gak mikir, yang mikir adalah ruh Tuhan.

Namun seiring dalam kandungan ibu,  dan beliau mikir fokus akan isi duniawi, maka terekamlah, dan berdatanganlah mahluk-mahluk pikiran.  Dan membentuk seperti apa kita, ya dari kumpulan pikiran ibu selama mengandung, dan kemudian terlahir.  Dan setelah terlahir, bibitnya sudah jelas dari pemikiran dalam kandungan itu, dan akhirnya bertambah kembali mahluk-mahluk pemikiran yang membentuk pola pribadinya, karakternya, mempengaruhi kejiwaanya. Dan terbentuklah apa dia di kemudian  hari.

Pikiran tidak pernah mati, bahkan sejak adanya mahluk di dunia ini,  memory pikirannya masih ada di alam semesta, persisnya di alam pikiran.  Dan alam pikiran itu juga terhubung dalam otak manusia.  We are all connected, kita semua terhubung.

Inilah kenapa banyak kerasukan yang mempengaruhi jiwa suci (rahayu, roh ayu) ini karena fokus memikirkan sesuatu.  Ada yang kerasukan hantu, kerasukan duit, kerasukan MLM, kerasukan order, kerasukan SEO dikit-dikit optimasi, dan bejibun lainnya.  Apa yang kamu pikirkan akan menarik “pemikiran” dan semakin banyak menjadi suatu kepribadian.    Dalam penglihatan batin,  wujudnya seperti mahluk, saya namakan mahluk pikiran.

Ketika seseorang mikir dan terobsesi berbisnis kue, maka bisa saja menarik pemikiran di alam pikiran.  Tentu dengan spek tertentu pemikirannya, resonansi pemikiran, dan menarik pikiran sejenis di alam pikiran yang berasal dari orang yang hidup pada abad 1, 2, atau jangan-jangan jaman sebelum masehi.

Inilah yang disebut reinkarnasi pemikiran,  pemikiran orang zaman dulu yang terlahir kembali, tertarik oleh pemikiran seseorang di masa sekarang.

Sekedar renungan, berarti pemikiran orang sekarang adalah copy paste, berasal dari kumpulan pemikiran orang sebelumnya yang memorynya masih ada di alam pikiran.

Atau jangan-jangan, gayamu yang genit itu juga pikiran dari orang sebelumnya yang memiliki “spek karakter sama”, tertarik membentuk dirimu.  Gaya bicara, karakter, skill hingga pengetahuan pun berasal dari “memory” alam pikiran manusia sebelumnya.

Si A, tadinya orang biasa saja, namun karena banyak mikir dengan spek tertentu, tiba-tiba sekarang sudah kerasukan pemikiran dan mempengaruhi  jiwanya, dan perilakunya jadi berubah.  Bisa saja sukses, juga kebalikannya.

Situasi Kamu sekarang ya terbentuk dari pemikiran……biasa mikir apa?

Sehingga banyak kasus psikologi, itupun berasal dari alam pikiran manusia sebelumnya yang terkoneksi.  Logika sainsnya bila kamu kerasukan 1 folder pemikiran manusia sebelumnya, karena terkoneksi…jangan-jangan penyakit jasmaninya juga terbawa (carrier).  Sehingga terapi psikologi ternyata ampuh sekali dan bisa mengatasi gangguan jasmani.   Ya karena pemikiran yang dilepas itu ternyata membawa penyakit.

Atau pikirannya menarik pemikiran manusia sebelumnya di abad 10,  dan ternyata ketemu dengan seseorang yang menarik pikiran dari manusia di abad sama.  Ternyata keduanya bertemu, dan merasa dalam pemikirannya seperti sudah saling mengenal.  Itulah pikiran lama, bertemu.   Repotnya, banyak kasus rumah tangga bermunculan ketika merasa ketemu pasangan lain dan dulu ternyata pikirannya adalah sepasang kekasih.

Sahabat,

Sekedar merenungi, kita yang tadinya jiwa bersih namanya roh ayu (rahayu), plus ruh Tuhan (nurani).  Seiring pertumbuhan, maka menarik semua pemikiran di dunia ini.  Terbentuk kumpulan pemikiran yang membentuk cerita perjalanan kita.

Sesungguhnya hidup ini adalah perjalanan menuju Tuhan atau tempat asal kita yaitu di sisiNya.  Karena kita berasal dari tempat yang sama, nurani.  Sepercik cahayaNya.

Kita turun pertama kali dulu, bersih bersama nurani, namun kemudian ada “memory” kumpulan pikiran bersamanya.

Kita tahu dalam sains,  dunia adalah level atom, sel, partikel, energi (lompatan quantum)…………lalu alam cahaya (nurani), lalu alamNya, tiada apa-apa, zero.

Logikanya bila kita kembali, maka mesti kembali seperti dulu yaitu setidaknya dalam level cahaya (nurani) agar kembali ke sumber nurani,  SOURCE yaitu zero.  Tuhan Sang Esa, Allah SWT.   Namun ternyata jiwa kita selama satu putaran kehidupan duniawi ini,  ada 100 milyar mahluk pikiran, memory tentang duniawi yang melekat.

Logikanya, untuk kembali seperti semula….tentu kemelekatan itu mesti dilepas satu persatu hingga kembali menjadi roh ayu.   Itulah yang dinamakan hisab, pertanggungjawaban ketika kita meninggal.

Semua yang dilakukan, tentu ada memory yang melekat.  Itulah yang dihisab.  Seperti memory komputer, dipresentasikan, maka akan nampak di layar setelah kematian, semua perbuatan tersebut.

Seandainya di file komputer itu, gak ada file apa-apa tentang duniawi, karena “gak mikir” blasss, yang ada dalam pandangan cuma Tuhan, Zat nyata yang meliputi apapun.   Tentu beda kan?  Yang ada cuma Tuhan.  Maka itulah tujuannya, logikanya karena isinya Tuhan, zero… maka kembali ke zero.

Bisa saja dalam pertanggungjawaban setelah kematian,  melepas kemelekatan itu bisa ratusan tahun, bahkan ribuan tahun waktu dunia.  Semakin banyak melekat, fokus impian akan duniawi ya semakin capek deh melepasnya.

Kita gak perlu menunggu mati jasad untuk melakukan itu, bisa dari sekarang.  Melepas kejiwaan/batin, dari semua pemikiran yang melekat akan isi duniawi.    Namanya INTROPEKSI, menyesal telah melekat.  Caranya ya ingat kembali, seperti flash back, mulai dari kapan lahirnya, hari-hari apa yang dipikirkan tentang duniawi….seperti membuka kalendar, tanggal demi tanggal sejak terlahir.

Semua tersusun rapi, kemelekatan itu.

Ternyata ini adalah TERAPI PSIKO luarbiasa, ketika melepas kemelekatan dengan peristiwa yang berlalu, dengan “saya menyesal telah mikir (apa) .berbuat (apa)…. maafkan saya,  saya mengasihiMU Tuhan”

Itu saja membuat cerita hidup berubah lebih baik, karena masa sekarang terbentuk dari masa lalu.  Kalau pemikiran buruk  masa lalu dilepas, tentu masa sekarang pun berubah.

Sungguh ketika kita belajar melepas kemelekatan dengan pikiran duniawi, maka pikiran terhenti, diam.  Dan seperti ada yang berpikir di dalam ini.  Itulah nurani, ruhNYA, spirit yang sebetulnya punya mau, memikirkan jalan hidup yang berkah selamat untuk hambanya si jiwa raga ini.  Orang awam menyebutnya nurani berbicara.

Ternyata semua sudah diatur dalam kebaikanNya, ketika gak mau mendengarkan aturanNya nurani itu, maka ujian musibah, penderitaan seringkali terjadi untuk manusia itu sendiri.  Ikutilah nuranimu, saat sudah melepas kemelekatan dengan duniawi, itulah juru selamat dalam kehidupan.

Kuncinya adalah belajar melepas pemikiran dengan isi duniawi,  berimbas kepada pikiran diam dengan sendirinya, gak mikir dengan sendirinya.  Dan nurani pun muncul mengambil alih,  jelas, dan membahagiakan petunjuknya.  Ternyata semua sudah diatur sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya kemuliaan ditiap peran.

Kita belajar seperti ikan di samudera laut,  yang berbahagia kesana kemari, bebas kemanapun, namun tidak pernah keasinan air laut.  Ikan tidak pernah melekat dengan asinnya air laut.

Kita pun telah belajar di banyak artikel mahakosmos, juga alumni pelatihan, betapa kita menyerah, tiada daya apapun, sudah tidak ada harapan sembuh…kok malah sembuh.  Ketika tiada daya, tidak mampu lagi mencari rejeki,  lha tiba-tiba rejeki datang.  Belajar off, belajar mati, mematikan daya existensi/ego, menyerah total tiada daya lagi, ini adalah inti melepas kemelekatan akan duniawi.

Melepas duniawi,  malah diberi duniawi.  Karena saat melepas, dirimu ada di ZONE Tuhan, dan DIA Maha Besar meliputi duniawi yang cuma setitik.  Artinya dirimu menggenggam duniawi yang cuma setitik.

Ketika belajar mati, melepas kemelekatan itu satu persatu lepas,  dirimu akan menjadi DIRIMU SENDIRI.  Menyadari dengan semua indra nyata bahwa semua yang ada meliputi duniawi yang gak nyata  adalah ZAT TUHAN yang nyata.

Rahayu,

mas kris

Your are mind-body-soul-spirit, alias insan manusia, insan kamil, jiwa raga yang bernurani